Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Gigi-gigi Bumi (dan Langit!)

Setelah Bumi check up gigi pertama di bulan Februari 2014 lalu, Bubun udah langsung bikin appointment untuk 6 bulan berikutnya, di bulan Agustus 2014. Milihnya hari sabtu pertama di awal bulan. Ternyata, Bubun salah perkiraan. Di hari itu, kita di Kendari, ngerayain aqiqah Langit.

Bubun pun minta dijadwalkan ulang janji temu dengan drg. Alya. Sayangnya, nggak bisa dapat hari Sabtu lagi. Dapatnya hari kamis tanggal 28 Agustus 2014, pukul 09.00.

Ayah, Bubun, dan Bumi berangkat seperti biasa dari rumah. Tapi, alih-alih menuju kantor (dan menitipkan Bumi ke daycare), Ayah dan Bubun izin masuk setengah hari dan nganterin Bumi ke The Smile Center. Dapat sms beberapa hari lalu, katanya tempatnya udah pindah. Masih di rukan dan blok yang sama. Bedanya, dari jalan, udah keliatan tuh kliniknya.

Eh tapi ya… begitu nyampe di rukan Royal Place di Tebet itu, Bubun dan Ayah malah justru sibuk nyari blok B nomor 8. Setelah muter-muter, baru nyadar kalau dari tadi kita udah lewatin kliniknya ^^!

Makin suka deh sama klinik ini. Tempatnya baru, nyaman, dan wangi.

Kita telat sekitar 10 menit karenanya. Begitu sampe, ngomong ke mbak yang di resepsionis. Tanpa ngeh, ternyata ada drg. Alya di situ. Dia langsung ngenalin kita dan menyapa sambil meminta nunggu bentar. Surprised banget. Bubun masih bengong aja. Berasa kenal wajahnya. Tapi siapaa gitu. Sampai si dokter senyum dan ngomong “Lupa ya?” Baru ngeh setelah lihat jas putihnya.😀

Terus gantian Bumi yang ngelongo liat layar TV. “Popowo! Popowo!!” Teriak Bumi sambil lompat-lompat. Ada tayangan Pororo di sana.

Nggak berapa lama, kita diminta ke lantai 3, tempat praktek drg. Alya. Sembari beberapa staff nyiapin alat-alat, kita nunggu di luar ruangan. Bumi seneng banget liat mainan yang geletakan di sana. Langsung heboh deh. Sempet bengong dulu deh sebelumnya.

10549256_10203880774214031_2725756429460455756_o

10644510_10203880777294108_4903663803778252336_o

10575310_10203880774374035_1585270176595701434_o

Drg. Alya pun naik ke atas dan kita masuk ke dalam ruang prakteknya. Nggak seperti waktu kunjungan pertama dulu, sekarang Bumi langsung diminta duduk di kursi periksa. Sebenernya di plafon ruangan, ada layar TV yang ditempatin sedemikian rupa agar anak yang diperiksa giginya bisa sambil nonton dan teralihkan ketakutannya.

???????????????????????????????

Tapi, Bumi nggak tetep aja teriak-teriak, dan ngamuk.

10649019_10203880775934074_3707921875542588900_o

10662001_10203880774974050_5140574094785082457_o

10557493_10203880775214056_8324194086939695790_o

10533182_10203880775974075_842071429861057118_o

10575138_10203880775534064_6246496815275691500_o(1)

Dengan sigap, drg. Alya pun ngecek gigi Bumi kemudian membersihkan pake sikat dan pasta gigi khusus. Sebentar aja. Lalu, Bumi pun kembali bermain di luar.

10659003_10203880776854097_2050398247801777643_o

10264029_10203880777054102_9086616409038030145_o

10463623_10203880777774120_4249091238782551228_o

10644290_10203880777974125_4530379031614630954_o

10633735_10203880777574115_7770388602696562461_o

Sekarang baru deh Bubun dan Ayah (sesekali sambil nemenin Bumi main) yang konsul dengan drg. Alya.

Bubun udah siap-siap dengerin kabar buruk. Eh taunya….
“Gigi Bumi bagus! Caries-nya nggak bertambah banyak dari yang 6 bulan lalu. Bapak dan Ibu bagus banget. Berhasil ngerawat gigi Bumi!”

Haa? Nggak salah tuh?
Ini mah pengasuh-pengasuh Bumi di daycare yang berjasa. Soalnya, selama 6 bulan itu, Ayah dan Bubun jarang banget ngegosok gigi Bumi. Bahkan sewaktu liburan 2 minggu di Kendari, cuma 1-2 kali Bubun bersihin gigi Bumi. Itu pun pake spiffies. Nyuri-nyuri ketika Bumi udah tidur. -__-!

