Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Tidur nyenyak, Bumi!

Jika ada satu pelajaran paling penting yang dapat dipetik dari pengalaman menjadi orang tua dan mengasuh Bumi dan Langit, itu adalah ciptakan rutinitas bagi anak sedari dini.

Sedari lahir, Bumi tidak memiliki rutinitas dan jadwal yang pasti tiap hari, selama satu minggu. Di hari kerja, dari pagi sampai sore, ia memiliki keteraturan jadwal di daycare. Tapi begitu di rumah, jadwal makan, tidur, dan bermain akan fleksibel mengikuti saya dan suami. Ketika itu, saya kewalahan karena jam kerja yang kadang sampai malam, dan tidak mempunyai kemewahan berupa asisten rumah tangga atau sanak keluarga yang bisa membantu mengasuh Bumi. Alhasil, perkara disiplin menjadi prioritas nomor sekian.

Belakangan baru saya ketahui bahwa Read the rest of this entry »

Advertisements

Cerita-cerita yang lalu

Katanya kalau lagi dalam kondisi labil eko… eh labil emosi, baiknya jauh-jauh dari Social Media.
Karenanya, Bubun pun mengambil langkah hiatus dari blog ini dalam beberapa bulan terakhir untuk mengendapkan kesedihan, amarah, dan segala bentuk emosi lainnya. Lagian, kalau dipikir-dipikir kumpulan ‘surat’ untuk Bumi dan Langit di blog ini kok lama-lama isinya standar: kemalangan dan kesedihan aja. Padahal kan hidup itu nano-nano, penuh warna warni dan rasanya mengezutkan. Jangan sampai kelak ketika Bumi dan Langit baca ini, mikirnya Bubunnya depresif, pengen loncat dari jembatan terus. Padahal mah itu kadang-kadang aja. Seringnya sih, pengen loncat dari lantai 15 sebuah apartemen di bilangan Jakarta Pusat…

Setelah Read the rest of this entry »


It’s getting closer!

Udah 12 hari berlalu sejak Bubun cuti lahiran.
Terus Bubun kok nggak nulis di sini lagi?

Hehe. Hehe. *garuk-garuk kepala*

Minggu pertama cuti, Bubun fokus belajar untuk ngikutin suatu tes. Berasa banget ya ternyata, hamil gede 35 minggu belajar hitung-hitungan dan logika. Lagi nggak hamil aja Bubun nggak ‘nyampe’. Apalagi lagi hamil yang notabene kemampuan otaknya berkurang signifikan (yang pernah hamil pasti ngerti betapa lemotnya otak di kala sedang mengandung). Ditambah lagi kalau lihat faktanya, Bubun sebenernya belum pulih bener dari kelemotan pasca hamil pertama. Jadi, kemampuan otak sedang di titik-titik terendah dalam hidup. Hihi.

Read the rest of this entry »


Balada Car Seat si Bumi (Part II)

Bubun bisa berencana, nyatanya ada hal-hal di luar dugaan yang bisa menganggu rencana tersebut. Dua hari setelah lahir, bilirubin Bumi cukup tinggi dan muncullah drama per-ASI-an pasca lahiran karena kurangnya support dari keluarga. Jadi ketika keluar dari rumah sakit, Bubun dalam kondisi mental yang kurang baik (dan mata bengkak karena nangis berjam-jam). Ketika Oma bersikeras untuk mengendong Bumi dalam perjalanan pulang, Bubun sudah tidak punya cukup energi untuk membantah, bahkan untuk sekedar berbicara pun rasanya sudah tidak sanggup. Apalagi, berat badan Bumi hanya 2,7 kg ketika itu. Bubun tidak pede juga mendudukkan Bumi di car seat. Alhasil, si Maxi Cosi Cabriofix pun disimpan di bagasi.

Pertama kali ke RS, seminggu sesudah keluar dari RS, Bumi cek ke DSA (dokter spesialis anak). Syukurlah, beratnya sudah nyaris 3 kg. Tapi, menurut Ayah Bubun, lebih baik jika Bumi digendong selama naik mobil mengingat badannya masih sangat mungil.

