Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Baby Sport

Sejak dr. Yusfa memprediksi jenis kelamin Ade adalah laki-laki berdasarkan hasil USG keempat kemarin, Ayah makin terobsesi untuk mengenalkan Ade dengan olahraga. Bukan hanya sepakbola saja, seperti sebelumnya. Lihat aja nih kolase foto yang dibikin Ayah dengan ngambil gambar atlet dari internet:

 

Haha! Iseng aja ya si Ayah…. ^^!

Mudah-mudahan Ade lahir sehat wal afiat lahir dan batin jadi bisa sering-sering diajakin Ayah olahraga. Sebagai informasi, Ayah ini olahraga sekitar 5 kali dalam seminggu. Mulai dari sepakbola, futsal, tennis, golf… kadang-kadang renang dan nge-gym juga. Nggak hanya itu, Ayah juga suka games yang dikategorikan olahraga seperti catur. Padahal mah, nggak gerak sama sekali ya selama pertandingannya.


Doctor’s prediction: It’s a baby boy!

Lanjutan dari kisah sebelumnya

Keengganan Bubun untuk tahu jenis kelamin Ade rupanya membuat Ade juga enggan memperlihatkannya ketika di-USG. Posisi paha Ade menutup rapat-rapat. Melihat itu, Bubun spontan komen:

“Kayaknya Ade nggak mau deh diliatin sekarang. Nanti aja apa ya…”

dr. Yusfa lalu ngambil beberapa angle pengambilan gambar untuk ngecek.

Beberapa saat berlalu. Kemudian si dokter bergumam:

“Kayaknya laki nih.”

Read the rest of this entry »


Boy or Girl?

Well, as Bubun said before, it really doesn’t matter whether Ade is a boy or a girl.

Tapi spekulasi udah bermunculan tentang jenis kelamin Ade bahkan sejak Ade baru berusia 7 – 8 minggu. Yang pertama datangnya dari Nenek. Beliau yakin banget kalau Ade itu cewek karena katanya sih Bubun bersinar dan cantik waktu datang ke Kendari dulu itu. Ayah awalnya agak terpengaruh juga dengan prediksi Nenek itu. Soalnya waktu itu Bubun demen banget dandan. Bukan apa-apa ya.. masa di acara kawinnya Tante Nina, Bubun tampil dekil…? Kan kebanting ama Tante Nina dan Nita kalau difoto bareng. Iya nggak? Hihi.

Bahkan waktu jalan-jalan ke pantai toronipa, Bubun sejak pagi udah minta Ayah ngetekkin topi lebar cantik punya Tante Nina di kamar lamanya di lantai 2. Terus Bubun sibuk nyari sunglasses yang paling cihuy di meja rias Nenek dan sarung bali biar mecing ama baju yang dipake. Si Ayah sampe terheran-heran. Soalnya, Bubun kan dasarnya cuek bebek soal penampilan. Nah, kata orang-orang sih, kalau Ibu hamil itu glowing dan seneng dandan, kemungkinan bayi yang dikandungnya adalah perempuan.

Read the rest of this entry »


It doesn’t really matter

Bubun lahir sebagai anak pertama dari lima bersaudara. Bubun punya 3 adik perempuan dan 1 adik laki-laki. Kehadiran anak laki-laki di keluarga Bubun sangatlah dinanti-nanti. Mungkin karena faktor budaya yang memandang laki-laki itu lebih superior dari perempuan. Sementara anggota mayoritas dari keluarga besar Bubun adalah perempuan. Sehingga, ada anggapan bahwa anak laki-laki lebih sulit didapatkan. Apalagi kedua kakek Bubun dari pihak mama dan papa udah dipanggil Sang Pencipta. Jadi, kehadiran laki-laki di keluarga Bubun dipandang sangat berarti.

Meskipun dibesarkan dengan pandangan seperti itu, Bubun nggak pernah menganggap laki-laki lebih dalam segala hal dari perempuan. Bagi Bubun sama saja. Dalam beberapa hal bahkan, menurut Bubun perempuan lebih bisa diandalkan. Karenanya, Bubun tumbuh menjadi perempuan yang mandiri. Apalagi sebagai anak sulung, Bubun harus berkorban beberapa hal demi adik-adik Bubun yang masih kecil.

Read the rest of this entry »