Bumi grows so fast!

and so does Langit…

On TV

So,

We were featured on a TV talk show, thanks to Tante Bebek. She was initially the guest of that Baby Blues Syndrome episode (she wrote her devastating experience in The Urban Mama and got massive responses), but since she had to catch the flight to Bali that morning, then referred the opportunity to me.

Actually, it is hard to talk about what i had been through. I didn’t know why i took that chance. The moment after saying yes, i got this nervous breakdown. I never really talked about it. Sure, i mentioned it here on some letters to you two. But never gone into details. Now, i have to talk to strangers well… practically to millions viewers, live!

I told Ayah about it and his first reaction was: “You had baby blues syndrome?”
And i was like…
“You did NOT know? I went to that expensive counseling hours with that psychologist, remember?”
See, nobody really knows. I mean, God! Doesn’t that saggy dark circle under my eyes tell you something?

Despite being Read the rest of this entry »

Advertisements

Cerita tentang Bingung Puting, Relaktasi, dan Hal-hal yang sudah selesai (Part I)

Alhamdulillah, satu lagi sesi drama semusim terlewati.
Setelah 1 bulan berjibaku dan 2 minggu menenangkan jiwa, akhirnya Bubun bisa nulis lagi. Katanya sih, kalau lagi sedih baiknya nulis aja. Aturan ini kurang cocok untuk Bubun. Bisa kebawa, mengasihani diri sendiri dan jadi kurang bersyukur. Lebih parah lagi, ngucapin hal-hal yang disesalin kemudian.

Akhirnya sih di masa kelam itu, tetap aja nggak bisa menahan diri. Curhat juga, di blog satunya. šŸ˜€

Tidak pernah terlintas Read the rest of this entry »


Black and Blue

Akhir-akhir ini, Bubun merasa kehilangan selera untuk menulis. Selalu begitu tiap kali serendengan hal terjadi dalam sekejap mata.

Satu-satunya hal yang memotivasi Bubun untuk bergerak tiap hari hanyalah Bumi dan Langit. Karena ‘menyerah’ sebagai seorang Ibu rasanya mustahil. Pertama-tama, menyerah pada apa?

Melepas pekerjaan, tinggal resign. Meninggalkan lingkungan, bisa pindah. Pernikahan pun bisa saja bubar. Tapi menanggalkan status Ibu, bagaimana? Sekali menjadi Ibu, selamanya menjadi Ibu. Bahkan kematian pun agaknya tidak bisa menjadikan seorang Ibu berhenti menjadi ibu.

Yang kedua, kalau Bubun menyerah, Bumi dan Langit bagaimana?

Bubun nggak tahu mau mulai dari mana. Mungkin… mari kita kilas balik satu-satu…

GERD yang kembali
Read the rest of this entry »


Oh Lala…

Sebenernya masalah drama ART adalah topik yang paling Bubun hindarin di blog ini.
Capek hati ih. Males inget-inget runtutan ceritanya yang berliku macam sinetron kejar tayang.

Tapi karena kejadian beberapa waktu lalu, Bubun pikir perlu nih cerita garis besarnya. Sebagai pengingat aja untuk hari esok.

Jadi gini…
Karena Bubun udah bulat mutusin bahwa Langit dirawat di rumah aja, nggak di daycare seperti Bumi (at least sampai usia 1 tahun), ketika hamil Langit Bubun udah sibuk nyari-nyari pengasuh dan ART untuk memastikan itu.

Ncus Anik
Bulan Januari 2014, Bubun dipertemukan dengan suster (panggilan untuk nanny/baby sitter yang udah mendapat pendidikan khusus) Anik. Sebenernya sih, Bubun nggak mampu nge-hire dia. Soalnya gajinya beda dikit dengan Bubun ^^!
Tapi karena cocok, yasudahlah ya… Read the rest of this entry »


Serial Berat Badan Bumi (Season V)

Sewaktu konsul Adik Langit usia 1 bulan, Bubun update perkembangan Bumi ke dr. Tiwi sekalian nanya boleh nggak Bubun cek endokrin Bumi. Mengingat, failure to thriveĀ (FTT) seperti yang dialami Bumi merupakan salah satu indikasi gangguan hormon pertumbuhan. Tidak selalu sih. FTT kan penyebabnya sangat beragam.

“Oh boleh bu! Cek aja!” Kata si dokter.

Beliau pun nyaranin kita ke dr. Andi Nanis di klinik tumbuh kembang RSIA Bunda Jakarta. Sebenernya klinik tumbuh kembang yang dimaksud hanyalah sekumpulan DSA dengan subspesialis terkait tumbuh kembang anak, yang dengan perjanjian bisa praktek di poliklinik anak RSIA Bunda. Bubun belum melihat ada satu area khusus yang dedicatedĀ sebagai klinik tumbuh kembang anak di RSIA Bunda.

Picture’s from http://www.bunda.co.id

Janji temu denganĀ dr. Nanis Read the rest of this entry »


Serial Berat Badan Bumi (Season IV) – Ternyata GERD

Lanjut terus dari sana

Endoskopi Bumi

Jum’at malam sepulang dari daycare, Ā Bumi diajak makan sebelum puasa menjelang endoskopi yang dijadwalkan esoknya, hari Sabtu, 19 April 2014. Puasa makan 6 jam sebelum prosedur berlangsung (air putih masih boleh) dan puasa totalĀ 2 jam sebelumnya. Harusnya sih nggak terlalu sulit ya. Tapi entah mengapa, pukul 5 Bumi bangun minta nenen. Dari mulai merengek sampe teriak-teriak histeris karena kehausan. Dikasih air putih nolak. Kita takutnya ASI tergolong susu, yang harus puasa juga. Sekitar jam 7-an, Bumi kembali tidur. Ayah dan Bubun pun siap-siap. Bubun mandiin adik Lala dan nyiapin bekal untukĀ Bumi sementara Bumi masih tidur.

Sekitar pukul 08.00 Read the rest of this entry »


Serial Berat Badan Bumi (Season IV) – Inikah sebabnya?

Lanjutan dari cerita itu

Berbekal surat pengantar dari dr. Tiwi yang diperoleh pada saat check-up Langit hari Jumat tanggal 11 April 2014 itu, Bubun pun nelpon ke RS MMC Kuningan untuk bikin janji dengan dr. Pramita Gayatri (dr. Mita). Beliau kontrol setiap hari Rabu dan Sabtu. Langsunglah daftar yangĀ untuk esoknya, tanggal 12 April 2014. Gerak cepat pokoknya!

Konsul pertama dr. Mita

dr. Mita mulai praktek jam 3 sore, kita baru berangkat dari apartemen jam 4 sore. Formasi lengkap: Ayah, Bubun, Bumi, Langit dan si Teteh. Yup! Langit usia 6 hari udah ikut nemenin Bumi ke dokter. Soalnya si teteh belum berani ditinggal berdua Langit di rumah. Takut belum bisa menghandle soalnya. Manalah Langit belum dilatih minum dot (lagian, terlalu dini rasanya dilatih ngedot belum sebulan, takut bingung puting kan yak?)

Read the rest of this entry »