Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Oh Lala…

Sebenernya masalah drama ART adalah topik yang paling Bubun hindarin di blog ini.
Capek hati ih. Males inget-inget runtutan ceritanya yang berliku macam sinetron kejar tayang.

Tapi karena kejadian beberapa waktu lalu, Bubun pikir perlu nih cerita garis besarnya. Sebagai pengingat aja untuk hari esok.

Jadi gini…
Karena Bubun udah bulat mutusin bahwa Langit dirawat di rumah aja, nggak di daycare seperti Bumi (at least sampai usia 1 tahun), ketika hamil Langit Bubun udah sibuk nyari-nyari pengasuh dan ART untuk memastikan itu.

Ncus Anik
Bulan Januari 2014, Bubun dipertemukan dengan suster (panggilan untuk nanny/baby sitter yang udah mendapat pendidikan khusus) Anik. Sebenernya sih, Bubun nggak mampu nge-hire dia. Soalnya gajinya beda dikit dengan Bubun ^^!
Tapi karena cocok, yasudahlah ya… Read the rest of this entry »


A Night Terror (Part I)

Hampir seminggu ini, kita menjalani masa-masa berat. Ayah dan Bubun sama-sama capek. Macet makin parah akhir-akhir ini. Sore sampai pagi hari adalah puncaknya. Pulang kantor, Ayah nyetir di antara kemacetan sambil berusaha menghibur Bumi yang ngamuk selama perjalanan. Bubun sudah masuk trimester ketiga, makin sering ngos-ngosan. Kita nyampe rumah jam 20.00 – 20.30 kalau jalan lagi agak bersahabat. Bubun nyuci, masak, jemur, beberes seadanya. Ayah megangin Bumi yang rewel. Kadang Bumi harus dibawa turun ke lobby apartemen, playground atau ke minimarket terdekat supaya bisa tenang.

Read the rest of this entry »


Terpapar Diare!

Sejak positif mengandung Adik Langit, Bubun udah nggak lagi mengkonsumsi booster ASI. Semuanya stop kecuali domperidone yang Bubun konsumsi karena mual tak tertahankan. Kehamilan kali ini memang agak kenceng mualnya dibandingkan sebelumnya. Kadang di jam kerja, Bubun tak kuasa menahan tidur karena pusing dan letih. Sekali waktu, Bubun ditugaskan untuk mengikuti pelatihan di luar kantor selama seminggu. Di tengah-tengah pelatihan, terkadang Bubun harus ngungsi ke ruang kesehatan untuk istirahat.

Jika sebelumnya Bubun masih giat maksain merah ASI, setelah ketahuan hamil ini, Bubun udah nggak kuat lagi. Energi udah terkuras dan puting juga makin sakit dari hari ke hari. Jadi, Bumi nggak punya stok ASIP. Ya, ada sih… tapi cuma 10 ml untuk setengah hari :'(((((

Kadang sebagai pengganti, cuma dikasih jus buah. Yang mana kalorinya jauh lebih rendah. Syukurlah Bumi makannya cukup lahap.

Tapi Pengasuh di TPA cerita kalau di jam minum ASIP, Bumi seringkali kedapatan sedang merebut botol/dot temen Bumi yang lagi minum ASIP. Bumi juga sering nangis karena alih-alih dikasih ASIP sama temennya, dia cuma dikasih air putih aja. Hati ibu mana yang nggak mencelos coba…?

Read the rest of this entry »


Balada Car Seat si Bumi (Part II)

Bubun bisa berencana, nyatanya ada hal-hal di luar dugaan yang bisa menganggu rencana tersebut. Dua hari setelah lahir, bilirubin Bumi cukup tinggi dan muncullah drama per-ASI-an pasca lahiran karena kurangnya support dari keluarga. Jadi ketika keluar dari rumah sakit, Bubun dalam kondisi mental yang kurang baik (dan mata bengkak karena nangis berjam-jam). Ketika Oma bersikeras untuk mengendong Bumi dalam perjalanan pulang, Bubun sudah tidak punya cukup energi untuk membantah, bahkan untuk sekedar berbicara pun rasanya sudah tidak sanggup. Apalagi, berat badan Bumi hanya 2,7 kg ketika itu. Bubun tidak pede juga mendudukkan Bumi di car seat. Alhasil, si Maxi Cosi Cabriofix pun disimpan di bagasi.

