Bumi grows so fast!

and so does Langit…

(Lagi-lagi) MPASI Dini

Seperti yang Bubun ceritain sebelumnya di sana, Langit diminta segera diberi MPASI karena berat badan yang stagnan dari usia 4 ke 5 bulan. Bumi dan Langit sama-sama harus MPASI dini ternyata.

20140911_122213

—–
Oh iya, waktu kontrol Langit 5 bulan dengan dr. Tiwi kemaren (11 September 2014), Bubun tiba-tiba kepikiran untuk ngajakin Bumi imunisasi. Biar sekalian gitu. Masih ada vaksin Hepatitis A dan Tiphoid untuk usia 24 bulan. Lebih cepat beberapa minggu, harusnya nggak apa-apa kan…? Jadilah, habis makan siang, Bumi dijemput Ayah di daycare terus lanjut ke BIC. Masih pake baju dan celana main. Plus telanjang kaki. ^^! Bumi datang, pas setelah Langit keluar dari ruangan dr. Tiwi. Selagi nunggu giliran masuk, Bubun bilang berulang-ulang ke Bumi: “Nanti Bumi disuntik di sini yah.. (nunjuk paha) di-cusss gitu.” Bumi cuma bales: “Cuss”.

Begitu masuk ruangan, Bumi seneng banget ngeliat kuda-kudaan. Langsung deh ketawa bahagia dan main.

20140911_125356

Sewaktu ditarikin untuk disuntik, Bumi meraung-raung. dr. Tiwi nawarin simultan kedua vaksin, Bubun terima dengan senang hati. Segera setelah disuntik, Bumi langsung melorot ke lantai, minta dilepas. Mau main kuda-kudaan lagi. Terus ketawa lagi.

20140911_125342

Setelah konsultasi bentar dengan dr. Tiwi, kita pun pamit. Bumi nangis kejer banget karena ninggalin kuda-kudaan. Lebih histeris daripada waktu disuntik. ^^!

Sekian selingannya.
——

Balik lagi ke cerita Langit.

Sepulang dari kontrol ke dr. Tiwi, suster Anik nanya: “Bu, ini ntar sore saya bikinin bubur beras aja…” Langsung di-follow up bok hasil instruksi dr. Tiwi. Lincah sekali suster! Bubun seneng deh. Tapi, Bubun pengen nunda dulu 2 hari. Hari sabtu aja. Jadi, Bubun bisa nyiap-nyiapin bahan makanan (dan perasaan. haha!).

Oleh dr. Tiwi, Langit disaranin makan bubur beras dan pisang. Jadi langsung 2x sehari ya! Nggak pake coba-coba. Langsung hajar! Persis seperti rencana Bubun. Jadi… belajar dari kasus Bumi dulu dengan keton dan diagnosa Failure to Thrive, Bubun mengambil kesimpulan sendiri bahwa kalau anaknya nggak menunjukkan reaksi alergi, MPASI pertama langsung aja 2 kali. Sekali karbo, sekali buah kalori tinggi. Soalnya usia 4-5 bulanan bagi bayi ASIX itu masa perjuangan untuk naikin berat badan. Buah itu pada akhirnya buat snack aja. Kalo buat makanan utama sih, kurang kalorinya. Makanan 2 kali ini pun nggak perlu nunggu lama-lama. Udah 6,5 bulanan, Bubun maunya langsung makan 3x sehari (2x makan berat, 1x snack). Di usia 7 bulan, baru deh lengkap. 3x makan, 2 kali snack.

20140921_084817Tuh gigi dua! Percuma yaa kalau nggak dipake buat ngunyah (makanan)?

Masalah alergi, gimana? Umumnya sih, jenis makanan di usia 6 bulan, alergen-nya rendah. Jadi, go for it aja lah. Tapi, dilihat lagi ke anaknya. Kalau kayak Bumi, yang sempat ngalamin alergi di awal-awal lahir, (tiap kali Bubun makan jenis protein selain daging merah dan ayam; basically, semua diary product dan turunannya, semua kacang-kacangan, termasuk yang mengandung kedelai, semua seafood, Bumi akan terkena Dermatitis Atopik) mungkin perlu ditimbang-timbang lagi kali ya.. Kalau Langit sih, karena dari lahir bebas Dermatitis Atopik, ya cincay laah.

Eh, ternyata dr. Tiwi pun mirip-mirip instruksinya. Bedanya, Bubun berencana MPASI di usia 5 bulan 3 minggu *salim sama WHO*, eh ini karena kondisi berat badan yang nggak bertambah, si dokter minta MPASI dimulai usia 5 bulan, 1 minggu. Setelah 1 minggu, menurut dr. Tiwi, frekuensinya ditambah jadi 3 kali makan (kombinasi bubur beras dan buah). Nanti, setelah 6 bulan, Langit baru boleh makan daging. Sayuran hijau masih big no-no untuk Langit.

