Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Review: RSU Bunda

Meskipun pengalaman melahirkan Kakak Bumi dulu nggak sempurna dan sedikit banyak menimbulkan trauma, tapi Bubun mutusin untuk lahiran Adik Lala di rumah sakit yang sama. Alasan utamanya adalah karena catatan kesehatan Bumi dan Bubun setahun ini sudah di sana (dan di BIC, klinik yang masih satu group dengan RSIA Bunda). Selain itu, ada dr. Tiwi, DSA yang Bubun percaya cukup pro ASI. Belakangan ditambah karena ada dr. Ivan sangat-sangat komunikatif dan jadi DSOG favorit Bubun.

Tidak berapa lama setelah Kakak Bumi lahiran, RSU Bunda (yang juga terafiliasi dengan RSIA Bunda), selesai dibangun tepat di seberang RSIA Bunda Menteng. Sekali waktu Ayah, Bubun, dan Bumi ikut seminar parenting bersama dr. Tiwi di RSU tersebut. Bubun lihat, RS tersebut lebih modern dan terlihat baru ketimbang RSIA. Bubun nanya-nanya, ternyata RSU ini diperuntukkan bagi pasien umum. Tapi ternyata menerima pasien ibu dan anak juga.

Mendekati kelahiran Adik Langit, Bubun mulai cari informasi apakah bisa lahiran di RSU Bunda itu. Ternyata bisa. Tapi untuk persalinan dengan metode SC (sectio cesarean) saja. Untuk lahiran spontan pervaginam tetap harus di RSIA Bunda karena RSU tidak punya fasilitas untuk itu.

Meski begitu, RSU Bunda juga mengakomodasi jika ada pasien yang lahiran spontan di RSIA Bunda, namun memilih rawat inap di RSU Bunda. Caranya, begitu selesai proses persalinan, ibu dan bayi akan dibawa dengan ambulance menyebrang jalan. Proses pembayarannya juga nggak ribet. Nanti, RSIA Bunda akan charge biaya persalinan ke RSU Bunda sehingga pasien bayarnya melalui RSU Bunda aja.

Satu hal yang Bubun agak khawatir adalah masalah suster yang membantu perawatan. Dulu sewaktu Bumi dirawat di RSIA karena diare rotavirus, Bubun sempat minta dipindahin ke RSU aja. Tapi kata dr. Dedi Wilson yang merawat (waktu itu, dr. Tiwi sedang cuti), suster anak di RSIA lebih telaten karena udah terbiasa megang anak ketimbang di RSU. Tapi sewaktu Bubun nanya-nanya ke bagian admission RSU Bunda, mereka meyakinkan bahwa suster bayi di RSU juga adalah suster bayi dari RSIA. Jadi, mereka dipastikan terlatih untuk menangani bayi.

Secara tampilan fisik, RSU Bunda terlihat lebih mewah (dan baru). Kamarnya juga lebih luas ketimbang RSIA Bunda, hal yang mana menjadi pertimbangan utama Ayah dan Bubun mutusin rawat inap di sana saja. Curiga harganya lebih mahal ya…

Untuk ngebandingin, Bubun pun minta price list dari RSIA Bunda. Perkiraan biaya persalinan di RSIA Bunda tahun 2014 adalah sbb:

Daftar Tarif RSIA Bunda

Untuk biaya tambahan (ILA, Steril, dll) sebagai berikut:

IMG_20140207_194639

 

Di atas itu adalah harga perkiraan. Artinya, total biaya selama persalinan akan bergantung pada kondisi pasien. Sebagai gambaran, waktu kelahiran Kakak Bumi dulu, harga perkiraan kamar perdana dengan persalinan normal (3 hari) adalah Rp. 15 – 18 juta. Kita di RS selama 5 hari (Bubun masuk sehari sebelum lahiran dan Bumi dirawat 4 hari karena sempat kuning) di kelas Perdana. Karena Bubun menggunakan ILA, ada tambahan lagi sekitar 1 – 1,5 Juta dan ada biaya untuk blue light (fototerapi Bumi). Alhasil, total biaya untuk perawatan itu sebesar Rp. 20 juta lebih dikit.

Sementara itu, jenis kamar perawatan di RSU Bunda adalah:
Kelas 3 (Ward): Rp. 300.00/hari
Kelas 2: Rp. 550.000/hari
Kelas Utama: Rp. 1.000.000/hari
Kelas Perdana: Rp. 1.400.000/hari
Kelas Mitra Suite: Rp. 3.500.000/hari

Jadi, biaya untuk persalinan spontan di RSIA Bunda dan perawatan di RSU Bunda cuma bisa mengira-ngira sendiri aja. Hehe. Nggak ada perkiraannya soalnya.

Oh iya, karena kita milih dr. Ivan Sini sebagai DSObgyn, kontrol sebelum lahiran dilakukan di RSU Bunda ini juga. Si dokter nggak praktek di RSIA Bunda lagi soalnya. Hanya di BIC (untuk pasien fertilitas) dan di RSU (untuk pasien Obgyn lainnya). Kita nggak boleh daftar di BIC dan sebaliknya pasien fertilitas juga nggak bisa kontrol di RSU, sebagaimana yang berulang-ulang disampaikan bagian pendaftaran.

