Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Black and Blue

Akhir-akhir ini, Bubun merasa kehilangan selera untuk menulis. Selalu begitu tiap kali serendengan hal terjadi dalam sekejap mata.

Satu-satunya hal yang memotivasi Bubun untuk bergerak tiap hari hanyalah Bumi dan Langit. Karena ‘menyerah’ sebagai seorang Ibu rasanya mustahil. Pertama-tama, menyerah pada apa?

Melepas pekerjaan, tinggal resign. Meninggalkan lingkungan, bisa pindah. Pernikahan pun bisa saja bubar. Tapi menanggalkan status Ibu, bagaimana? Sekali menjadi Ibu, selamanya menjadi Ibu. Bahkan kematian pun agaknya tidak bisa menjadikan seorang Ibu berhenti menjadi ibu.

Yang kedua, kalau Bubun menyerah, Bumi dan Langit bagaimana?

Bubun nggak tahu mau mulai dari mana. Mungkin… mari kita kilas balik satu-satu…

GERD yang kembali
Setelah kembali dari liburan di Bali, kita dihadapkan pada satu kenyataan: GERD Bumi kembali lagi. Feeling Bubun emang udah nggak enak sejak bikin janji dengan dr. Mitha. Ada beberapa gejala yang terlihat muncul lagi pada Bumi. Yang paling terlihat adalah Bumi makin susah makan.

20141011_130004

dr. Mitha merasa yakin kalau penyakit GERD Bumi kembali setelah melihat growth chart Bumi yang menunjukkan perlambatan dan mendengar cerita Bubun kalau Bumi sering ngemut ketika makan. Akhirnya, Bumi diminta kembali mengkonsumsi Nexium selama 1 minggu.

Karena beberapa pertimbangan, Ayah dan Bubun sempat memutuskan untuk nggak memberi Nexium lagi ke Bumi. Tapi, kemudian night terrors Bumi juga kembali. Rasanya tak berdaya tiap kali melihat Bumi tantrum tanpa bisa mengomunukasikan penyebabnya. Bubun coba ajak ngomong: “Sakit ya Bum? Sebelah mana?” Tapi Bumi seolah kehilangan kata-kata. Padahal Bumi udah punya cukup kosakata untuk ngungkapin perasaannya. Yang ada, Bumi ngeluh soal “Bata!” (bantal) atau “Ai puti” (Air Putih) atau “Cucu” (Susu). Anehnya, tiap kali diberi apa yang diminta, Bumi akan segera berubah pikiran. Depresi Bumi pun menular kepada Bubun. Akhirnya, Nexium-nya kita kasih lagi.

Terpaksa Suplementasi
Selama seminggu itu, Bubun coba fokus ke kenyamanan Bumi. Demi kenyamanan itu dan juga ketenangan Langit, Langit diungsikan kepada Suster. Bubun makin jarang nyusuin Langit ketika malam. Udah nggak pernah tidur bareng juga. Bubun merasa agak keteteran ngurusin Bumi tiap malam, jadinya suka nggak sadar tiap Langit bangun. Biasanya, kalau Langit bangun, Bubun akan ambil dari kamar sebelah dan nyusuin. Tapi melihat kerepotan Bubun, dan nggak enak bangunin, ahirnya Suster ngasih ASIP aja ke Langit tiap bangun malam.

20141025_160329

 

Stok ASIP yang tadinya memenuhin freezer, sekitar 18.000 ml (150 botol/asi plastik isi 120 ml) pada awal Agustus 2014 (naik dari sekitar 100 botol pada saat Langit 2 bulan dan cuti bersalin Bubun udah habi), akhirnya pelan-pelan habis.

Hari Rabu tanggal 15 Oktober 2014, Bubun terpaksa ikut rapat kantor sampai jam 10 malam. Ngirim pesan ke suster Anik, dapat info, ASIP terakhir sudah diminum sekitar jam 8 malam tadi. Jam setengah 11 malam, Bubun mampir ke Minimarket dekat apartemen, untuk beli Sufor. Hari itu produksi ASI bubun juga tinggal sekitar 300 ml. Nggak cukup untuk besoknya. Cap cip cus milih merek apa aja yang ada di etalase.

