Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Petisi demi ASI

Halo Bumi,
Halo Langit,

Bubun belum bisa sepenuhnya move on dari kesedihan pasca bingung puting Langit. Jadinya cerita yang lalu itu, belum bisa diselesaikan (padahal judulnya mah udah ada kata ‘selesai’).

Tapi berkat rasa sedih itu, Bubun jadi tergerak untuk bikin petisi ini:

Petisi Change

Paling enggak, kesedihan Bubun ada manfaatnya, meskipun belum tahu apa. Nggak yakin juga bisa nge-gol-in petisi ini sampai kepada pengambil keputusannya. Tapi… daripada hidup bergelimang air mata sia-sia, mending air matanya ‘diolah’ supaya menghasilkan sesuatu yang lebih berarti bagi hidup.

 

Ps:

Petisi untuk revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 agar menjamin hak bayi untuk mendapatkan ASI Eksklusif

Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 perlu direvisi, khususnya agar:

  1. Cuti bersalin dapat diberikan minimal 3 bulan setelah lahiran, tanpa memotong gaji atau adanya pilihan bagi calon ibu untuk mengatur besaran lamanya waktu cuti sebelum dan sesudah lahiran (akumulasi 3 bulan),
  2. Adanya pilihan bagi ibu yang ingin agar cuti bersalin diperpanjang sampai dengan 6 bulan, sampai periode asi eksklusif selesai (besaran persentase gaji yang diterima mengikut kebijakan perusahaan ybs),
  3. Kepastian bahwa seorang ibu pekerja tidak akan kehilangan pekerjaan hanya karena kehamilan dan cuti bersalin serta proteksi untuk memastikan perlakuan setara dalam hal personalia/kepegawaian,
  4. Kewajiban perusahaan untuk menyediakan ruang laktasi yang memadai untuk ibu pekerja,
  5. Aturan yang memaksa perusahaan memberikan waktu yang memadai bagi ibu pekerja memerah ASI di sela jam kerja,
  6. Adanya sanksi yang jelas bagi perusahaan yang melanggar pemenuhan hak tersebut di atas.