Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Serial Berat Badan Bumi (Season III)

Dear BumbumLala, sebenernya Bubun paling males deh harus nulis tentang serial ini. Tapi dalam rangka dokumentasi dan jurnal kesehatan Bumi, terpaksa deh perasaannya ditahan-tahan.

 

Setelah menjalani program perbaikan gizi, Bumi mengalami sedikit peningkatan berat badan. Tapi setelah itu stuck. Lebih parah lagi, Bumi udah nggak sanggup lagi minum suplemen nutrinidrink-nya lebih dari 300 ml per hari. Terus, seperti biasa, Bubunnya kembali galau deh. Seperti yang Bubun pernah sebut di cerita di situ, kalau belum ada peningkatan signifikan, Bubun mau konsul ke dsa sub spesialis lainnya.

Jadi, di bulan Maret 2014, Bubun nyari info tentang dsa gastroenterologi dan endokrinologi. Nemunya, dokter yang nggak praktek di sekitaran jakarta pusat: dr. Badriul Hegar dan dr. Aman Pulungan. Sebenernya mereka sempet praktek di RSCM, tapi sepertinya ke sini, mereka makin sibuk. Sempet Bubun minta ke RSCM untuk bikin janji khusus dengan sistem dokter tamu gitu. Coba diproses dengan bagian administrasi. Tapi akhirnya nggak bisa juga.

Akhirnya Bubun minta nama dokter gastro dan endokrin lain yang praktek di RSCM Kencana, lalu langsung bikin appointment.

Tapi entah mengapa, Ayah minta ditunda dulu ke dokter-dokter itu. Jadilah, ditunda dulu sementara.

DSCN9373 DSCN0018

Lalu, seminggu sebelum janji temu dengan para dokter sub spesialis itu, Bubun ngobrol dengan seseorang. Hmm.. sebenernya bukan ngobrol sih. Lebih ke intervensi sih menurut Bubun. Di dalam pembicaraan yang berlangsung sekitar 1 – 2 jam tersebut, Bubun mendapat beberapa insight. Yang paling menohok adalah selama ini Bubun nggak sadar bahwa ada perkataan dan tingkah laku Bubun yang membuat orang lain salah paham.

Selama ini, Bubun emang mengerahkan upaya 110% untuk mencari penyebab tumbuh kembang Bumi yang tidak sesuai harapan. Sayangnya, menurut beberapa pihak, Bubun terlalu berlebihan dan bahkan seperti membebankan harapan yang berlebihan kepada Bumi. Padahal…

“Anaknya baik-baik aja kok. Kasian Bumi dikit-dikit ke dokter.”

Bubun dianggap “terlalu dengerin kata dokter.”

Dalam pembelaan Bubun (yang mungkin terdengar agak defensif), dokter-dokter tersebut memberikan diagnosa bukannya tanpa dasar. Selain itu, Bubun juga selalu melakukan cross check dengan tanya e beberapa pihak dan juga browsing sana-sini. Kata siapa tulisan di internet nggak bisa dipertanggungjawabkan? Tergantung sumbernya dong. Kalau tulisannya dari situs resmi para dokter seperti klinik dr Tiwi atau organisasi kesehatan non-profit seperti CDC (center for Disease Control and Prevention) dan Mayo Clinic sih bisa dipertanggungjawabkan bangett…

Beberapa kali mungkin Bubun terlihat memandangi Bumi dengan sorot sedih dan sepertinya suatu ketika, Bubun pernah memandangi teman Bumi yang lagi seru ngedot susu sambil berkata “Tuh Bum.. seperti kakak itu dong, minum susu yang banyak.” Bubun akuin mungkin emang sikap Bubun kurang tepat. Di mata orang lain, mungkin sepertinya Bubun nyalahin Bumi atau membanding-bandingkan Bumi dengan anak lain. Tapi sungguh jauh di relung hati Bubun, tidak pernah sekalipun Bubun nyalahin Bumi. Sebaliknya, Bubun selalu menyalahkan diri sendiri atas tumbuh kembang Bumi yang kurang optimal. Ya jelas dong, semuanya itu tanggung jawab Bubun sebagai seorang ibu. Mungkin ada dua atau beberapa hal langkah salah yang Bubun ambil dan berefek pada Bumi.

