Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Serial Berat Badan Bumi (Season IV) – Ternyata GERD

Lanjut terus dari sana

Endoskopi Bumi

Jum’at malam sepulang dari daycare,  Bumi diajak makan sebelum puasa menjelang endoskopi yang dijadwalkan esoknya, hari Sabtu, 19 April 2014. Puasa makan 6 jam sebelum prosedur berlangsung (air putih masih boleh) dan puasa total 2 jam sebelumnya. Harusnya sih nggak terlalu sulit ya. Tapi entah mengapa, pukul 5 Bumi bangun minta nenen. Dari mulai merengek sampe teriak-teriak histeris karena kehausan. Dikasih air putih nolak. Kita takutnya ASI tergolong susu, yang harus puasa juga. Sekitar jam 7-an, Bumi kembali tidur. Ayah dan Bubun pun siap-siap. Bubun mandiin adik Lala dan nyiapin bekal untuk Bumi sementara Bumi masih tidur.

Sekitar pukul 08.00 kita berangkat dari apartemen. Bumi masih tidur dengan piyamanya. Nggak berani digantiin takut tiba-tiba bangun dan kehausan.

Nyampe RS MMC, kita ke bagian admission untuk daftar dan ngurus administrasi. Hari itu, ada tiga pasien dr. Mita yang akan diendoskopi. Dua-duanya udah nyampe duluan. Ternyata tes darahnya sebelum endoskopi. Bagus juga sih kita udah tes darah duluan. Soalnya kita nyampe menjelang jam 09.00 jadi mepet dengan jadwal endoskopi.

Lagi ngurusin administrasi, Bumi bangun. Langsung deh piyama dan diapers-nya diganti. Setelah urusan kelar, kita pun ke lantai 3. Di sana banyak juga yang nunggu.

IMG_20140419_092414

Karena Adik Lala nangis, Bubun ke ruang laktasi di lantai 5 dulu untuk nyusuin. Di lantai 3 sih ada tulisan ruang laktasi, tapi ternyata nggak boleh dipake. Sementara itu, kita harus nunggu sekitar setengah jam. Setelah selesai menyusui, Bubun balik ke lantai 3. Ternyata Ayah dan Bumi udah masuk ke ruang operasi, untuk persiapan endoskopi.

DSCN9525

IMG_20140419_092709

Di dalam ruangan ada kakak perempuan yang berusia sekitar 6 tahun yang juga akan diendoskopi. Di tangannya ada jarum infus. Karena udah puasa lama, si kakak diberi cairan infus. Bubun nanya apakah Bumi perlu diinfus, katanya nggak dulu. Bumi harusnya dipakein baju operasi dan gelang pasien, terus tidur di dipan pasien. Tapi Bumi ngamuk. Boro-boro, buka sepatu aja nggak mau.

Karena tergolong bayi, Bumi didahuluin endoskopinya dari si kakak perempuan. Alhamdulillah… Soalnya Bubun udah sutris ini Bumi nggak boleh makan dan minum.

Sekitar pukul 09.30, Bumi masuk ke ruang endoskopi. Diajak bercanda dan ketawa-ketawa sama dr. Mita dan dokter anastesinya. Hari itu, Bubun ngeliat sisi lain dr. Mita. Tiba-tiba si dokter terlihat ramah dan menenangkan. Mungkin karena di pertemuan sebelumnya, Ayah dan Bubun masih shocked kali yee…

???????????????????????????????

diajak foto sama dokter anastesi

Tiba saatnya Bumi di-anastesi.
Ngamuk dong. Pasti. Default setting-nya Bumi tehadap ranjang rumah sakit.

DSCN9516

DSCN9517

Abis itu, dipasangin masker untuk bius.

Hoastagah! Syeremnyoo… Bubun gemeteran sambil fotoin.

DSCN9518

Bumi dipegangin tangannya sama Ayah dibantu salah satu dokter (atau suster?). Beberapa detik yang menegangkan. Bumi ngamuk nendang-nendang ngelawan tiba-tiba jadi lemes. Lutut Bubun pun ikutan lemes. Scene-nya kayak di film-film action itu loh, yang tokoh utamanya dibius. Hehe…

DSCN9519

DSCN9521

DSCN9522

DSCN9523

DSCN9524

Prosedur endoskopinya berlangsung 5 menit. Katanya sih. Tapi perasaan Bubun lamaaa bener. 5 Menit terlama dalam hidup tuh. Ayah dan Bubun gelisah nunggu di luar. Duduk pun rasanya nggak sanggup.