Pertama kali ke RS, seminggu sesudah keluar dari RS, Bumi cek ke DSA (dokter spesialis anak). Syukurlah, beratnya sudah nyaris 3 kg. Tapi, menurut Ayah Bubun, lebih baik jika Bumi digendong selama naik mobil mengingat badannya masih sangat mungil.

Ketika berusia 40 hari, Bumi ikut Bubun dan Ayah berkendara ke Pamulang, untuk mengurus rumah yang akan dikontrakkan. Selama perjalanan 2 jam, Bumi duduk di car seat dengan aman dan tenang sembari tidur. Namun ketika pulang, Bumi ingin menyusu sehingga terpaksa Bubun angkat dari car seat. Semestinya, Bubun bisa memberinya ASIP. Tapi, Bubun kesulitan dan kikuk memberikan ASIP jika harus menggunakan cup feeder di dalam perjalanan. Sementara waktu itu, Bumi belum diperkenalkan dengan dot karena ketakutan Bubun terhadap bingung puting.

DSCN4225

Pertama kali Bumi mencoba car seat

Read the rest of this entry »


Berenang di Galenia

Sejak minggu lalu, habis cek rutin sekaligus imunisasi DPT+HIB+Polio Kedua di dr. Tiwi, Bubun banyakan merenung. Sedih banget. Pasalnya, kata dokter, kenaikan Berat Badan (BB) Ade di bawah batas bawah, yaitu 400 gram (untuk anak seusia 4 bulan, normalnya 450-600 gram). Padahal di Bulan pertama dan kedua, kenaikan BB Ade sebanyak 1,2 kg dan 1,3 kg lho. :(((

Bubun jadi sering melamun, kilas balik saat-saat ketika Ade masih montok. Terus nemu foto-foto waktu jalan-jalan ke Bandung di sekitar akhir november – awal desember tahun lalu ketika Ade saat itu masih 2 bulan dan BB-nya udah 6 kg aja. :’)

Waktu itu, ayah ada dinas ke Bandung beberapa hari. Kita pun ikut dan sempet nyobain berenang (yang satu paket dengan Baby Spa) di Galenia MCC (itu lho, klinik bersalin yang tadinya Bubun kepengen banget lahiran di sana). Seneng banget karena Ade kayaknya suka.

Karena Ayah ada urusna kantor, kita dianterin sama adiknya Bubun, Ony Nita yang sore itu lagi nggak ada jadwal koass di RS. Biar sekalian mandi sore, Bubun booking nya untuk jam 4 sore. Nyampe sana sekitar jam 4 kurang 5 menit, masih ada bayi yang sedang berenang. Oh iya, tempat berenangnya ini dari kaca, di samping teras pintu masuk klinik, jadi kita bisa ngeliat dari luar.

jezzy

Ony Nita parkir pas depan tempat berenang, persis depan pintu depan klinik

Read the rest of this entry »


Bumi Masuk ‘Sekolah’

Ada pertanyaan besar yang mengganggu Bubun selama mengandung Bumbum dan sesudah persalinan: siapa yang akan mengasuh Bumbum selama Bubun kerja?

ada 3 opsi yang dimiliki ibu bekerja pada umumnya, atas pertanyaan yang sama.

  1. Nenek/Kakek atau anggota keluarga lain
  2. Asisten Rumah Tangga
  3. Baby Sitter
  4. Day Care/TPA

Read the rest of this entry »