Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Tidur nyenyak, Bumi!

Jika ada satu pelajaran paling penting yang dapat dipetik dari pengalaman menjadi orang tua dan mengasuh Bumi dan Langit, itu adalah ciptakan rutinitas bagi anak sedari dini.

Sedari lahir, Bumi tidak memiliki rutinitas dan jadwal yang pasti tiap hari, selama satu minggu. Di hari kerja, dari pagi sampai sore, ia memiliki keteraturan jadwal di daycare. Tapi begitu di rumah, jadwal makan, tidur, dan bermain akan fleksibel mengikuti saya dan suami. Ketika itu, saya kewalahan karena jam kerja yang kadang sampai malam, dan tidak mempunyai kemewahan berupa asisten rumah tangga atau sanak keluarga yang bisa membantu mengasuh Bumi. Alhasil, perkara disiplin menjadi prioritas nomor sekian.

Belakangan baru saya ketahui bahwa rutinitas bagi anak tidak semata masalah disiplin belaka. Ada banyak alasan yang menjadikan rutinitas perlu ditetapkan sejak bayi.

Menurut sejumlah pakar, keteraturan jadwal menjadi kebutuhan mendasar bagi anak. Dengan adanya rutinitas, bayi akan merasa aman, rileks, dan terhindar dari temper tantrum. Rutinitas juga melindungi anak dari perubahan besar yang tidak diharapkan. Pada dasarnya, bayi menyukai keteraturan dan situasi yang terprediksi. Adanya perubahan seringkali membuat bayi cranky karena merasa tidak nyaman. Pada akhirnya, rutinitas akan membuat bayi merasa bahagia.

Bagi orang tua, khususnya orang tua baru, pengasuhan anak membutuhkan banyak energi dan menuntut kesabaran. Kebayang kan, bagaimana setelah letih sepulang kerja masih harus berurusan dengan episode tantrum anak atau betapa besar perjuangan yang harus dilalui (dalam kasus saya: jungkir balik, kayang, sikap lilin, dan salto) setiap menghadapi anak yang menutup mulut rapat-rapat tiap kali harus makan?

Ternyata, keteraturan jadwal pada anak akan membuat segalanya lebih mudah. Tak perlu khawatir jika akhir pekan akan lebih sulit ketimbang hari kerja. Ada atau tidak ada pengasuh, anak akan cenderung berperilaku sama. Jika terdapat pergantian pengasuh pun, transisi akan lebih mudah. Anak tidak terlalu kaget karena telah memiliki pola asuh yang terjadwal. Baik orang tuan maupun pengasuh (jika ada) pun sudah sama-sama tahu apa yang perlu dilakukan di tiap waktu.

Di atas semua itu, akan lebih mudah memastikan bahwa asupan makan dan kebutuhan istirahat anak tercukupi jika ada jadwal yang teratur. Ujung-ujungnya, kesehatan dan tumbuh kembang anak pun dapat terjaga.

Jika saja saya menerapkan rutinitas harian kepada Bumi, tidak hanya ia akan tumbuh lebih optimal, tapi juga saya akan lebih dimudahkan. Bahkan mungkin, stres yang berlanjut dengan depresi tidak perlu saya alami.

Tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, ketika Langit lahir saya mulai pelan-pelan menerapkan rutinitas sejak ia berusia 1 bulan. Sampai kini, menjelang Langit genap 1 tahun, jadwal hariannya tidak banyak berubah. Makan, minum, mandi, dan tidur jelas dan tetap waktunya. Jikapun travelling atau ada keharusan keluar rumah untuk imunisasi misalnya, perubahannya tidak terlalu ekstrim. Maksimal melenceng 1 jam dari jadwal semula. Entah mungkin saya yang terlalu menyederhanakan, tapi saya percaya rutinitas itu salah satu penyebab utama mengapa sampai sekarang Langit Alhamdulillah sehat dan bertumbuh lebih baik dari Bumi.

Sayangnya, apa yang berhasil diterapkan kepada Langit, sangat sulit untuk Bumi. Mungkin karena kadung terlalu lama. Saya seringkali membuat excuse untuk diri sendiri, bahwa toh di daycare Bumi teratur jadwalnya. Tak mengapalah jika 2 hari dalam seminggu kami sedikit longgar. Masalah datang ketika karena satu dan lain alasan, Bumi akhirnya harus berhenti ke daycare dan stay di rumah.