Nahas, uang cash Bubun nggak mencukupi untuk membeli sufor. Bubun minta dibayar pake debit. Tapi katanya mesin EDC-nya lagi rusak. Bubun minta dicoba aja, sambil memohon kepada kasir. Orang di belakang Bubun, seorang kakek paruh baya mulai gelisah. Ketika penyelia datang, dia bersedia nyobain. Syukurlah berhasil. Tapi Kakek di belakang Bubun itu tampak kesal banget. Mulailah dia ngeluarin kata-kata nggak enak sambil nunjuk-nunjuk Bubun. Bubun lirik belanjaannya: Sebungkus rokok!

Besoknya, Langit udah minum sufor. Katanya nggak gitu suka tapi masih mau minum meski nggak banyak. Bubun berjanji untuk akan berusaha supaya bisa Full ASI lagi. Dari mempersering perahan, makan kacang ijo, aneka galactagoge berbentuk sayuran, sampai sebotol Fennel essential oil yang katanya memperlancar ASI.

Hari Jumat 17 Oktober 2014, Bubun ikutan acara perayaan 30 tahun Avent di Bapindo. Bela-belain ngumpulin teman-teman untuk bisa daftar bareng event ini, demi sebuah breastpump gratis.🙂 Selama ini, Bubun merah pake tangan, tapi kadang kalau capek, dibantu breastpump elektrik yang sayangnya membran-nya hilang dan belum beli. Pulang dari acara tersebut, Bubun coba pompa ASI. Hasilnya lumayan banyak. Ada harapan yang kembali tersulut.

20141017_192047

Protes Langit

Akhir minggu, Bumi agak rewel. Selama dua hari itu, Ayah banyakan di luar rumah. Jadi, Bubun nggak bisa sering-sering megang Langit. Perasaan Bubun pun mulai nggak enak. Bubun nggak ingat apakah akhir minggu itu sempet nyusuin Langit.

Hari Sabtu malam, ketika Bumi udah agak tenang dan Bubun istirahat, Bubun bilang ke suster untuk bangunin Bubun kalau Langit nangis. Tapi selama 3 hari berturut-turut selanjutnya, suster nggak memenuhi janjinya. Katanya nggak enak bangunin Bubun. Kata Ayah juga, nggak apa-apa Langit sama suster. Supaya malam-malam Bubun bisa fokus ngurusin Langit.

Jauh di lubuk hati, Bubun sadar tengah menuai sesuatu yang buruk. Seninnya, Bubun mendapati bahwa Langit ngalamin nursing strike.

Dunia serasa runtuh.

Langit yang nggak pernah punya masalah menyusui, yang ketika lahir langsung bisa latch on tanpa meninggalkan nipple cracks pada Bubun, yang selama 7 jam di hari kedua lahir, menolak lepas dari puting, yang apapun ketidaknyamanannya akan teratasi dengan menyusu, tiba-tiba mutusin untuk menyapih sendiri pada usia 6 bulan.

This is not happening! I can bear the pain of tandem nursing but i can’t handle too early self weaning. Please God tell me it’s not happening!

20141021_162633

Konseling Laktasi Pertama

Hari selasa 21 Oktober 2014 itu, sehari setelah Langit menolak menyusu langsung, Bubun izin ke atasan untuk membawa Langit ke dr. Tiwi, DSA yang sekaligus konselor laktasi agar Bubun bisa relaktasi. Kebetulan ada imunisasi yang belum Langit dapatkan. Bubun minta ke Ayah kali itu untuk menemani karena setahu Bubun, relaktasi itu butuh dukungan besar dari Ayah. Secara umum Bubun memahami beberapa langkah relaktasi, tapi kalau Bubun yang ngomong, Ayah pasti nggak percaya dan menganggap angin lalu.

Sewaktu Bubun minta izin untuk ke klinik Laktasi, reaksi atasan Bubun adalah sebaris kalimat: “Sekarang ini kan ada teknologi baru: Susu kaleng.”

Bubun memilih untuk tidak merespon. Diizinin atau enggak, Bubun harus ke klinik laktasi hari itu.

20141021_114349

Setelah berdiskusi mengenai tumbuh kembang Langit dan pemberian vaksin, Bubun bercerita kepada dr. Tiwi mengenai nursing strike Langit. Bubun minta diresepkan Galactagoge berupa obat seperti Molloco atau Milmor. Kata dr. Tiwi, baiknya konsumsi Vometa dulu, baru lanjut Milmor atau Lactamom. “Oh, dikasih domperidone dok?”