DSCN9527

Lalu, penantian pun berakhir. Bumi dibawa keluar dari ruang endoskopi…

DSCN9530

DSCN9531

DSCN9532

DSCN9533

… dalam keadaan ngamuk berat. Parah deh. Mungkin seperti yang suka diceritain orang-orang. Pasca operasi, setelah terbebas dari bius total, pasien akan ngigau. Kadang nangis-nangis atau marah-marah. Itu dalam kondisi setengah sadar. Kalau Bumi sih kombinasi dua-duanya.

DSCN9534

DSCN9535

DSCN9536

Bubun nanya ke dokter anastesi, boleh nggak Bumi disusuin. Ternyata belum boleh. Minimal 1 jam setelah endoskopi. Air putih juga jangan dulu katanya. Waduh. Jadilah Bumi ngamuk cuma digendong aja.

DSCN9537

DSCN9538

Sekitar 30 menit kemudian, kita diminta ke ruang One Day Care, yang ada di lantai 5. Itu lantai yang sama dengan ruang praktek dr. Mita dan playground tempat main kesukaan Bumi.

Bumi nolak tidur di tempat tidur dan minta jalan-jalan. Akhirnya dibawa ke playground. Tempat tidurnya untuk adik Lala aja. Kesian ya Lala… Belum genap 2 minggu udah bolak-balik dibawa ke RS ikutan nunggu.

Sementara itu, Bumi kegirangan. Terus main deh. Seolah nggak pernah terjadi apa-apa. Zzzzzz.

DSCN9556

DSCN9558

DSCN9565

DSCN9574

DSCN9577

DSCN9581

Bubun sempet sebel dengan pelayanan RS MMC. Waktu disuruh milih makanan untuk Bumi, ditawarin menu sarapan atau sekalian makan siang. Kalau menu sarapan, langsung dianterin. Sementara menu makan siang, baru dianterin pukul 11.30. Jadi, Bubun pilih menu sarapan aja, biar cepet.

Eh… sampai 11, menu sarapan itu belum dianterin juga. Padahal kita udah masuk dari pukul 10.00.

Untung kita bawa bekel. Bumi bisa disuapin deh dikit-dikit.

Oh iya, sekitar pukul 10.30, Bubun dipanggil dr. Mita di lantai 3. Di sana Bubun dijelasin hasil pemeriksaan endoskopinya. Kurang lebih kesimpulannya seperti ini:

hasil endoskopi bumi

Bubun nggak ngajakin Ayah ke lantai 3 soalnya Ayah lagi seru main dengan Bumi. Lagian, kata susternya Bubun harus segera ke lantai 3, karena dokternya buru-buru.

Begitu udah ngobrol dengan dr. Mita, Bubun balik ke lantai 5. Di sana, Ayah udah nungguin dan bingung Bubun kemana. Kita pun mutusin untuk pulang. Tapi belum boleh sama suster karena belum keluar bill dari kasir. Selain itu, makanannya juga belum datang. Menjelang jam 12, makanannya nyampe dan katanya bill-nya udah ada. Roti dari RS yang lamaa dinanti itu pun Bubun bungkus aja. Abis itu, buru-buru ke bawah untuk ngurus pembayaran.

Saking buru-burunya, Bubun ninggalin HP dong…!

Untung susternya nemu dan nyimpenin. Tapi karena ribet, baru bisa diambilin Ayah minggu depannya.

Konsul kedua dr. Mita

Hari Rabu tanggal 23 April kita balik lagi ke dr. Mita. Sore, Bubun berangkat dari apartemen bareng adik Lala dan si teteh naik taksi. Janjian ketemu Ayah dan Bumi di sana. Ndilalah, Bubun kejebak macet. Nyampe di RS udah menjelang maghrib.

Hari itu, pasien nggak terlalu banyak. Bumi dapat nomor urut 8. Jadi kita nunggu cuma sekitar 1 – 1,5 jam.