Selain itu, Bubun sedih banget karena ada kesan bahwa Bubun kecewa terhadap Bumi. Yang mana.. nggak benerlah. Kalaupun ada kekecewaan, itu sepenuhnya adalah kekecewaan terhadap diri sendiri, karena nggak bisa menjadi ibu yang baik.

Meskipun berupaya tegar dan menahan kata-kata yang akan terdengar defensif, selama percakapan itu Bubun udah hancur lebur dalam hati. Sesampainya di rumah, barulah mewek sembunyi-sembunyi. Soalnya, kalau ketahuan Ayah bakalan panjang deh.

Akhirnya, Bubun batalin janji dengan dokter subspesialis gastroenterologi dan endokrinologi di RSCM Kencana. Takutnya terlihat ambisius dan lebay. Hal yang mana Bubun sesalin kemudian.

Maksud Bubun, emang kenapa kalau orang lain menyebut Bubun ini itu dan sebagainya? Kalau misalnya Bumi ternyata ada permasalahan kesehatan yang terlambat dideteksi, yang repot siapa? Yang nyesel siapa? Bubun! Lebih dari itu, Yang kasian siapa? Bumi!

Beberapa waktu setelah itu, tepatnya sehari setelah Langit lahir, Ayah cerita kalau habis ngobrol dengan pemilik daycare tempat Bumi. Menurut beliau, ada baiknya Bumi dicek ke dokter spesialis pencernaan. Bubun paling nggak suka ngomong gini, tapi nggak urung juga Bubun memberikan pandangan “Gw bilang juga apaa?”

Sewaktu Lala kontrol usia 5 hari (cek usia 1 minggu) ke dr. Tiwi, Bumi juga ikut dibawa untuk inhalasi di sasana BIC. Sekalian mau ngejar imunisasi booster keempat DPT-HIB-Polio dan PCV.

Sewaktu menunggu Bumi diinhalasi (yang berhasil dilalui dengan baik setelah Ayah, tante Wulan sebagai terapis dan si teteh nyanyi 2 album medley lagu anak-anak campuran indonesia dan inggris), Bubun ngobrol dengan salah satu ibu yang nunggu anaknya diterapi wicara. Entah awalnya ngobrol apa, tiba-tiba si Ibu ini nyaranin supaya Bumi dicek ke dokter pencernaan seperti anak kenalannya.

Masuk kontrol ke ruangan dr. Tiwi, Bubun nggak banyak tanya-tanya soal perkembangan Lala karena dari hasil pengamatan Bubun masih on track semua. Berat badan naik 100 gram dalam waktu 2 hari setelah keluar dari RS. Mirip-mirip seperti Bumi dulu. Selebihnya Bubun banyak nanya soal Bumi. Si dokter langsung setuju sewaktu Bubun nanya perlu nggak cek ke dokter pencernaan. Beliau pun bikinin surat pengantar ke dr. Pramita Gayatri di RS MMC Kuningan.

Sayangnya, sebelum diimunisasi Bumi dicek suhu badannya di atas 37,5 decel. Jadinya, dr. Tiwi suggest untuk tunda imunisasi. Beliau sebenarnya oke-oke aja imunisasi dalam kondisi anaknya batpil. Tapi karena ini hari ketiga Bumi batpil dan suhu badan agak hangat, beliau memprediksi Bumi akan demam malam nanti. Ini imunisasi Bumi nggak kelar-kelar dan susah on time karena seringnya batpil. Selain booster DPT-HIB-Polio 4 dan booster PCV 4, masih ada imunisasi Hep A, Tiphoid dan influenza yang belum kekejar nih…

to be continued…


3 Comments on “Serial Berat Badan Bumi (Season III)”

  1. zefatsani says:

    bacanya sambil menahan sesak didada mba,, bumi beratnya diusia 8 bulan berapa kg mba?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s