Ini cukup mengejutkan bagi Bubun. Pasalnya, dulu sewaktu produksi ASI seret banget karena kehamilan Langit (tapi belum tahu hamil), Bubun inisiatif beli sendiri vometa meskipun Bubun tahu ada ahli medis yang nggak setuju pemberian domperidone untuk meningkatkan produksi ASI. “Itu kan obat mual, tujuannya untuk mengatasi mual, bukan diambil efek sampingnya.”

Ternyata, pemberian domperidone adalah hal yang lazim pada proses relaktasi. Sayangnya, ada batasan maksimum konsumsinya, tak lebih dari 10 hari. Obat ini juga bukan short cut. Jika dikonsumsi tanpa adanya hisapan bayi, produksi juga nggak ada kembali seperti sedia kala.

Sayangnya, sesi konseling ini agak mengendurkan semangat Bubun.

“Dok, ini Langit udah segede ini, bagaimana relaktasinya?”
“Ini kan anaknya udah makan ya, jadi… buang jauh-jauh rasa bersalah Ibu. Fokus aja sama upaya meningkatkan berat badan.”
“Saya merasa bersalah dok…”
“Jangan, harus move on.”
“Tapi dok.. saya belum siap. Saya masih mau nyusuin.”
“Kalau Ibu mau ya harus usaha! Paling utama jauhin dot. Skin to skin… Tapi ini prosesnya sulit. Ibu pasti nggak akan kuat.”
“Ada nggak sih dok, relaktasi yang berhasil ketika anaknya di atas 6 bulan?”
“Saya belum pernah nemu. Di atas 42 hari susah.”

Pulang dari BIC, Bubun udah nggak sanggup secara mental. Infoin atasan kalau nggak akan balik kantor. Bubun menghabiskan sisa hari dengan skin to skin bersama Langit.

Bubun bilang ke suster, mulai sekarang Langit nggak usah pake dot dulu. Malam itu, Bubun juga akan tidur bersama suster dan Langit.

Tak Pernah Mulus

Malamnya, Langit nggak henti-henti bangun dan nangis. Baca-baca berbagai referensi, kalau tidur anaknya lebih mudah diajak nyusuin lagi. Tapi itu nggak berlaku untuk Langit. Semalaman, meskipun sedang tidur, Langit akan menolak sambil teriak-teriak heboh kalau bibirnya menyentuh puting. Bahkan digendong posisi craddle aja udah ngamuk.

Suster bangun sambil bilang bahwa Langit harus dikasih sufor, kalau nggak bakalan dehidrasi. Tapi Bubun bersikeras. Masih berharap dengan kehausan, Langit akan terpaksa menyusu. Suster tampak kesal. Tapi nyerah pada keinginan Bubun.

Selasa pagi, Bubun nelpon klinik laktasi carolus, nanya apakah pernah ada kasus relaktasi yang berhasil setelah anak berusia 6 bulan. Katanya ada. Disuruh ke sana aja hari itu. Bubun pun bilang ke suster untuk siap-siap ke Rumah Sakit. Tapi reaksinya sungguh menyakitkan. “Untuk apa? Untuk apa lagi sih??”

Seharian, si suster nunjukin sikap sangat tidak bersahabat. Nggak mau ngejawab kalau Bubun ajak ngobrol. Kalau harus ngomong, intonasinya nyelekit banget. Bahkan buang muka, nggak mau ngelihat wajah Bubun.

Ternyata, hari itu Ayah nggak bisa ke klinik laktasi. Akhirnya rencana ditunda sampai besok.

Sewaktu makan sore, Langit agak rewel. Bubun pikir itu karena kepanasan. Soalnya di kepalanya ada bulir-bulir keringat. Jadi Bubun kipasin. Tanpa memandang Bubun, si suster berkata: “Anaknya nggak kepanasan, gak usah dikipasin!” dengan intonasi tinggi. Bubun gelagapan. “Oh iya… maaf… Hehe.”

Malamnya ketika sedang nidurin Langit, suster nyamperin Bubun. “Bu, besok saya mau pulang!”

“Lho, kenapa Sus? Ada apa??”

