Bumi grows so fast!

and so does Langit…

USG Ke-tiga dan Ke-empat Langit

Setelah dr. Yusfa melakukan USG di cek kedua dulu, ada sedikit rasa sedih menyadari bahwa kemungkinan besar, jika segalanya berjalan sesuai rencana, Langit akan menjadi anak bungsu Bubun. Jika benar bahwa Langit adalah laki-laki, berarti ada kemungkinan juga Bubun nggak punya anak perempuan. Sebenernya Bubun sadar, membesarkan anak perempuan dalam budaya patriarkis yang masih sangat kental di Indonesia adalah tantangan besar. Dalam banyak hal, posisi perempuan sangat lemah karenanya. Bubun nggak yakin bisa ngasih teladan sebagai perempuan yang tangguh menghadapi kerasnya dunia, atau bahkan sekedar perlindungan yang cukup dari segala mara bahaya dan niat jahat yang mengintai di luar sana.

Jangan-jangan karena itu, Tuhan nggak menitipkan anak perempuan kepada Bubun? Karena Bubun nggak cukup mampu menerima tantangan besar itu?

Meskipun begitu, Bubun juga kepengen mendapatkan pengalaman memakaikan pita di kepala bayi perempuan, belanja bareng, nyalon bareng, memilih kebaya pernikahan… tapi ah, lagi-lagi membesarkan anak perempuan di jaman ini bukan hanya sekedar menguncir rambut atau membantu memilihkan gaun pengantin. Read the rest of this entry »


USG Ke-dua Langit

Karena tenggelam dalam rutinitas keseharian, konsul kedua Langit agak ke-pending sehingga berjarak lebih dari sebulan dari yang pertama. Baru di usia sekian belas minggu (13 – 14?), akhirnya Ayah dan Bubun ke dr. Yusfa untuk cek perkembangan si Adik. Nggak apa-apa antri dikit. Toh udah nggak ngajakin Bumi, seperti waktu cek pertama dulu. Begitu masuk, dokternya langsung nanya: “Kenapa nih?”

“Saya hamil lagi dok!” *mata menerawang ke atas menembus plafon rumah sakit*

Lalu, curhat-curhat dikit. Bubun tanya apa-apa nggak ya, jarak antara Bumi dan Langit deket gini (Bumi dan Langit anak bubun, bukan yang benda alam). “Nggak apa-apa. Rahim kan udah siap dari 6 bulan setelah lahiran.” Dokternya santai banget. Ternyata, istrinya pun sedang mengandung anak kedua. Wooo…

Kemudian, kita USG. Langsung deh keliatan gambar bergerak. Ih! udah gede aja si Adik.

Terus, seperti menguji kecanggihan dr. YUsfa, di usia adik sedini ini, Ayah udah nanya dong: “Jenis kelaminnya apa dok?”
Eh sumpeh lo?

Bubun pikir, dokternya bakalan bilang “belum bisa keliatan”. Eh, taunya dia bilang:
Read the rest of this entry »