Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Menyapih (dengan penuh perjuangan)

Kalau Bubun baca-baca atau dengar pengalaman menyapih dari ibu-ibu lainnya, kok rasanya mudah dan cepat ya? Yah, emang sih pake drama. Tapi nggak berlangsung lama. Sedangkan proses menyapih Bumi sampai 13 bulan sendiri ya?

Dimulai sejak Bubun ketauan hamil Langit, ketika Bumi berusia 11 bulan. Bubun udah diwanti-wanti dr. Tiwi untuk menyegerakan proses menyapih. Produksi ASI Bubun pelan-pelan berkurang sampai habis sama sekali. Kalaupun ada, kandungan nutrisinya sudah nggak sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan Bumi. Hal yang sama diutarakan oleh seluruh DSA dan DSA Sub spesialis yang menangani Bumi. Meskipun para obgyn yang menangani kehamilan Langit, menganggap tidak masalah jika Bumi belum disapih, mengingat Bumi nggak ada kontraksi atau keluhan berarti selama Bubun nursing while pregnant.

Awalnya, jauh di lubuk hati, Bubun agak enggan menyapih Bumi terlalu dini. Niat sejak Bumi lahir kan, menyusui sampai Bumi setidaknya berusia 24 bulan. Kalau mau extend pun hayok. Ketika itu, menyusui begitu menyenangkan dan nggak semenantang setelah tandem nursing. Apalagi selama hamil Langit, Bubun nggak ada yang bantuin di rumah. Pulang kerja udah malem, capeknya luar biasa, pengen nujes orang, eh… masihlah harus ngerjain house chores. Masak, nyapu seadanya, cuci jemur, nyetrika jam 12 malem… terus nangis meratapi hidup. Haha! Jadi, kalau Bumi rewel, akan lebih mudah bagi Bubun untuk nyusuin Bumi. Bubun bisa sambil rebahan, nyuri tidur.

Tapi kemudian, status gizi Bumi terus menurun. Muncullah terror di malam hari. Menyusu ternyata mulai nggak bisa meredam amarah Bumi. Segala upaya dan pengobatan kita lakuin demi Bumi. Meskipun akhirnya ketauan masalah GERD itu, tapi para DSA terus mendorong Bubun untuk menyapih. Bubun melihat bahwa menyapih ini urusan penting dan menyangkut hajat hidup Bumi! Bubun pun mulai merelakan. Bumi harus segera lepas.

Masalah lainnya muncul: Menyapih itu membutuhkan tak hanya mental, tapi juga kondisi tubuh yang fit. Bubun butuh tangan lain untuk membantu. Ayah satu dua kali bisa menangani Bumi. 2 hari, sempat Bumi berhenti menyusui. Tapi nggak kuat dan nyerah juga akhirnya. Bubun nggak kuasa juga sih dini hari habis ngurus rumah, udah nggak mampu lagi gendongin Bumi. Manalah lagi hamidun yah. Bubun kan juga manusia.

Waktu Langit lahir, produksi ASI Bubun melimpah, Bumi makin girang deh. Makin susah ngelepasnya. Apalagi kalau tiap kali abis nyusu, Bumi akan ngelepas puting dengan nyengir-nyengir, lalu berkata: “Aaahh…” kemudian berdecak-decak, Kayak orang abis minum setelah dahaga lamaaa. :’)

Sewaktu hamil dan nyusuin, Bubun ngerasin sakit banget. Sampe berdarah soalnya. Setelah lahiran, rasa sakitnya hilang, berganti dengan letih menyesuaikan posisi tandem nursing. Gini ya… gambar-gambar tandem nursing yang bertebaran di internet memang terlihat indah dan menyenangkan. Iya, kalau kedua anaknya anteng. Kalau yang satu newborn, yang satunya lagi sedang memasuki fase galau, pasca kehadiran adik bayi yang terlalu dini, yah begitu deh. Heboh! Seperti yang pernah Bubun ceritain di sana.

