Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Review: RSU Bunda

Meskipun pengalaman melahirkan Kakak Bumi dulu nggak sempurna dan sedikit banyak menimbulkan trauma, tapi Bubun mutusin untuk lahiran Adik Lala di rumah sakit yang sama. Alasan utamanya adalah karena catatan kesehatan Bumi dan Bubun setahun ini sudah di sana (dan di BIC, klinik yang masih satu group dengan RSIA Bunda). Selain itu, ada dr. Tiwi, DSA yang Bubun percaya cukup pro ASI. Belakangan ditambah karena ada dr. Ivan sangat-sangat komunikatif dan jadi DSOG favorit Bubun.

Tidak berapa lama setelah Kakak Bumi lahiran, RSU Bunda (yang juga terafiliasi dengan RSIA Bunda), selesai dibangun tepat di seberang RSIA Bunda Menteng. Sekali waktu Ayah, Bubun, dan Bumi ikut seminar parenting bersama dr. Tiwi di RSU tersebut. Bubun lihat, RS tersebut lebih modern dan terlihat baru ketimbang RSIA. Bubun nanya-nanya, ternyata RSU ini diperuntukkan bagi pasien umum. Tapi ternyata menerima pasien ibu dan anak juga.

Mendekati kelahiran Adik Langit, Read the rest of this entry »


Protected: Kisah Kelahiran Langit (Part 1)

This content is password protected. To view it please enter your password below:


39 Minggu; Harap-harap cemas

Berikut ini cerita menjelang kelahiran Adik Lala. Sebagian ditulis sehari sebelum lahiran, sebagian lagi ditulis sambil nyusuin Adik Lala 😉

Di usia kehamilan 39 minggu, Bubun mulai agak gelisah. Kok Adik Lala nggak lahir-lahir sih?
Bukankah kelahiran anak kedua biasanya lebih cepat daripada anak pertama? Lagian Feeling Bubun, Adik Lala bakal datang sebelum genap 40 minggu.

Eh tapi, dulu juga Bubun feelingnya Kakak Bumi bakalan lahir setelah usia 40 minggu. Tahunya, 39 minggu 4 hari, Kakak Bumi lahir ke dunia ini.

Berarti feeling Bubun sebagai seorang Ibu nggak bisa diandelin dong? Hmm, catatan untuk hari-hari esok sebagai ibu beranak dua.

Di usia 38 minggu, Bubun baru ikutan kelas senam hamil di RSIA Tambak. Mau belajar lagi soal teknik ngeden yang bener, kok nggak jodoh terus sama bidan Desi, yang berjasa ngajarin teknik tersebut dan secara tidak langsung ikut menyukseskan kelahiran Kakak Bumi secara spontan meskipun ada lilitan tali pusar sekali di leher.

IMG_20140326_154203

Read the rest of this entry »


Ibu tidak boleh sakit!

Oma-nya Bumi pernah berpesan kepada Bubun: “Jangan sampe sakit ya, nak! Repot kalau kamu yang sakit.” Sekarang Bubun baru menyadari kebenaran pesan itu. Seorang ibu tidak boleh sakit. Bisa kacau jadinya.

Di banyak hari, utamanya ketika matahari bersinar cerah dan burung-burung bernyanyi riang, sebenarnya Bubun merasa cukup kuat dan mampu menjalani peran sebagai working mom sekaligus full time mom tanpa helper apalagi nanny a.k.a baby sitter. Tapi ada kalanya, badai datang tak kira-kira tanpa bisa dihindari. Seperti minggu lalu. Setelah berbulan-bulan berteriak minta didengar, akhirnya pada kamis 4 Juli 2013, tubuh Bubun ‘ngambek’ dan nggak mau diajak kerja sama lagi.

Sejak bangun subuh untuk nyiapin segala perlengkapan Ade, Bubun udah ngerasa ada yang nggak beres. Tapi seperti biasa, Bubun abaikan saja. Bubun harus ngejar waktu, jangan sampai kita telat beraktivitas. Ada rasa sakit yang familiar di sekitar perut Bubun. Bertahun-tahun lalu, sering Bubun alami. Kolik abdomen. Pake bonus spesial: Vertigo. BPPV-nya kembali lagi. Terakhir datang kan waktu mau ngelahirin Ade dulu… Sambil menahan rasa sakit yang terus meningkat dan mual karena dunia rasanya mau runtuh, Bubun terusin masak sembari sesekali duduk jongkok istirahat. Soalnya kalau diikutin, bisa-bisa Ade nggak makan hari itu.

Melihat wajah Bubun yang pucat, Read the rest of this entry »