Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Akhirnya Mudik Juga (Mudik 2014 Part I)

Sudah direncanakan dan diniatkan untuk nggak mudik dulu lebaran tahun ini. Baik ke kampung halaman Bubun, ataupun Ayah.
Bubun kapok tahun lalu gemporr banget. Letih yang tak terkira. Meskipun ternyata ada alasannya juga kenapa kok bisa segitu capeknya. Tetep aja…
Langit masih 3 bulan, sementara Bumi lagi doyan tantrum di ruang publik. Nggak kebayang rempongnya naik pesawat 3 jam-an. Belum lagi pake acara transit. Dan.. Bubun juga masih belum pulih dari ketakutan berlebihan gara-gara turbulence hebat waktu naik pesawat di tahun 2012 lalu.

Gimana bisa menenangkan Bumi dan Langit kalau lagi rewel, sementara Bubun sendiri freaked out selama perjalanan?

Read the rest of this entry »


Cerita-cerita yang lalu

Katanya kalau lagi dalam kondisi labil eko… eh labil emosi, baiknya jauh-jauh dari Social Media.
Karenanya, Bubun pun mengambil langkah hiatus dari blog ini dalam beberapa bulan terakhir untuk mengendapkan kesedihan, amarah, dan segala bentuk emosi lainnya. Lagian, kalau dipikir-dipikir kumpulan ‘surat’ untuk Bumi dan Langit di blog ini kok lama-lama isinya standar: kemalangan dan kesedihan aja. Padahal kan hidup itu nano-nano, penuh warna warni dan rasanya mengezutkan. Jangan sampai kelak ketika Bumi dan Langit baca ini, mikirnya Bubunnya depresif, pengen loncat dari jembatan terus. Padahal mah itu kadang-kadang aja. Seringnya sih, pengen loncat dari lantai 15 sebuah apartemen di bilangan Jakarta Pusat…

Setelah Read the rest of this entry »


Liburan Akhir Tahun 2013

Beberapa tahun silam ketika masih muda dan singset, Bubun berkata pada Ayah yang ketika itu statusnya ‘baru’ pacar: “Nanti kalau menikah, kita honeymoon-nya di sana aja ya!” Sembari menunjuk iklan gede di pertigaan jalan Ciumbuleit, Bandung. Ketika itu sih Bubun iseng aja. Orang nggak yakin juga bakal nikahnya sama Ayah. Bubun juga nggak tahu persisnya, tapi dengar-dengar, Hotel yang iklannya Bubun tunjuk itu lumayan terkenal di seantero Bandung sebagai tempat paling oke untuk bulan madu bagi para pengantin baru.

Suatu waktu, Bubun dan Ayah naik motor sampai ke daerah Ciumbuleuit atas, terus nyasar sampai ke Jalan Ranca Bentang. Eh, nggak sengaja nemulah Hotel Malya itu. Bubun spontan bilang ke Ayah: “Ini lho, Hotel Malya yang aku ceritain dulu itu.” Ayah cuma ber “Ohh” aja.

Fast forward ke beberapa tahun ke depan, Read the rest of this entry »


Mudik Tujuan Kedua; Polewali

Perjalanan dari Kendari cukup lancar.
Cuaca cerah, langit biru, awan putih…

IMG_3305

Read the rest of this entry »


Mudik Tujuan Pertama; Kendari

… Sempet panik melihat tangan Bumi yang bengkak itu.
Untunglah, Buminya nggak rewel dan tampak nggak peduli. Bubun coba googling, nggak nemu jawaban yang memuaskan. Nanya ke @drtiwi juga nggak dibalas.
Kata tante Nina, kemungkinan besar bengkaknya itu karena serangga. Bumi dikasih semacam salep, yang Bubun lupa namanya apa. Esokannya, bengkak di tangan Bumi membaik. Lusanya malah hilang sama sekali. Hore!