Sudah sebulan lebih Bumi di rumah dan kami terseok-seok menerapkan rutinitas serta disiplin. Satu hal yang paling menonjol adalah persoalan tidur. Dari yang sebelumnya, Bumi tidur siang sekali sehari, menjadi tidak ada sama sekali. Bangun dan tidur malam pun tidak tentu jamnya. Ini menjadi sorotan DSA (Dokter spesialis anak) Bumi. Pasalnya, sebagaimana yang dipaparkan di sini, Bumi tengah berjuang keluar dari kategori gagal tumbuh. Segala upaya yang sudah kami tempuh, akan menjadi kurang optimal jika Bumi tidak mendapatkan istirahat yang cukup.

Selain itu, terasa sekali perubahan dalam perilaku sejak jam tidurnya tidak teratur. Karena kecapekan, Bumi seringkali rewel tanpa bisa kami tenangkan. Para orang tua pastinya tahu, bagaimana sulitnya berkomunikasi dengan anak yang cranky karena ngantuk. Matanya selalu kuyu dan mulai ada lingkar hitam yang samar. Sungguh tidak layak untuk anak yang baru menginjak usia 2,5 tahun! Akibatnya, saya pun menjadi ikut-ikutan gelisah, cemas, dan tertekan. Irritated children irritating parents. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sudah cukup episode drama kumbara yang menguras air mata dan berat badan (saya dan Bumi!). Setelah mencari-cari, saya menemukan beberapa saran dalam menciptakan rutinitas tidur bagi anak.

  1. Ajak anak mengeluarkan cukup energi, tapi tidak berlebih sampai membuat lelah atau terlalu bersemangat, sekitar 2 jam sebelum tidur.
  2. Buat tahapan rutin yang menenangkan sebelum tidur, misalnya: mandi, sikat gigi, menggunakan piyama, dan pijatan lembut. Setelah beberapa lama terbiasa dengan rutinitas ini, anak akan ternyamankan dengan bukan tidak mungkin meminta orang tua untuk melakukan hal tersebut pada waktunya.
  3. Jadilah contoh dengan melakukan hal sama. Percuma saja memerintahkan anak melakukan sejumlah hal tanpa memberinya panutan yang sesuai.
  4. Konsisten untuk meletakkan anak di tempat tidur pada waktunya. Coba konsisten, meskipun anak merengek minta keluar kamar.
  5. Ngobrol ringan. Tidak perlu terlalu lama, sekedar untuk membuat anak rileks.
  6. Bacakan buku dengan cerita yang membuai untuk tidur. Kehadiran buku bisa digantikan dengan cerita yang kita kisahkan sendiri. Bedtime story favorit Bumi adalah Goodnight Moon. Saya sampai hapal setiap kata tanpa perlu membuka bukunya.
  7. Nyanyikan lagu pengantar tidur atau putarkan lagu-lagu nina bobo.
  8. Berhitung atau mengucapkan alphabet bersama. Ini cocok sekali untuk balita yang baru mengenal huruf dan angka. Bumi paling senang dengan ritual ini. Cuma kadang perlu berhati-hati, jangan sampai dia malah jadi terlalu excited. Triknya bisa dengan membuat semacam ‘lomba’ menuju suasana hening. Setelah angka 10, saatnya untuk berhenti bicara dan kalau perlu menutup mata.
  9. Berikan pelukan dan ucapakan selamat tidur sebelum meminta anak tenang dan tidak bersuara.

Ada beberapa saran yang kadang saya hindari, seperti:

  • Memberikan boneka atau barang untuk menemani tidur. Saya tidak ingin bumi tergantung pada benda-benda apapun (selain buku) yang tanpanya ia tidak dapat tidur. Rasanya kok akan merepotkan sekali, apalagi jika terbawa sampai dewasa. Ya! Selimut dari bayi atau bantal yang tidak pernah dicuci belasan tahun adalah hal yang tidak ingin saya lihat ada di kehidupan Bumi dan Langit kelak😀
  • Memutarkan lagu. Alasannya serupa, saya tidak ingin nantinya bergantung pada hal-hal yang tidak selalu ada setiap saat. Tapi mungkin bagi beberapa anak lain, musik akan lebih menenangkan ketimbang cerita.
  • Pijatan. Bumi sangat tidak suka menggunakan minyak. Padahal dulu sewaktu bayi, essential oil seperti lavender pernah jadi andalan untuk membuat Bumi rileks. Jadi, pijatan kadang saya gantikan dengan usapan lembut di telapak kaki, tangan, punggung, dan kepala sambil bercerita, membacakan buku, atau bersenandung nina bobo.