Sewaktu diendoskopi Sabtu lalu, jaringan di alat pencernaan Bumi juga diambil untuk diteliti lebih lanjut oleh bagian patologi. Hasilnya ditunjukkin dr. Mita.

IMG_20140604_221500

Fixed-lah Bumi terkena GERD atau Gastroesophageal reflux disease. Menurut dr. Mita, kondisi lambung dan usus besar Bumi udah kronis. Syukurlah belum sampai ke usus halus. Tapi kata beliau, kalau ngeliat hasi fotonya, ini kebayang pasti sakiiittt banget Bumi selama ini (tapi nggak bisa ngasih tahu). Pantesan suka ngamuk.

Terus… Bubun jadi inget kejadian night terror yang waktu itu… Jangan-jangan, Bumi lagi sakit banget lambungnya. Tapi Ayah dan Bubun nggak tahu. *mewek*

Ada salah satu bagian dari pencernaan Bumi (Bubun lupa apa namanya), yang harusnya udah menutup di usia 1 tahun, tapi masih membuka. Hanya sekitar 5% anak di usia Bumi yang mengalami hal ini.

dr. Mita juga menemukan bahwa selama ini Bumi banyak ngempeng sehingga udara masuk ke dalam lambung. Ini salah Bubun sih karena gagal menyapih Bumi. Sewaktu mengandung Lala kan Bubun udah nggak produksi ASI. Ada sih.. tapi dikiiit banget. Hanya setetes, itu pun kalo diperah paksa.

Ditemukan juga bahwa Bumi nggak alergi Susu sapi. Kok bisa tahu? Menurut dr. Mita, pada usus anak yang alergi susu sapi akan muncul semacam apa ya.. Bubun lupa persisnya. Intinya, itu nggak ditemuin pada Bumi. Horee!

Syukur alhamdulillah GERD-nya Bumi bisa dideteksi sekarang sebelum bertambah parah. (Harusnya sih bisa lebih dini, kalau saja Bubun cek dan ngikutin kata hati. See… yang namanya instict seorang Ibu itu emang beneran ada!)

Untuk sementara, treatment Bumi hanya setengah tablet nexium yang di minum satu kali sebelum sarapan pagi. Selain itu, nggak ada pantangan atau diet khusus bagi Bumi. Semua boleh dimakan sepanjang sehat. Terus, suplementasi Nutrinidrink atau bahkan pediasure-nya dihentiin aja. Kalau pencernaan Bumi udah sehat, harusnya minum susu formula atau susu UHT merek apa aja pasti akan tumbuh. Minum susunya juga nggak boleh banyak-banyak. Sekitar 400 ml aja. Tapi untuk Bumi segitu mah udah banyaak banget.

Oh iya, pada saat nunggu giliran masuk, Bubun ngobrol dengan salah satu Ibu yang anaknya lagi perawatan dengan dr. Mita. Sama seperti Bumi, pertumbuhan si anak (usia 4-5 tahun) juga stuck. Hasil endoskopinya nunjukkin lambung atau ususnya udah bersisik.😥 Anak ini sebelumnya sama sekali nggak mau makan. Sama sekali lho! Tapi sejak pengobatan dengan dr. Mita, malah minta makan dan seporsi selalu habis. Bubun ngerti banget perasaannya. Awalnya si Ibu banyakan diem. Tapi setelah Bubun ajak ngobrol langsung keluarlah semua uneg-uneg nya yang selama ini sepertinya disimpan dalam-dalam.

“Pasti bahagia luar biasa ya mbak, tiba-tiba anaknya mau makan.. malah banyaak gitu! Sepertinya kebahagiaan yang paling utama buat seorang ibu itu melihat anaknya lahap makan.” Ujar Bubun (sepertinya malah curhat balik yee.. soalnya meskipun Bumi secara keseluruh makannya banyak, tapi kalau sekalinya GTM cuma makan 5 sendok dan bikin Bubun mau jungkir balik).

“Ih! Bener banget”

Abis itu kita sahut-sahutan. Si Ibu itu ekspresif banget. Bubun mah kalah. Serius!