Minggu awal Agustus 2013 itu, Bubun rasanya capek luar biasa. Mungkin pertanda mau sakit, atau apa. Oma yang melihat Bubun seperti itu, ngajakin Bubun ke pijat refleksi langganannya. Awalnya Bubun menolak karena pengen tidur aja sepanjang hari. Tapi Oma memaksa. Jadi, kita pun berangkat. Bumi ikutan dibawa, bersama dengan si mbak ART di rumah Oma supaya bisa gendongin Bumi. Begitu sampai di tempat.. Yaaah! Refleksinya tutup sodar-sodara! Karena udah kadung ke sana, akhirnya Bubun dan Oma memutuskan untuk ngambil paket perawatan di salon kecantikan yang ada di sebelahnya. Bubun ngambil paket pijat-lulur dan cuci blow. Sementara Oma cuma perawatan rambut aja.

Read the rest of this entry »


Pulang ke Kampung nan Jauh di Mata

Setelah persiapan selesai dilakukan, tibalah saatnya untuk kita mudik ke kampung yang jauh di timur Indonesia sana (yaa.. nggak timur-timur banget, tapi lumayan jauh lah. Hehe).

Tanggal 2 Agustus 2013 dini hari kita berangkat dari rumah. Bubun, Ony Nita, dan Bumi naik taksi. Ayah naik mobil. Kita menuju ke kantor Ayah di daerah Kuningan. Setelah nyimpen mobil di sana, Ayah bergabung dengan kita. Naik taksinya, Silver Bird Vellfire, soalnya bagasi Ony Nita buanyaakk banget, berisi pesenan Tante Nina. Nggak muat kalau di taksi biasa. Kalau barang-barang Bumi, Ayah dan Bubun sih cuma 1 koper aja. Inget-inget ini nak Bum: tante kamu yang satu itu, meskipun seorang dokter, tapi memiliki passion dalam hal dagang. Jadi momen-momen mudik seperti ini sering dimanfaatinnya untuk nitip barang dagangan (musiman).

Nyampe di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 04.00. Sesuai harapan, 2 jam sebelum pesawat take off di pukul 06.10 pagi. proses check in-nya cepet. Sayangnya nggak bisa dapat bassinet karena kita nggak dapat bangku di bagian paling depan.

IMG_4237

Masih muka bantal ^^!

Read the rest of this entry »


Cerita yang telah lewat — Persiapan mudik

Sudah di penghujung tahun, dan Bubun udah lama nggak mengisi ‘jurnal’ tentang kisah-kisah Bumi. Hidup sangat menantang beberapa bulan terakhir. Jadinya, Bubun nggak pernah sempat untuk menulis detail apa saja yang sudah kita lalui bersama.

Banyak hal terjadi selama kurun waktu setengah tahun ini, semuanya berawal sejak mudik lebaran lalu. Jadi untuk menuntaskan ‘utang’ Bubun, ada baiknya kilas balik dimulai dari persiapan mudik.

—————————————————————————-

Yang namanya mudik, tentunya pasti repot. Sebagai imbasnya, antisipasi alias persiapannya juga jadi banyak. Apalagi ini ceritanya pertama kali Bumi naik pesawat. Tujuan mudik juga ada dua provinsi: Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Idealnya sih, satu-satu dicicil ya. Tapi karena Oma dan Opa Bumi di Kendari (Sulawesi Tenggara) mau ngadain acara aqiqah Bumi (versi kedua) dan Ayah kekeuh mengenalkan Bumi ke keluarga di Polewali (Sulawesi Barat), mau nggak mau keduanya harus dijabanin. Itu pun tadinya Nenek (ibunya Ayah) pengennya Bumi juga dibawa ke Galesong, Sulawesi Selatan. Tapi karena Bubun keberatan, akhirnya dibatalkan. Masalahnya Bubun khawatir Bumi jadi kecapean banget. Soalnya, ini aja rutenya seperti ini:

Peta Mudik Bumi 2013

Read the rest of this entry »