Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Balada Car Seat si Bumi (Part II)

Bubun bisa berencana, nyatanya ada hal-hal di luar dugaan yang bisa menganggu rencana tersebut. Dua hari setelah lahir, bilirubin Bumi cukup tinggi dan muncullah drama per-ASI-an pasca lahiran karena kurangnya support dari keluarga. Jadi ketika keluar dari rumah sakit, Bubun dalam kondisi mental yang kurang baik (dan mata bengkak karena nangis berjam-jam). Ketika Oma bersikeras untuk mengendong Bumi dalam perjalanan pulang, Bubun sudah tidak punya cukup energi untuk membantah, bahkan untuk sekedar berbicara pun rasanya sudah tidak sanggup. Apalagi, berat badan Bumi hanya 2,7 kg ketika itu. Bubun tidak pede juga mendudukkan Bumi di car seat. Alhasil, si Maxi Cosi Cabriofix pun disimpan di bagasi.

Pertama kali ke RS, seminggu sesudah keluar dari RS, Bumi cek ke DSA (dokter spesialis anak). Syukurlah, beratnya sudah nyaris 3 kg. Tapi, menurut Ayah Bubun, lebih baik jika Bumi digendong selama naik mobil mengingat badannya masih sangat mungil.

Ketika berusia 40 hari, Bumi ikut Bubun dan Ayah berkendara ke Pamulang, untuk mengurus rumah yang akan dikontrakkan. Selama perjalanan 2 jam, Bumi duduk di car seat dengan aman dan tenang sembari tidur. Namun ketika pulang, Bumi ingin menyusu sehingga terpaksa Bubun angkat dari car seat. Semestinya, Bubun bisa memberinya ASIP. Tapi, Bubun kesulitan dan kikuk memberikan ASIP jika harus menggunakan cup feeder di dalam perjalanan. Sementara waktu itu, Bumi belum diperkenalkan dengan dot karena ketakutan Bubun terhadap bingung puting.

DSCN4225

Pertama kali Bumi mencoba car seat

Read the rest of this entry »