Bumi grows so fast!

and so does Langit…

A Night Terror and others (Part II)

Lanjutan dari cerita ini.

11 Februari 2014
Bumi masih demam. Malamnya, sempat kepikiran untuk ke dokter buat cek darah tapi Bubun harus lembur. Bumi dan Ayah nungguin di kantor. Setelahnya kita balik ke apartemen. Ada tante Nina dan Om Awal datang dari Kendari. Nyampe di apartemen, Bubun cek suhu Bumi udah turun di kisaran 38 decel. Bumi juga tampak ceria, mungkin karena suasana lebih rame dari biasanya. Sedikit cranky kadang. Tapi membaik dari hari sebelumnya. Tidur pun lebih awal dalam suasana yang tenang.

Read the rest of this entry »


A Night Terror (Part I)

Hampir seminggu ini, kita menjalani masa-masa berat. Ayah dan Bubun sama-sama capek. Macet makin parah akhir-akhir ini. Sore sampai pagi hari adalah puncaknya. Pulang kantor, Ayah nyetir di antara kemacetan sambil berusaha menghibur Bumi yang ngamuk selama perjalanan. Bubun sudah masuk trimester ketiga, makin sering ngos-ngosan. Kita nyampe rumah jam 20.00 – 20.30 kalau jalan lagi agak bersahabat. Bubun nyuci, masak, jemur, beberes seadanya. Ayah megangin Bumi yang rewel. Kadang Bumi harus dibawa turun ke lobby apartemen, playground atau ke minimarket terdekat supaya bisa tenang.

Read the rest of this entry »