Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Full term… and ready to deliver?

Akhirnya Adik Lala dalam perut udah genap 38 Minggu. Artinya udah cukup umur dan siap untuk melihat dunia.
Adiknya mungkin udah siap secara fisik, tapi apakah Bubun udah siap? No. Not yet.

Masih ada beberapa hal yang perlu disiapin.

Persiapan peralatan/keperluan bayi
Minggu lalu udah sempat belanja keperluan bayi yang masih kurang di Toko Audrey Baby. Nggak banyak sih belanjanya. Untuk ngelengkapin yang kemaren Bubun ceritain itu. Cuma segini aja:

???????????????????????????????

Read the rest of this entry »

Advertisements

It’s getting closer!

Udah 12 hari berlalu sejak Bubun cuti lahiran.
Terus Bubun kok nggak nulis di sini lagi?

Hehe. Hehe. *garuk-garuk kepala*

Minggu pertama cuti, Bubun fokus belajar untuk ngikutin suatu tes. Berasa banget ya ternyata, hamil gede 35 minggu belajar hitung-hitungan dan logika. Lagi nggak hamil aja Bubun nggak ‘nyampe’. Apalagi lagi hamil yang notabene kemampuan otaknya berkurang signifikan (yang pernah hamil pasti ngerti betapa lemotnya otak di kala sedang mengandung). Ditambah lagi kalau lihat faktanya, Bubun sebenernya belum pulih bener dari kelemotan pasca hamil pertama. Jadi, kemampuan otak sedang di titik-titik terendah dalam hidup. Hihi.

Read the rest of this entry »


Balada Car Seat si Bumi (Part II)

Bubun bisa berencana, nyatanya ada hal-hal di luar dugaan yang bisa menganggu rencana tersebut. Dua hari setelah lahir, bilirubin Bumi cukup tinggi dan muncullah drama per-ASI-an pasca lahiran karena kurangnya support dari keluarga. Jadi ketika keluar dari rumah sakit, Bubun dalam kondisi mental yang kurang baik (dan mata bengkak karena nangis berjam-jam). Ketika Oma bersikeras untuk mengendong Bumi dalam perjalanan pulang, Bubun sudah tidak punya cukup energi untuk membantah, bahkan untuk sekedar berbicara pun rasanya sudah tidak sanggup. Apalagi, berat badan Bumi hanya 2,7 kg ketika itu. Bubun tidak pede juga mendudukkan Bumi di car seat. Alhasil, si Maxi Cosi Cabriofix pun disimpan di bagasi.

Pertama kali ke RS, seminggu sesudah keluar dari RS, Bumi cek ke DSA (dokter spesialis anak). Syukurlah, beratnya sudah nyaris 3 kg. Tapi, menurut Ayah Bubun, lebih baik jika Bumi digendong selama naik mobil mengingat badannya masih sangat mungil.

Ketika berusia 40 hari, Bumi ikut Bubun dan Ayah berkendara ke Pamulang, untuk mengurus rumah yang akan dikontrakkan. Selama perjalanan 2 jam, Bumi duduk di car seat dengan aman dan tenang sembari tidur. Namun ketika pulang, Bumi ingin menyusu sehingga terpaksa Bubun angkat dari car seat. Semestinya, Bubun bisa memberinya ASIP. Tapi, Bubun kesulitan dan kikuk memberikan ASIP jika harus menggunakan cup feeder di dalam perjalanan. Sementara waktu itu, Bumi belum diperkenalkan dengan dot karena ketakutan Bubun terhadap bingung puting.

DSCN4225

Pertama kali Bumi mencoba car seat

Read the rest of this entry »


Pospak? Kirain Clodi aja?

Orang boleh berencana. Tapi realisasi rencana itu terkadang nggak sesuai harapan.

Jadi, seperti diceritain di sini, awalnya Bubun udah niat murni dan suci mendidik Bumbum hidup eco-green sejak dini dengan mengurangi pemakaian pospak dan menggantinya dengan clodi. Udah modal 9 clodi pun… (sekarang malah udah punya 10) Apa daya, TPA tempat Bumbum sekolah tiap senin-Jum’at jam 07.30 sampai 17.00, mengharuskan pemakaian Disposable diaper alias Popok Sekali Pakai alias Pospak. Alasannya, kalau Clodi kotor nggak higienis disimpan di lingkungan TPA, sebelum dibawa pulang ke rumah.