Susternya nggak ngejawab. Malah ngeloyor keluar dan nutup pintu.

“Sus.. suster??! Sus??”

Ya sudahlah. Bubun nggak ada energi. Bubun ngirim pesan ke Ayah untuk segera pulang.

Setelah Ayah pulang dari kantor dan membawa belanjaan mingguan, suster masuk ke dalam kamar untuk shalat. Setelah selesai, Bubun nyamperin dan bilang: “Suster kenapa? Marah ya sama saya? Ada kata-kata saya yang menyinggung?”

“Enggak. Nggak ada. Saya mau pulang besok dan nggak kembali.”

“Oh ya sudah kalau gitu. Nggak apa-apa kalau mau pulang. Tapi, sebelumnya saya minta maaf ya kalau ada kata-kata atau perlakuan saya yang  menyinggung perasaan suster.”

Habis itu, Bubun keluar dan bilang ke Ayah kalau suster mau pulang besok.

Bubun masuk ke kamar bersama Langit. Nggak berapa lama, Ayah masuk. Dia pun bercerita hasil obrolannya dengan suster. Katanya suster nggak nyaman karena disuruh tidur sekamar sama Bubun (Padahal udah lebih dari 2 kali kita tidur sekamar). Dia juga maunya Langit strict pada jadwal yang udah dibuatnya. Akhirnya setelah ngobrol bertiga, suster bisa ketawa lagi. Entah ada apa dengan kondisi emosinya. Mudah-mudahan hal seperti ini nggak pernah terulang lagi.

Konseling Laktasi Kedua

Besoknya, Bubun, Langit, dan suster ke klinik laktasi Carolus. Bubun maksa Ayah untuk ikutan datang ke RS tersebut. Kita nyampe jam 10 pagi. Baru dapat giliran jam 2 siang!! Ayah sampe misuh-misuh karena banyak kerjaan di kantor.

20141023_105526

“Untuk apa sih Ayah harus ikutan?”

“Soalnya Lala itu anak berdua!”

20141023_113750

Sewaktu disuruh suster untuk bantu pijat laktasi, dia pun ngomong: “Oh, jadi ini toh tujuannya?”😀

Sama seperti dr. Tiwi, dr. Jeanne yang bantu kita, berkata bahwa relaktasi di usia ini sangat sangat sulit. Butuh upaya luar biasa. Itu pun belum tentu berhasil.

20141023_133324

Kita konsul selama kurang lebih 1 jam. Sementara praktek pijat laktasinya sekitar 20 menit. Lebih detail tentang konsultasi dengan dr. Jeanne mungkin akan Bubun bahas nanti. Sementara ini, Bubun nggak bisa banyak ngomong tentang itu semua, karena…

Setelah berupaya skin to skin selama 1 minggu, dan melepas penuh penggunaan dot, Langit nggak berhasil balik nyusu lagi!

Padahal Arka, salah satu teman Bumi di daycare, dulu sampai 4 kali nursing strike. Masing-masing di usia 3 bulan, 7 bulan, 11 bulan, dan 18 bulan. Tapi berkat upaya Ibunya untuk skin to skin selama 2 minggu, Arka berhasil menyusui kembali lagi.

Sebenarnya, di hari Sabtu dan Minggu, 25 dan 26 Oktober, Langit sempat di beberapa kesempatan, ketika tertidur lelap, berhasil menyusu beberapa detik. Mungkin, kalau saja Bubun bisa lanjut program relaktasi seminggu lagi, Langit bisa kembali menyusu. Tapi, masalahnya… Bubun harus kembali berkerja.

Seandainya saja Bubun bisa ngajuin cuti lagi, atau ada kebijakan khusus, atau apalah itu….

Mikirin “What If, what if…” seperti ini selalu saja menyakitkan. Rasa lemah karena nggak punya kuasa untuk menjadikan itu nyata. Masa lalu tidak bisa diubah.

I still have to learn the art of letting go, the thing that I really suck at.

Tantangan Baru

Hari kedua setelah bekerja kembali, Bubun mendapatkan informasi dari daycare bahwa Bumi mengalami kemunduran secara psikologis, dan perkembangan kognitifnya diduga stagnan, bahkan terindikasi menurun.