Poliklinik RSU Bunda sendiri terletak di lantai 2. Interiornya modern dan layout-nya memberi kesan luas. Pasien yang ada juga dikit, jadi nggak rame. Ada playground kecil di sudut ruangan dan yang jadi favorit Bubun adalah pojok untuk membuat teh/kopi yang dilengkapi dengan cemilan. Cemilannya sih cuma sebangsa kacang-kacangan gitu. Tapi lumayan buat temen minum teh ya. Suka banget!

DSCN9412

DSCN9411

DSCN9415

Di poliklinik ini juga ada wound care unit lho!

DSCN9413

DSCN9414

Tadinya sempet mau hospital tour, karena penasaran dengan kelas Mitra Suite. Tapi belum sempat, udah keburu lahiran. Hehe. Anyway, kamar kelas perdana yang kita tinggalin di lantai 7 cukup lega. Jelas lebih luas dari RSIA Bunda sih.

???????????????????????????????

DSCN9457

DSCN9459  DSCN9456 DSCN9455 DSCN9453 DSCN9452 DSCN9450

Secara keseluruhan, Bubun cukup puas dengan fasilitas dan pelayanan RSU Bunda. Yang menjadi catatan adalah:
1. Sopir ambulance-nya batuk-batuk terus selama perjalanan (cuma 5 menit sih), sementara suster yang gendong Adik Lala duduk persis di belakangnya tanpa ada partisi. Agak khawatir. Orok baru usia belum 4 jam kan masih rentan ya bok.
2. Suster bayi okee dan supportive banget!! Love them all!
3. Suster ibu ada yang kurang supportive (nggak semua sih) dan satu dua kali terlihat kurang kompak dengan suster bayi (mungkin karena suster bayi dan suster ibu dipisah, beda lantai juga kita, jadi komunikasi sesekali nggak terhambat)
4. Baju-baju dan selimut bayi terlihat lebih bersih dan baru dari RSIA, tapi nggak ‘like new
5. Makanan oke!
6. Nggak ada alat tes pendengaran untuk bayi (harus ke RSIA seberang untuk tes pendengaran)

Sebelum check out, Bubun lihat biaya untuk persalinan spontan dengan ILA di RSIA Bunda Menteng sebesar Rp. 9 Juta lebih. Total jenderal setelah digabung dengan biaya rawat inap kamar perdana 4 hari (Sebenernya kita cuma 3 hari, tapi udah check in sejak pukul 9 malam sewaktu Bubun masih di ruang persalinan RSIA Bunda), perawatan dan ruang bayi, serta obat-obatan di RSU Bunda adalah Rp. 22 Juta sekian. Untungnya semua di-cover kantor Ayah kalau nggak kan mending Bubun homebirth aja ya bok. hehehe..

Recommended?
Kalau ada budget, YES! Tapi menurut Bubun yang paling penting sih tenaga medis (dan support system lainnya) yang bantu persalinan dan perawatan pasca persalinan. Kalau dapat yang komunikatif, supportive, dan pengertian insya Allah baby blues jauh deh!

Alhamdulillah sewaktu persalinan Langit di RSIA dan perawatan di RSU, Bubun dapat DSOG, bidan dan suster yang keren-keren. Happy!


3 Comments on “Review: RSU Bunda”

  1. Fajri says:

    Terima kasih mbak, Review dan sharing pengalamannya sangat membantu.
    Saya juga insyaAllah akan menggunakan RSU Bunda untuk lahiran anak kami.

  2. Ita says:

    Halo salam kenal.. aku mau nanya, kebetulan aku sedang hamil 24wks, dan rencana lahiran di bunda. tapi yang saya tau di RSIA kamarnya udh rada jadul ya. Pengen coba di rsu bunda. Cuma kalau rawat inap di bunda, untuk dokter obgyn dan dokter anaknya apakah harus yg ada di rsu bunda? Kalau dokternya ga praktek di rsu gimana? Dibolehkan ga ttp pake dokter yg di rsia?

    Perkiraan biaya lahirannya kalau dilihat antara kelas perdana di rsia dan rsu kurang lebih sama ya dg paket lahiran di rsia bunda?

    • CHN says:

      Halo Mbak,

      “Cuma kalau rawat inap di bunda, untuk dokter obgyn dan dokter anaknya apakah harus yg ada di rsu bunda? ” –> Terakhir saya lahiran tahun 2014, boleh kok. Dr anak saya kan dr. Tiwi, nggak praktek di RSU. Tapi boleh kok, saya minta. Beliau visit ke RSU nggak apa-apa. Karena saya lahiran normal, jadi proses delivery nya tetap di RSIA. Nah, itu dokternya kan dr. Nando (karena dr. ivan lagi ke luar negeri), nggak praktek di RSIA, tapi di Bunda International Clinic (BIC). Tapi boleh-boleh aja tuh. Mungkin Management Bunda udah terintegrasi, jadi bisa-bisa aja.

      “…Kelas perdana di rsia dan rsu kurang lebih sama ya dg paket lahiran di rsia bunda?” —> Kayaknya jatuhnya lebih mahal di RSU yah. Tapi, relatif nggak terlalu besar bedanya kalau dibandingkan kenyamanan ruangan. Cuma, di RSIA suster bayinya lebih banyak.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s