Ketika berusia 40 hari, Bumi ikut Bubun dan Ayah berkendara ke Pamulang, untuk mengurus rumah yang akan dikontrakkan. Selama perjalanan 2 jam, Bumi duduk di car seat dengan aman dan tenang sembari tidur. Namun ketika pulang, Bumi ingin menyusu sehingga terpaksa Bubun angkat dari car seat. Semestinya, Bubun bisa memberinya ASIP. Tapi, Bubun kesulitan dan kikuk memberikan ASIP jika harus menggunakan cup feeder di dalam perjalanan. Sementara waktu itu, Bumi belum diperkenalkan dengan dot karena ketakutan Bubun terhadap bingung puting.

DSCN4225

Pertama kali Bumi mencoba car seat

Read the rest of this entry »


Balada Car Seat si Bumi (Part I)

Seperti halnya calon ibu baru lainnya, ketika masih mengandung Bumi, Bubun sudah sangat excited dengan urusan printilan berbau ‘bayi’, termasuk baby gear. Rasanya, seru sekali memilih-milih jenis dan merek stroller, gendongan, baby crib, baby chair, atau car seat. Tapi untuk urusan car seat, bukan cuma sekedar seru, ada urgensi yang menjadikan barang ini vital untuk dimiliki ibu seperti Bubun. Sejak semula Bubun dan Ayah sudah berencana untuk menggunakan jasa daycare atau Tempat Penitipan Anak (TPA) di waktu bekerja. Sehingga sejak berusia 2 bulan, Bumi ikut pergi pulang naik mobil dari rumah menuju kantor dan juga sebaliknya.

Bahkan kalaupun Bumi tidak dititipkan di TPA, car seat ini penting karena keselamatan Bumi jika berkendara akan bergantung padanya. Apalagi kalau melihat tingginya angka kecelakaan yang melibatkan bayi atau anak-anak. Hal yang mana, semestinya bisa diminimalisasi dengan adanya car seat. Ini sesungguhnya adalah pengetahuan baru bagi Bubun ketika mengandung. Wajar mungkin, karena di lingkungan sekitar, Bubun lihat jika berkendara, bayi digendong atau dipangku. Sementara anak yang dirasa sudah cukup besar, akan duduk di kursi penumpang seperti orang dewasa.

Read the rest of this entry »


Rambut (Model?) Baru!

Sejak lahir sampai usia 4 bulan, Ade belum pernah dicukur. Paling waktu aqiqah dulu, digunting ujung-ujung rambutnya. Meskipun ditakut-takutin sama Ony Nita, kalau ade bakal nggak punya rambut atau rambutnya tipis kalau nggak dicukur, Bubun dan Ayah belum merasa perlu untuk cukurin rambut Ade. Apalagi gara-gara ART bilang ke Ayah kalau anak bayi harus lepas rambut bayinya sebagai ‘syarat’, Ayah makin nggak mau cukurin rambut Ade. Ayah emang paling nggak suka komen-komen berbau mistis atau nggak jelas alasannya. Padahal tadinya udah hampi tuh rambut Ade dicukur, pas tanggal 31 Desember 2012. Waktu itu kita ke RS Carolus di Salemba. Bubun udah bikin janji dengan susternya. Tapi nyampe sana, susternya ngilang entah kemana. Karena nggak nyaman nunggu di area yang banyak orang sakit (dan Ayah udah marah-marah karena Ade dibawa ke RS umum), akhirnya batal deh. Terus sesudah itu, udah beberapa kali diniatin mau ke salon bayi untuk cukur, tapi selalu ketunda.

Tanggal 3 Maret 2013 lalu, Bubun mutusin untuk cukurin rambut Ade sendiri setelah denger pengalaman Bunda-nya Sarah, temen Ade di TPA. Dari ceritanya kok sepertinya nggak terlalu susah. Sebelum mandi pagi, rambut Ade Bubun cukur pelan-pelan.

???????????????????????????????

Read the rest of this entry »


Oh the pretty faces!

Ada yang berbeda setelah Ade lahir. Meja kerja Ayah dan Bubun di kantor diwarnai oleh potret wajah-wajah mungil ini Ade.

Meja Ayah:

IMG-20121129-00620

IMG-20121129-00619

Meja Bubun:

Gambir-20130218-01172

Insya Allah, makin semangat kerjanya. :’)