Sesuai dengan janji drg. Alya, di usia 2 tahun (kurang 1 bulan sih) ini Bumi udah boleh dikasih kalsium untuk ngurangin caries di gigi Bumi.

Drg. Alya memprediksi gigi susu Bumi akan tumbuh lengkap pada usia 2 tahun, 4 bulan. Sedikit terlambat dari anak-anak umumnya. Sekarang ini, udah 16 gigi Bumi yang erupsi. Tinggal menunggu molar 2 atas dan bawah untuk erupsi. Molar 2 bawah sedang dalam proses, sehingga gusi Bumi tampak bengkak dan merah. Menurut drg. Alya, ini kemungkinan akan membuat Bumi susah makan.

Picture’s taken from http://www.itsbaby.com

Sembari itu, Bubun diingatkan untuk terus merawat gigi Bumi dengan baik. Menyikatnya setelah makan dan sebelum tidur. Jangan pernah membiarkan Bumi tidur dengan mulut berisi makanan. Sekarang Bumi udah bisa sikat gigi dengan pasta gigi. Kalau Bumi udah bisa berkumur, drg. Alya nyaranin untuk pake pasta gigi Colgate Sugar Acid Neutraliser, seperti yang dipake drg. Alya waktu sikatin gigi Bumi tadi.

Picture’s taken from ww.colgate.co.uk

Itu katanya bisa mengurangi efek gula dari susu formula yang diminum Bumi. Sayangnya, pasta gigi ini nggak dijual di Indonesia. Untuk belinya harus nitip temen yang kebetulan lagi keluar negeri.

Meskipun pertumbuhan gigi Bumi tergolong lambat, menurut drg. Alya, itu tidak berhubungan dengan status gizi dan kondisi Bumi yang didiagnosa FTT. Menurutnya, anak dengan status gizi buruk tidak akan memiliki gigi seperti Bumi, yang erupsi secara utuh, tanpa ada bagian yang hilang. Kondisi gigi Bumi bisa dibilang sangat baik. Keterlambatan erupsi hanyalah faktor genetik yang wajar.

Picture’s taken from http://www.oakharborkidsdds.com

Berkebalikan dengan Bumi yang pertumbuhan giginya lebih lambat dari anak pada umumnya, Langit justru lebih cepat. Namanya juga Bumi dan Langit😀
Penyebabnya juga sama kata drg. Alya: faktor genetis. Jadi, bukan karena Bubun ngemil beras 8 kg, selama mengandung Langit kan? Kan??

Drg. Alya kaget bener waktu Bubun cerita, di usianya yang baru 4 bulan, Langit udah erupsi central incisor bawah. Dua-duanya!
“Nanti kalau udah erupsi utuh, coba digoyang-goyangin ya Bu. Dicek, apa giginya goyang atau enggak. Kalau goyang, terpaksa dilepas ya…”

Picture’s taken from http://www.jacquesdentistry.com

Gantian Bubun yang kaget. J..Jj.. Jadi, nanti kalau dilepas, Langit bakalan ompong dong sampai gigi tetapnya nongol? Itu juga kalau nongolnya baik ya? Mengingat keberadaan gigi susu itu sangat penting sebagai ‘cetakan awal’ gigi tetap.

Alasannya sih, gigi susu yang terlalu dini erupsi, akarnya kurang baik. Jika dibiarkan, nanti erupsi gigi tetapnya kurang baik juga.

Itu satu hal. Ada hal lain lagi, yaitu Geographic Tounge (GT)-nya Langit. Kalau menurut drg. Alya sih, penyebab GT lebih ke (lagi-lagi) masalah genetik daripada masalah sensitivitas (alergi) atau defisiensi. Ini kok Bumi dan Langit ngambil sifat-sifat gen-nya yang lain daripada yang lain sih? ^^!

Bubun juga diajarin drg. Alya untuk cara bersihin gusi dan lidah Langit pake kasa. Ini harus dilakuin tiap hari mengingat gigi Langit udah tumbuh dan ada kondisi GT itu.

Seperti sebelumnya, diskusi dengan drg. Alya selalu menarik, dan menyenangkan sekali. Dokter gigi paling oke yang pernah Bubun temuin nih!

Kelar konsul, kita pun bayar-bayar dan beli sikat gigi dan calcium yang dijual di kasir. Bentuknya kayak gini nih:

20140811_070616

20140811_070632

Sebelum pulang, sempet ‘tour‘ dulu ke berbagai ruangan di The Smile Center, mumpung masih sepi pasien pagi itu.😀

???????????????????????????????

10644222_10203880778414136_8640547362490336243_o

10661720_10203880778254132_4948241648524390207_o


2 Comments on “Gigi-gigi Bumi (dan Langit!)”

  1. pipit arifani says:

    Drg. Alya pedodontis bukan cit?? Aq biasanya ke kidzdental care di puri indah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s