Selain hal tersebut di atas, ada satu hal yang harus dipastikan sebelum memulai rutinitas tidur, yaitu suasana yang nyaman dan menangkan. Saya pribadi lebih suka jika tidur dengan lampu mati. Paling tidak dengan cahaya redup. Saya percaya, kondisi demikian lebih baik untuk istirahat.

Masalahnya, entah mengapa nyamuk sering sekali hadir di kala gelap. Padahal kamar sudah saya jaga kebersihannya, tanpa ada tempat yang lembab atau gantungan baju, bahkan AC pun sudah diatur agak sejuk. Sayangnya, Bumi memiliki kulit yang sangat sensitif. Baik di rumah ataupun dulu di daycare, Bumi sering sekali digigit serangga. Kalau digigit, baik serangga atau nyamuk, pada kulit Bumi akan muncul bentol-bentol besar. Sekali bentol, sembuhnya lama sekali. Saya juga takut kalau Bumi sampai terjangkit penyakit demam berdarah, mengingat ketahanan tubuhnya yang tidak sebaik anak-anak yang tidak didiagnosa gagal tumbuh. Jadi, saya berusaha ekstra memastikan tidak ada nyamuk yang menggigit Bumi.

Beberapa kali kami menggunakan obat nyamuk semprot yang wanginya sangat tajam dan membuat saya sesak napas. Bumi pun sepertinya kurang nyaman karena terbatuk-batuk. Tapi, jika kami tidak menggunakannya, Bumi sering terbangun tengah malam kalau digigit nyamuk. Kalau sudah begitu, jadinya akan repot sekali. Bagaimana tidak rewel kalau bekas gigitannya seperti ini?

Setelah mencari informasi, beberapa waktu lalu saya menemukan tips untuk mencegah nyamuk di sini:

Dari situ, saya berkenalan dengan Baygon liquid electric yang memiliki 3 varian, yaitu Baygon liquid electric base, Baygon liquid electric dual power, dan Baygon liquid electric advanced. Baygon ini efektif mengusir nyamuk dan melindungi sepanjang 45 malam, sampai dengan 8 jam perhari! Daya jangkaunya pun sangat luas, sampai dengan 30m3. Karena aromanya lembut tanpa asap, tak perlu pake sesak napas dan batuk lagi. Cara pakainya pun sangat mudah, tinggal menghubungkan pemanas ke kontak listrik, tidak perlu diganti tiap hari sampai dengan 45 malam. Listrik yang digunakan pun Cuma 3 watt sehingga hemat listrik sampai 40%. Serunya lagi, wanginya tersedia dalam 3 jenis, yaitu pine scent, natural eucalyptus scent, dan favorit saya: Lavender.

Wah, pas nih dengan kebutuhan kami. Harus segera dicoba!

Mudah-mudahan dengan menggunakan Baygon ini, Bumi bisa tidur dengan nyaman tanpa distraksi. Harapannya sih, upaya mengatur rutinitas tidur tersebut bisa membuat kebutuhan istirahat Bumi tercukupkan baik secara kuantitas maupun kualitas sehingga Bumi bisa mengejar ketertinggalannya dalam hal pertumbuhan.

Tidur nyenyak, bertumbuhlah Bumi!


4 Comments on “Tidur nyenyak, Bumi!”

  1. mrbedelaje says:

    emang kalo untuk adek bayi obat nyamuk semprot ga cocok secara baunya itu naujubile….😀
    solusinya ya itu obat nyamuk yang bersahabat

  2. meena says:

    Pake javan kelambu yg segede tempat tidur aja mba. Murah meriah n aman

  3. meike says:

    Bun, kog dah lama gak nulis lagi..
    Seneng bgt baca blog ini… banyak yg bs kupelajari…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s