20140818_191314

Salah satu pose pasca nursing tandem. Bumi dan Langit udah lelap dengan posisi tidur aneh bin ajaib

Bubun akhirnya mencapai titik di mana Bubun udah nggak sanggup lagi. Nggak alasan untuk menunda menyapih. Bubun bahkan ngambil jalan pintas: weaning with asem jawa! Sesuai rekomendasi dari Ibun-nya Jano. Eh.. dicoba 3 kali, si Bumi tetep aja ngenyot dengan heboh. Mungkin berasa enak kali, tinggal tambahin garem berasa gurih deh. -___-!

Sama Ayah, Bubun disuruh pake Pare atau sayuran apapun yang pahit banget. Tapi Bubun nggak berani. Takut susah ngilangin rasa pahitnya. Soalnya kan Langit masih nyusu. Gimana kalau Langit ikutan mogok nyusu? Bahaya!

Kalau coba diberi pengertian pake bahasa dewasa sih udah dari sejak Bumi 1 tahun. Awalnya Bumi kayak nggak ngerti. Belakangan sepertinya ngerti, tapi… merengek tapi kali dibilangin. Ujung-ujungnya ngamuk dan nangis heboh. Terus, Bubun bingung. Ini cuma bentuk manipulasi ataukah emang kelaperan atau kesakitan gara-gara GERD?

Setelah pengobatan GERD berakhir, Bubun udah netapin. Bumi maksimal menyusu sampai usia 24 bulan. Jadi, beberapa hari sebelum ulang tahun kedua, Bubun dan Ayah bisikin lagi ke Bumi kata-kata yang dulunya sempet dicoba tapi nggak berhasil itu. Kali ini nyontek Mama-nya Aruna: “Setelah tiup lilin, nggak nyusu lagi ya.”

Tiap kali dikasih tahu, Bumi merengek protes. Feeling nggak baik nih. Tapi Ayah dan Bubun udah sepakat untuk berjuang dulu. Apalagi karena target 10 kg di saat Bumi berusia 24 bulan (yang dicanangkan bersama dr. Tiwi) sepertinya nggak akan tercapai.

Hari Minggu 21 September 2014, tepat saat ulang tahun bumi ke-2, Bubun biarin Bumi nyusu sepuas-puasnya sambil tak lupa Bubun ingetin: “Ini yang terakhir ya Bum. Besok abis tiup lilin udah nggak boleh.”

Sepulang dari perayaan ulang tahun Bumi di daycare, Bumi ngamuk-ngamuk minta nenen. Sulitnya itu karena kita lagi di mobil, ada Langit lagi. Heits berat deh. Tapi syukurlah bisa lalui.

Menjelang pukl 21.00, Bumi mulai ngantuk. Rewel lah pasti. Bubun ninggalin Ayah berdua Bumi di kamar. Hampir 2 jam Bumi ngamuk. Nangis jerit-jerit. Maaf ya para tetangga. Emergency nih. Akhirnya Bumi nangis sambil ketiduran. Bangun tengah malam, Bubun bikinin susu aja. Syukurlah karena haus banget, diminum. Tapi terus ngamuk lagi. Gitu terus sampai pagi. Besoknya, perjalanan ke kantor lebih lancar karena Bumi ngantuk berat. Nggak bangun sama sekali di perjalanan.

Sorenya, dalam perjalanan dari kantor ke apartemen, Bumi ngamuk lagi minta nenen. Tapi kali ini udah nggak seheboh kemarin. Malamnya juga lebih lancar. Tiap kali mulai ngerengek, Bubun tawarin susu. Sesuai dengan saran dr. Tiwi, kita pun kembali ke Nutrinidrink. Dulu, suplemen ini nggak berhasil mengembalikan Bumi ke persentil normal di growth chart. Tapi mungkin itu karena GERD-nya belum sembuh. Sekarang mau dicoba lagi. Meskipun artinya Ayah dan Bubun harus sangat hemat karena harganya sangat mahal. Yang penting Bumi sehat deh.

unduhan[1]

Picture’s taken from http://www.eurofamacia.it

Tiap hari sesudahnya, perjalanan menyapih lebih mulus. Meskipun sesekali Ayah dan Bubun sempet ragu dan mau ngasih nenen balik tiap kali Bumi ngamuk kembali nyariin. Seperti beberapa hari lalu. Entah kenapa, tiba-tiba Bumi tantrum, teriak-teriak nggak jelas sambil telunjuknya mengarah ke dada Bubun. Karena Ayah dan Bubun nyuekin, setelah hampir 20  menit, dia pun teriak “Te**! T*t*!!