Ya, akhirnya clodinya cuma dipakai di rumah. Malam sampai pagi dan Sabtu – Minggu sepanjang hari.

Tapi itu cuma bertahan sampai Ade berusia sekitar 4-5 bulan. Kenapa? Read the rest of this entry »


Dipilih.. dipilih..

Setelah fixed memilih Ergo sebagai carrier Ade, Bubun masih ada PR lanjutan, yaitu: milih jenis Ergo yang mana? Karena eh karena….:

1. Ergo ngeluarin banyak banget varian.
2. Harga Ergo mihil benjeut. Kalau salah beli, hiks.. hikss… jangan sampe deh. Ya, bisa dijual lagi sih. Toh, banyak yang nyari juga. Tapi kan repot ya?

Setelah nonton tayangan berjudul “How to choose your ergo” di sini:

Akhirnya Bubun bisa menyimpulkan bahwa Ergo terdiri dari 3 Tipe, yaitu:

Read the rest of this entry »


Antara Sleepywrap, Beco Gemini dan Ergo Baby Carrier

Salah satu hal yang Bubun sesali selama beberapa bulan terakhir ini adalah: Kenapa nggak beli gendongan dari dulu..?

Sewaktu berusia 1,5 bulan, Ade sudah mencapai 2x berat lahir, yaitu sekitar 5,5 kg. Lumayan pegel gendonginnya. Apalagi di usia segitu, Ade lagi seneng-senengnya posisi berdiri. Sebenernya usia segitu, Bumbum udah dapet lungsuran dari temen Ayah berupa wrap yang mereknya… apa ya..? lupa. Pokonya produksi lokal. Sebut saja, ‘unbranded wrap’. Sayangnya karena Ade itu cepet banget panjangnya, begitu dicobain posisi craddle, eh langsung ngamuk karena badan kelipet. Ditambah lagi, karena lungsuran, wrap-nya udah agak melar. Jadi, melorot gitu Ade kalo digendong. Mau dicobain posisi berdiri, Bubun masih takut. Soalnya ngeri tulang Ade masih rapuh dan bisa bikin struktur tulang kaki Ade nggak tumbuh sempurna. Ya itu ketakutan dari hasil analisis sotoy sih. Tapi tetep aja, ngeri.

Begitu masuk TPA, Bubun harus kerja lebih keras lagi. Karena gendongin Ade dan berjalan dari parkiran ke TPA selama 5-8 menit, cukup membuat linu ternyata. Hehe. Sebenernya udah kepengen banget beli sleepy wrap atau SSC (Soft Structure Carrier) yang bisa buat gendong posisi ‘berdiri’ sejak saat itu. Tapi, Bubun bersikukuh untuk menunggu sampe Ade usia 4 bulan. Kenapa mesti nunggu selama itu? Soalnya baca-baca, pendapat yang konservatif bilangnya untuk digendong posisi seperti itu, baiknya bayi berusia 4 bulan dulu. Karena Bubun orangnya takutan, jadi ngikutin pendapat ini.

Menjelang usia 4 bulan, Bubun nyari rental carrier seperti yang pernah Bubun ceritain dulu itu. Terus nyobain si unbranded wrap sebagai perbandingan juga. Tujuannya untuk mencari carrier yang paling cocok untuk Ayah/Bubun dan Ade. Kira-kira gini gambaran hasil pemakaian beberapa gendongan modern itu:

1. Unbranded Wrap

DSCN6298

Read the rest of this entry »


Clodinya Ade Bumbum

Jadi sewaktu hamil dulu, Bubun keracunan belanja online. Salah satu baby gear (eh, ini masuk baby gear nggak ya?) yang sempat bikin kalap mata adalah Cloth Diaper alias Clodi. Sampai sebelum Ade lahir, Bubun udah beli 8 paket clodi. Lalu, setelah Ade 1 bulan lebih, Bubun beli 1 lagi karena ngerasa kurang. Kemaren-kemaren, Bubun sempat menang kuis dari Little Hannah Shop, yang hadiahnya juga Clodi. Total, udah ada 10 clodi di lemari Ade. Mari lihat satu satu….

clodi semua

Read the rest of this entry »