Terus, jadinya Langit makan beras dan pisang selama 2 minggu?
Ya enggak sih. Untuk variasi, Bubun coba mengacu pada situs MPASI favorit: Whosomebabyfood. Untuk usia 4 – 6 bulan (pediatrician di beberapa negara eropa masih ada yang beraliran MPASI mulai 4 bulan), makanan yang diajurkan adalah:

Berdasarkan tabel di atas, Bubun mutusin untuk 2 minggu ini, ngasih Langit: Bubur beras, Labu kuning (Parang/Kabocha/Butternut squash), Ubi ungu, Alpukat, dan Pisang. Apel dan Pear nampaknya nggak terlalu banyak kalori ya… Tapi Pear Xiang Lie udah disiapin di kulkas. Jaga-jaga kalau Langit sembelit, langsung dikasih. Oat juga kayaknya untuk orang ingin mengurangi berat badan yah, rugi ah kalo makannya itu. Hihi. Kalau Barley, sepertinya cukup mumpuni. Tapi… susah ya nyarinya. Cuma pernah nemu ada yang jual di Kota Kasablanka. Kalau kacang ijo (Ini green bean yang dimaksud sama nggak sih dengan kacang ijo-nya orang Indonesia ^^?), Bubun mau nunggu usia 6 bulan dulu. Soalnya kan mengandung protein. Takut ada reaksi alergi. Lagian nutrisi yang pengen dikejar dalam waktu dekat adalah karbohidrat, untuk menaikkan berat badan Langit.

Persiapannya, gimana?
Hampir-hampir nggak ada yah… ^^!

Inget keriuhan persiapan MPASI Bumi 1,5 tahun lalu. Ikut seminar MPASI beberapa bulan sebelumnya, belanja perlengkapan MPASI, dan bahan-bahan organik. Nah, pas Langit ini, semua perlengkapan MPASI, pake punya Bumi. Itupun Bubun minta suster Anik yang nyariin di rak-rak penyimpanan entah di mana itu. Beras pake yang ada di rumah. Beras putih (beras merah untuk orang yang ingin mengurangi berat badan aja deh. Hihi) dan Non organik. Labu kuning, ubi ungu, alpukat (yang biasa, bukan mentega, apalagi alpukat australia!) dan pisang ambon dibeliin Ayah di pasar tradisional, Sabtu siang.

Paginya, suster udah masakin bubur beras putih untuk makanan solid pertama Langit. Bubun yang lagi nyuapin Bumi, cuma memantau aja. Niatnya, begitu udah selesai nyuapin Bumi, Bubun baru nyuapin Langit. Kenyataanya… Suster Anik lincah bener. Tiba-tiba aja, udah siap dengan semangkok bubur saring (yang Bubun lihat konsistensinya pas seperti harapan Bubun, agak kental sebagaimana rekomendasi AIMI). Tanpa banyak basa-basi, Si ncus memposisikan Langit di bouncer, makein bib, dan sigap masukin bubur ke dalam mulut Langit. Bubun seperti terpaku ngeliatnya.

“Eh sus… ntar…”
Bubun lihat ncus lihai banget nyuapin Langit. Canggih!
“Err.. nggak jadi deh.”
HAHA!
Ya udahlah, mungkin Langit lebih bagus disuapin sama suster. Kalau sama Bubun, mungkin nggak akan selancar itu.

Bubun pun manggil Ayah, supaya fotoin peristiwa penting dalam tahapan perkembangan Langit itu. Ayah yang telat tahunya, buru-buru ambil kamera. “Bentar sus! Foto duluu..” Susternya nyengir-nyengir liat Ayah Bubun yang heboh bener. Anaknya mau makan aja, difoto segala!😀

20140920_080731

20140920_080728

20140920_080716Foto-foto di atas, waktu udah 1 minggu jalan MPASI ya.. bukan waktu pertama kali😀

Hanya dalam waktu beberapa menit, makannya selesai. Sans drama!
Sementara itu, Bubun udah hampir sejam berusaha nyuapin Bumi. Tapi belum habis juga 1 porsi -___-! (Kenapa oh kenapa kalau di daycare bisa makan sendiri dengan lancar?? – Mungkin karena di sana, lebih disiplin dan penuh keceriaan kalau mau makan??)

Terus… terus, hasil MPASI perdana Langit?

Alhamdulillah, lancar! Belum ada reaksi penolakan sejauh ini, dan nggak ditemuin indikasi alergi. Syukurlah, mengingat kita nggak nerapin konsep 3/4 hari aturan tunggu (4 day wait rule).

Nggak nyobain BLW (Baby Led Weaning) nih? definitely not! Soalnya kan ini urgent perlu ngejar kenaikan berat badan dalam waktu singkat. Metode BLW nggak disaranin untuk kasus-kasus seperti Langit (dan Bumi dulu). Mungkin nanti kalau udah on track lagi berat badannya, sesekali mau coba make metode itu ke langit. Prioritas terdekat dulu lah, satu-satu.

Senengnya lagi, Bubun nggak perlu repot ngajarin suster Anik langkah-langkah dan teori dasar MPASI. Dia udah lincah dan gesit. Malah, belum sempet Bubun kasih tau soal menu double karbo, dia udah inisiatif mencampurkan bubur beras dengan ubi ungu atau bubur beras dengan labu kabocha setelah beberapa hari MPASI.

Dalam 1 minggu, berat badan Langit naik 500 gram. Jadi, kayaknya Bubun mau nunda screening ADB deh. Mudah-mudahan selanjutnya tetap lancar dan aman sentosa deh.

20140921_084737

20140921_084739

Selanjutnya, siap-siap menuju 6 bulan. Menu akan lebih kompleks dengan adanya kaldu dan daging ayam/sapi, serta extra virgin olive oil.
Makin pinter ya, Nak! :*


One Comment on “(Lagi-lagi) MPASI Dini”

  1. Anna says:

    enaknya punya suster Anik…semoga bs mengakhiri drama ART ya mba🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s