Untunglah Ayah dan Bubun istiqomah. Jadinya sekarang, udah 2 minggu berlalu sejak Bumi disapih dan belum pernah kembali nyusuin lagi. Alhamdulillah…

Satu aja nih yang rada menganggu. Karena terbiasa tidur setelah dinenen-in, Bumi jadinya rada sulit tidur malamnya. Harus nunggu dia bosen dan tertidur sendiri. Jadinya sekarang terpaksa Bumi dikelonin sama video Barney deh. Kalau weekend, Bumi susah tidur siang. Hari Sabtu pertama, Bumi sama sekali nggak tidur siang. Bangun 06.30 pagi, baru tidur sekitar pukul 21.00.

Hari Minggu-nya, baru tidur sekitar pukul 15.30. Itupun Bubun nggak nyadar. Bumi tadinya merengek minta mandi. Bubun siap-siap, ambilin baju dan handuk. Bumi duduk di pinggir matras, lalu merengek dikit. Bubun belai-belai rambutnya dari belakang merengut. Pas lewat di depannya… lha kok? Udah gini?

20140928_153525

Bumi, bayi lelaki Bubun, sudah jadi bertumbuh menjadi lelaki kecil.

 

 IMG_0577 OK


8 Comments on “Menyapih (dengan penuh perjuangan)”

  1. dinaisyana says:

    Ya ampun… itu yang lagi ketiduran manis amat sih Bumi… Minta diciyum banget. Haha.
    Selamat ya, akhirnya berhasil nyapih. Kebayang sih, nyapih anak sehat aja pasti galau. Gimana nyapih yang ada problem GERD kaya Bumi. Tiap dia ngamuk, pasti gundah gulana ini ngamuknya gegara ngotot mau nyusu apa ada lain-lain? Ya nggak sih? *sotoy*.
    Semoga habis sukses disapih, Bumi makannya makin lahap dan makin tinggi dan montok yaaa

    • citralwi says:

      Kalau lagi tidur anak-anak kayak malaikat yah. Tapi si Bumi ini baru masuk usia dua tahun aja terrible-nya udah.. terrible bangeet!
      Benerr.. bener banget din! Suka bingung harus bersikap gimana. Takut sebenernya itu pertanda dari rasa sakit yang nggak tertahankan.
      Aamiin… semoga ya bisa kayak Raka juga, montok dan sehat. :’)

  2. nouxeva says:

    Bumiiiiiii.. peluk cium untuk kamu, nak :’)
    Senangnya! Selamat Ciciiiii… Semoga Allah selalu melimpahkan kesabaran dan kekuatan untuk keluarga kecilmu, Sayang.. Bumi dan Langit tumbuh sehat dan cerdas.. Bubun dan Ayahnya selalu jadi panutan terbaik untuk mereka.. Aamin yaa Allah🙂

  3. pipit arifani says:

    Selamat cit…akhirnya berhasil berhasil *joget ala ala dora* hore….. Hihihi…. Alhamdulillah tertunaikan kewajiban selama 2thn. Lulus S3 kaka Bumi… 😘

  4. NIcha says:

    Hallo mba citra, salam kenal

    mau tanya beli suplemen nutridrinknya dimana ya? saya juga lagi cari,

    Thanks Mba

    • citralwi says:

      Hai Mbak Nicha!

      Saya belinya di Apotek Titi Murni, Jl. Kramat Jakarta Pusat (Depan PMI).
      Pernah juga nemu di Apotek Kimia Farma Cikini (deket stasiun). Tapi di sana nggak banyak stoknya.

      HTH ya mbak.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s