Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Mimpi buruk itu bernama kolik

Sebelum Ade lahir, Bubun udah diwanti-wanti oleh banyak pihak, supaya siap mental ngadapin bayi. Sebetulnya, meskipun kejadiannya waktu Bubun kelas 6 SD, tapi samar-samar Bubun juga masih ingat kok, gimana dulu Om Dino waktu baru lahir. Bubun bantuin nenek, tiap malam bikinin susu dan tiap sore nyuciin popok kainnya.

Jadi, pada dasarnya Bubun sadar bahwa aktivitas bayi itu adalah: Minum susu-BAK-BAB-Tidur-Nangis. Udah. Satu hal penting yang Bubun pelajari dari berbagai info, bahwa tangisan adalah bentuk komunikasi bayi. Namanya juga belum bisa ngomong ya. Kalau udah bisa ngomong, pasti gempar sedunia. Tugas orang tua adalah responsif terhadap tangisan itu. Meskipun ada yang berpendapat bahwa bayi sebaiknya kadang-kadang dibiarkan menangis supaya ‘nggak cengeng’ atau ‘jantungnya kuat’ dan ‘nggak bau tangan’, Bubun sepaham dengan Aimi yang menyatakan bahwa tangisan bayi baru lahir harus langsung direspon. Logikanya, di dalam perut kan bayi nyaman banget. Segala kebutuhannya terpenuhi. Begitu lahir, tentu butuh penyesuaian yang nggak menyenangkan. Wajar kalau nangis. Perkara bau tangan? Itu ternyata hanya mitos belaka. Memang bayi usia newborn (kurang lebih sampai 3 bulan), butuh didekap agar merasa nyaman seperti di dalam perut. Dengan begitu, niscaya bayi tumbuh dengan rasa percaya diri dan secure.

Karenanya, Bubun sempat takjub begitu mendapati bahwa di beberapa hari pertama, Ade lumayan tenang. Jarang nangis (Apa ini ada hubungannya dengan hypnobirthing yang Bubun intensif lakukan sepanjang kehamilan? Entahlah) Hanya ketika BAK atau BAB atau minum susu. Selebihnya diem aja memandangi sekeliling ruangan. Selain itu, mudah ditenangkan. Kecuali pada saat difototerapi. Ah, kalau yang itu sih, Bubun juga nangis kejer. Tangisan terdahsyat yang pernah Bubun alami seumur hidup. Tapi itu cerita lain ya.

Nah, kurang lebih sekitar 2 minggu setelah Ade lahir, frekuensi nangisnya lebih sering ketika malam hari. Pernah suatu ketika, tangisannya lebih intens dari yang biasanya. Seperti biasa, ketika galau menghadang, Bubun berpaling kepada om Google dan menemukan satu gejala yang lazim ditemui pada bayi usia 2 minggu sampai 3 atau 4 bulan. Namanya kolik. Atau kolik infantil.

Read the rest of this entry »