Apa lagi ini??😥

****

Ps: Di hari pertama masuk setelah program relaktasi hampir seminggu, Bubun mendapati ini di atas meja:

20141027_081659

Teh booster ASI dari tante Hayyu.

Dukungan sesama busui seperti ini, yang selalu bikin Bubun masih betah berupaya memerah ASIP. Sekalipun sekarang, dalam sehari Bubun cuma bisa menghasilkan maksimal 300 ml (setelah Langit tidak pernah menyusui lagi, produksi ASI Bubun makin merosot tajam). :’)


17 Comments on “Black and Blue”

  1. Sandra says:

    Citra, aku sampe mewek bacanya… turut ngerasain gimana perjuangan citra salama ini, yang sabar ya, semoga semua akan berangsur-angsur baik. Bumi & langit pasti akan tumbuh sempurna & sehat.. Amiin..

  2. chachajesica says:

    mbak citra, salam kenal…
    aku sering baca2 blog mbak, jadi suka malu sama diri sndiri, pdahal aku ftm n si papa jg lebih banyak di rumah krna buka toko. tapi masih susah handle smua kerjaan RT, masih suka frustasi kalo anak (10mos) susah makan.. and so on and so on. jd malu deh liat mbak cit yg semangat bgt gitu. ini sampe ikutan sedih bacanya..
    semangat ya mbak.. bumbum lala pasti tumbuh sehat punya ibu kaya mbak!

  3. Sabar ya mbak Citra…beserta kesulitan ada kemudahan…tetap semnagt demi Langit dan Bumi ya…

    Smg bisa segera teratasi dengan baik semuanya…

  4. pippin says:

    mbaaaakkkk… coba dateng ke KMC aja, ke dokter asti praborini… sebagai referensi bisa baca blognya temanku http://mamanyaleon.blogspot.com/

    semangat ya mbak dan jangan menyerah, selalu ada jalan koq…🙂

  5. Dreekausar says:

    Mba citra… Semangatt!!!
    Selalu ada pelangi sehabis hujan kan?🙂

  6. Deh Ciciii, sedihnya baca ini😥
    Semangat nah Cicii.. Semangaaattt!!!
    Tapi.. jika memang nanti relaktasinya Lala tidak berhasil, tolong Cici jangan menyalahkan diri sendiri sayang.. You’ve done your best as Bumi and Lala’ mother, Ci.. Cuma sebagai manusia kita ini punya keterbatasan.. Kita cuma bisa merencanakan segala sesuatunya, tapi pada akhirnya, itu tadi.. keterbatasan kita, pelaksanaannya belum tentu akan semulus perencanaan kita, ada2 saja yang membuat rencana kita gagal meski kita sudah berusaha yg terbaik.. Menurutku, ini bukan sebagai pembenaran terhadap kekurangan2 kita, tapi supaya kita bisa move on untuk banyak hal yang jg harus diperjuangkan untuk Bumi dan Lala.. Semangat sayang naaah.. I feel you :’)

  7. Deh Ciciii, sedihnya baca ini😥
    Semangat nah Cicii.. Semangaaattt!!!
    Tapi.. jika memang nanti relaktasinya Lala tidak berhasil, tolong Cici jangan menyalahkan diri sendiri sayang.. You’ve done your best as Bumi and Lala’ mother, Ci.. Cuma sebagai manusia kita ini punya keterbatasan.. Kita cuma bisa merencanakan segala sesuatunya, tapi pada akhirnya, itu tadi.. keterbatasan kita, pelaksanaannya belum tentu akan semulus perencanaan kita, ada2 saja yang membuat rencana kita gagal meski kita sudah berusaha yg terbaik.. Menurutku, ini bukan sebagai pembenaran terhadap kekurangan2 kita, tapi supaya kita bisa move on untuk banyak hal yang jg harus diperjuangkan untuk Bumi dan Lala.. Semangat sayang naaah.. I feel you :’)

  8. charity says:

    Mba Citra. Semangat terus ya mba.. Aku mama Kaela (3bln) yang sedang berjuang untuk terus kasih ASIP ke Kaela (fyi, Kaela udah bingung puting sejak lahir, karena dia keburu dikasih dot selama asiku belum keluar). Sampai sekarang asi untuk Kaela adalah hasil dari e-pompa. Terus semangat untuk merah atau pumping mba, krn berapapun hasilnya pasti sangatlah berguna. Semangat ya mba, krn tiap kali baca kisahnya Bumi & Langit aku jadi semangat juga. Mba Citra adalah sosok Ibu yang kuat n tangguh, aku yakin pasti ada jalan terbuka.