“Orang-orang kan nggak tahu ya rasanya..”
“Iya! dibilang nggak apa-apa…  tahu nggak gimana rasanya nimbang berat badan anak tiap bulan nggak naik-naik, malah kadang turun!”
“Iya! dibilang lebay lah.. terus ada juga yang nyuruh coba ini.. coba itu..”
“Iya!! padahal ternyata anaknya kesakitan, mual.. pantesan nggak mau makan. Gimana mau makan cobaa?” Ujar si Ibu berapi-api.

Seru bener lah obrolan Bubun dan si Ibu itu. Meskipun singkat tapi cukup bermakna.

Konsul ketiga dr. Mita

Meskipun capek bolak-balik RS, sambil ngeboyong Lala, apalagi karena si Teteh udah nggak ada, Bubun bela-belain ke RS MMC hari Rabu sore tanggal 21 Mei 2014. Sebelum ke RS, Bubun dan Adik Lala ke kantor Ayah dulu terus bareng Ayah kita ngejemput Kakak Bumi di daycare. PR banget dari daycare Bumi ke RS MMC. Soalnya Kakak Bumi ngamuk mau nenen. Lha kalo gitu, Adik Lala siapa yang gendongin dong? (satu dari sejumlah masalah yang timbul karena gagal menyapih). Untungnya, Lala tidur. Jadi, ditidurin di car seat Bumi.

Sebenernya car seat Bumi itu bisa dipake sejak usia newborn, tapi dengan semacam alas/insert. Masalahnya insert tersebut ada di apartment dong! Karena darurat, Adik Lala tetap ditidurin di car seat itu tanpa insert. Agak ketekuk punggungnya. Tapi dengan mengucapkan bismilah kita pun menuju RS MMC. Untungnya perjalanan nggak lebih dari 10 menit. Fiuh! Selamat deh.

Sebulan berlalu sejak pengobatan GERD Bumi. Hasilnya?

Alhamdulillah.. berat Bumi naik sekitar 400 gram. Cukup baik, tapi belum mencapai target yang kita inginkan. Harapan Bubun, sesuai dengan hasil konsultasi dengan dr. Tiwi dan melihat growth chart (GC), Bumi bisa setidaknya mencapai 10 kg sebelum genap 24 bulan. Sekalian angka itu masih jauh dari angka ideal yaitu 12 kg, tapi lumayan lah untuk perbaikan status gizi Bumi.

Kata dr. Mita, kenaikan tersebut cukup baik. Grafik GC-nya udah menunjukkan perbaikan meskipun belum masuk ke grafik tumbuh kembang yang optimal.

Bubun kemudian ngasih pertanyaan yang sama dengan yang Bubun tanyain ke dr. Tiwi sewaktu bawa Adik Lala untuk kontrol usia 1 bulan beberapa waktu lalu: “Perlu nggak Bumi dicek ke dsa sub spesialis endokrin?”

dr. Mita, seperti halnya dr. Tiwi menjawab: “Oh iya, cek aja bu.. nanti ke dokter ini aja… di sana…”

Bubun pun nanya lagi soal prosedur cek endokrin seperti apa aja.

Jadi, sepertinya Serial Berat Badan bumi ini masih akan berlanjut ya… Mudah-mudahan sih nggak sebanyak serial sinetron tersanjung itu.. Hiks.


16 Comments on “Serial Berat Badan Bumi (Season IV) – Ternyata GERD”

  1. Pipit Arifani says:

    Halo cit…… P kbr? Istri badai niy,,nyari referensi ttg baby stuff ehhh nyangkut ke blogmu. Bagus keren komplitttttt plit infonya… Baca ttg serial bb bumi,,wah bikin naik turun nafas,,dag dig dug,,ikut tegang pas bumi di ruang ok. Tau bgt dech rasanya anak gk naik2,,dibilang lebay ama extended fam,,rasanya pgn menghujat n menikam diri sendiri…😦 …. Mudah2an terus ke arah perbaikan ya cit,,jgn pantang nyerah,,bumi pun dulu sampai 1,5thn begitu stuck bb nya… Alhamdulillah setelah beragam cara,,akhirnya nemu juga masalahnya,, dan bb kembali normal. Smg bumisagara juga begitu,,Amin….. Kiss kiss buat bumisagara,,,eh iya buat adenya juga Langit,,maaf aq n badai gak nengok pas km lahiran,, sehat2 ya bumi n lala. Semangat bubun!!!