  9. pitskiminski says:

    Hai citra, ga sengaja nemu blog kamu pas nyari referensi rs ypk dan kebetulan dsog kita sama, dr yusfa…and been a silent reader ever since hehehe…

    Anyway, mau sharing aja utk coba ke dokter asti praborini di KMC. Saya pengalaman pribadi dgn beliau sih berhasil. Wktu baru lahir anak saya lip tied dan tongue tied, sempat ke beberapa dsa tdk terdeteksi tongue tiednya, pernah jg ke bbrp klinik laktasi termasuk carolus sampai akhirnya disarankan ke dr asti ini wktu anak saya usia hampir 3bln.

    Menurut saya beliau lebih practical dibanding dr di carolus, mau mendengarkan dan mencarikan jalan keluar yg nyaman untk ibu dan anak.
    You def should come to her and don’t give up just yet, pleasee….I also feel pink and black and blue just to read your story.

    Mudah2an bumi segera membaik & langit segera menyusui kembali
    Semangatt!!

  10. Citra… produksi ASI gue juga sekarang hanya 300ml sehari karna waktu gue yang nggak memungkinkan buat memompa lebih sering. Kuat terus ya Cit! i know you can through this.

  11. Indah says:

    Mbak citraaaaa, hikhiks aq terharuuu…ikut merinding sakit dan sedih. walaupun di usia baby ayyub yg udah setahun ini puting sobek2 sakitnya minta ampun, tapi ditolak menyusu oleh anak sendiri rasanaya pasti lebih menyakitkan…semangat ya…

  12. Omah bungur says:

    Kirim pelukan virtual, Apapun yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak , tiada satupun tujuannya untuk menyakiti sianak.
    Tetap semangat. You good Mother.

  13. Astri says:

    mb citra..bener2 pgn share pengalaman saya ke mb..bumi seperti itu krn ada sesuatu yg ga beres dalam tubuhnya yg dia ga bisa bilang dan dokter pun mendiagnosa GERD setelah melaui endoskopi..

    I feel you, mbak..gimana perjuangannya merawat dan membesarkan anak dengan masalah pencernaan..gimana dagdigdugnya jantung ini klo anak sakit..klo dia sampe tantrum krn merasakan sakit yg sangat hebat dlm tubuhnya..karena saya juga adalah seorang Ibu yang punya anak seperti Bumi..dari gejala2 yg dialami sampai ke masalah berat badan pun anak saya hampir sama seperti Bumi..

    kmrn2 emalinya mb citra ga masuk ke email saya..klo mbak berkenan, silahkan add pin bb saya..757B588D..siapa tau share saya nanti bisa diambil manfaatnya sama mb..mksh

    • Mbak citra,i feel u..

      Trus skrg msh terapi nexium gak? Anakku 4 thn diagnosa gerd akut sm dr.mita juga konsulnya…ini terapi nexium masuk bulan ke 2. Dan kok tiba2 muntah2nya muncul lagi.padahal jeda makan udah ditepati.salahnya dimana lagi ya?..

      @Mb astri, maaf boleh ikutan share nya kah?email aku dong di fizafitra@gmail.com … siapa tau bisa bermanfaat buat aku

  14. zefatsani says:

    anak saya nizam saat 4 bulan menolak nyusu PD, saya sempat nangis2 sedih rasanya ditolah anak,, saya terus coba,, 2 minggu anak saya sama sekali gak nyusu dg saya.. hingga suatu malam saya gendong nizam bersama suami yg memapah pantatnya, saya tempelkan terus *utin* PD ke nizam akhirnya ia membuka mulut, saya tatap matanya saya bicara pada nizam yg menatap saya lekat2,, bahwa bunda teramat sayang sama nizam, maafin bunda yg beberapa hari ini kurang banyak waktu bersama nizam (saat itu saya prajab), entah mengapa perasaan saya selain mungkin bingung puting, saya merasa nizam marah pada saya.. akhirnya kembali menyusu PD alhamdulillah…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s