    • citralwi says:

      Hai Pipit!
      Hehe… makasih banyak ya pit.
      Benerr… nelangsa banget ya rasanya. Kadang orang nggak nyadar kekuatan dari kata itu begitu luar biasa.
      Bumi Nusantara akhirnya fixed alergi ya pit? Alhamdulillah udah ketemu sebabnya, ditangani segera dan udah sembuh ya… Semoga sehat-sehat terus Bumi!
      Nggak apa-apa pit. Kebayang pasti repot banget lah. Mana sekarang Pipit lagi hamil gede. Lancar-lancar ya kehamilannya. Sehat-sehat terus. Kecup sayang untuk Bumi Nusantara dan adik dalam perut.

  2. dinaisyana says:

    Cit…aku berkaca-kaca pas ngeliat foto Bumi dibius! Lemes rasanya. Ga kebayang jadi kamu. Aduh untuk cepet ke detect ya masalahnya. Semoga tumbuh kembang Bumi bisa lebih lancar ke depannya. Jadi pengen googling soal GERD. kasian banget ya bayi2 yang ngalamin ini, sakit tapi ga bisa ngomong😦

    • citralwi says:

      Iya Din, lemes banget. Nggak nyangka bakal bikin shocked pas kejadiannya.
      Aamiin.. makasih banyak ya doanya.
      GERD ini nggak terlalu banyak dibahas di artikel2 berbahasa indonesia, padahal kasusnya lumayan banyak ternyata.

  3. Pipit Arifani says:

    Bumi, fix alergi cit… Tetep positif ya cit,,biar bumisagara ketularan energi positifnya.🙂 energi terbesar anak adalah ortunya…. inshaAllah,,segera membaik yah…. Amin…. Mksh doanya y cit,,doa yg sama buat km n klg…🙂

  4. Devina arifani says:

    Halo bunbun. Bun, anakku punya masalah pencernaan juga, aku udh ke dr. Rini sekartini, trus disuruh endoskopi eh kita takut banget, jadi kita kabur deh. Aku akhirnya ke dr. Eva sualeman di harapan kita, kemaren di usg aja, tapi kl gak berhasil jg dan harus endoskopi, aku jadi lebih berani setelah baca bumi di endoskopi. Deg2an, takut, lega aku baca blog mu tegang banget. Kamu semangat ya bun, aku ngerti banget perasaan mu, sedih dan kebingungan.

    Bun, aju boleh minta email mu?, siapa tau kita bisa sharing. Aku juga jadi penasaran sama kondisi bumi sekarang.. Btw salam buat langit yang sabar ngikutin prosesnya bumi ya..

  5. Astri says:

    hallo mbak citra..I feel you, mbak..apa yg dialami bumi hampir sama dengan yg dialami anak saya..sejak dia mulai MPASI, berat badannya sulit naik..klopun naik bakal turun lg klo dia lg sakit..karena daya tahan tubuhnya lemah, jadinya gampang sakit dan berat badannya yg mulai naik (sedikit) pun ikutan turun..nyesek bgt rasanya mbak..semua yg mbak tulis dalam “serial berat badan bumi” saya rasakan juga mbak..saya udah melakukan test mantoux takutnya anak saya kena TB, tapi ternayta negatif..akhirnya ke dokter gastro didianosa dispepsia, maldigesti, gastritis, GER, ga tau mana yg bener..akhirnya dokter cuma bisa ngasih obat plus enzim untuk ususnya..tapi belum membuahkan hasil karena kadang masih sering mual muntah dan nafsu makannya semakin lama semakin jelek..padahal awal2 MPASI makannya lahap bgt sampe bikin iri tetangga yg punya anak seumuran dengan anak saya..dan terakhir kontrol dengan dokter gastro, katanya klo ga ada progress juga, anak saya bakal di endoskopi..dari pengalaman bumi yg di endoskopi, sepertinya prosedur endoskopi itu akan menyulitkan, karena harus ada puasa dulu, tes darah dsb..sedangkan anak saya klo diperiksa perutnya oleh dokter aja dia udah berontak dan jerit..apalagi kata dokter gastro anak saya, katanya pake rawat inap semalam klo mau di endoskopi..haduuhh..membayangkannya aja saya udah gimana gitu..anak saya akan di infus dan harus terbaring di tempat tidur, pasti dia ga betah dan akan berontak..tapi sejujurnya saya juga penasaran dengan apa yang terjadi dalam pencernaan anak saya supaya bisa segera diobati dengan tepat dan tuntas dan agar “serial berat badannya yg sulit naik” bisa segera berakhir..

    Setelah di endoskopi, gimana mbak dengan berat badan bumi? apakah terjadi peningkatan secara signifikan? mbak boleh minta alamat emailnya ga mbak? pengen sharing2 nih mbak..email saya di ay_astri@yahoo.com..makasih sebelumnya ya mbak..

    • citralwi says:

      Peluk dulu ahh. :’)
      Hang in there ya mbak…

      Menurut kau, kalau emang dokternya merasa perlu endoskopi, segera lakukan aja mbak. Aku kurang ngerti kenapa anak mbak harus rawat inap.
      Memang ada puasa 6 jam dan tes darah. Tapi menurut pengalaman saya, tanpa rawat inap pun sebenernya bisa. Kecualia ada kondisi dan pertimbangan tertentu yang bikin dokter mutusin sebaliknya.
      Prosedurnya singkat. Cuma 5 menit. Setelah itu, anaknya lari2an kayak nggak ada apa2. Hehe.

      Berat badan Bumi menunjukkan perbaikan. Tapi belum signifikan karena kita struggle dengan isu baru: Nafsu makan yang drop entah mengapa.
      Nanti japri aja yah, kalo mau curhat2. Hehe

      • Astri says:

        mba citra..boleh minta kontak nya kah? mau tanya2 seputar pengobatan yg dijalani bumi..pgn curhat2 jg nih mbak..saya udah hopeless bgt mbak hrs gimana lagi ngadepin penyakit anak saya..apa yg dialami bumi hampir persis dgn yg dialami anak saya..bedanya saya blm berani utk endoskopi dia..klo boleh, kontaknya tlg di email ke ay_astri@gmail.com mbak..makasih

      • citralwi says:

        Hai mbak astri,

        Saya udah 2 kali ngirim email. Kok selalu mental. Katanya alamatnya salah… kenapa ya?

      • Astri says:

        maaf mbak citra emailnya salah..harusnya ay_astri@yahoo.com bukan gmail..maaf ya mbak dikirim kesitu aja kontaknya..sebelumnya makasih ya mbak..

  6. […] sekitar 1 bulan setelah mudik. Tapi Bubun sendiri nggak yakin itu karena efek pijat. Pasalnya, pengobatan GERD Bumi emang udah hampir selesai. Selain itu, Ayah dan Bubun juga sepakat untuk kembali memberi suplemen […]

  7. […] Berat Badan Bumi lainnya: Season I Season II Season III Season IV (Part I) Season IV (Part II) Season […]

  8. […] nggak bisa meredam amarah Bumi. Segala upaya dan pengobatan kita lakuin demi Bumi. Meskipun akhirnya ketauan masalah GERD itu, tapi para DSA terus mendorong Bubun untuk menyapih. Bubun melihat bahwa menyapih ini urusan […]

  9. Astri says:

    Waduuhh maaf bgt mbak salah ketik harusnya ay_astri@yahoo.com..sebelumnya saya salah dgn ngetik ay_astri@gmail.com..klo ga bisa jg ke azzthree@gmail.com aja mba..makasih ya mb..

  10. ayu arini says:

    Seneng banget baca tulisan ini. Anakku sejak 2 bulan naik berat badannya mulai irit, bahkan dari 5 bulan ga naik dan 7 bulan malah turun… sekarang pake selang di hidung untuk kasi susu karena susah makan dan minum susu. Udah mulai curiga sih kalo ada masalah pencernaan, tapi masih bingung mau ke dokter mana. Untung baca blog ini, jadi tertarik untuk konsul juga sama dr. Pramita… mudah2an bisa deh.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s