Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Dokumentasi Kelahiran Bumi dan Langit

Bubun dan Ayah seringkali berbeda pendapat tentang satu dua hal. Tapi kami memiliki pandangan yang sama tentang mengabadikan momen. Bagi Ayah dan Bubun momen-momen penting dalam hidup, perlu diabadikan tidak hanya dalam memori tapi juga dalam gambar bergerak dan tidak bergerak (Kalau Bubun, plus catatan kenangan makanya jurnal ini ada). Jadi, sewaktu Bubun bilang ke Ayah mau nyari fotografer dan videografer untuk nge-capture proses kelahiran Bumi, Ayah dengan antusias mengiyakan.

Tapi, mencari fotografer/videografer cewek (ini harga mati buat Bubun, kalau obgyn sih masih negotiable lah) yang bisa nangkep momen dengan bagus dan harganya terjangkau susaah ternyata.

Setelah googling berbulan-bulan, akhirnya nemu beberapa kandidat fotografer. Videografer nggak nemu sama sekali. Nggak apa-apalah. Toh, kalau video bisa direkam sendiri pake kamera plus tripod.

Kandidat pertama kita adalah tante Rittar Rajagukguk yang hasil jepretannya luar biasa! Sekelas lah dengan suaminya yang merupakan owner theuppermost yang hits itu. Sayangnya, Ayah kurang setuju karena fee-nya di luar budget. Padahal sebenernya sama aja dengan biaya pre-wedding session Ayah dan Bubun dulu. Rasanya rada nyesel ngambil sesi foto pre-wedding itu. Mending buat dokumentasi kelahiran aja. Toh, pre-weddding session kan cuma sekedar pose-pose yang bisa dilakuin kapan aja. Nggak meng-capture momen paling penting dalam hidup Ayah Bubun, yang nggak akan bisa diulang kembali. So, kalau ada yang nanya ke Bubun sekarang, perlu nggak sih sesi foto pra nikah itu. Bubun akan bilang: “Mending kalau ada duitnya, disimpen untuk dokumentasi kelahiran deh! Momen paling penting sepanjang hidup selain nikah!”

Setelah itu, Bubun lihat di blog tante Laila, ada dokumentasi kelahiran Raya yang keren!. Langsung deh, Bubun googling nyari fotografernya, yang sepertinya suami istri. Setelah dihubungi, Om Mekka bilang kalau fotografernya dia dan temennya yang juga cowok. Istrinya hanya nemenin aja. Tapi, Om Mekka baik banget mau nyariin temen fotografernya yang cewek.

Bubun pun ngubungin temen om Mekka itu. Ngobrol-ngobrol via BBM, kayaknya cukup oke. Sayangnya, nggak ada portofolio online-nya yang bisa dilihat. Sembari itu, temen Ayah ngerekomendasiin fotografer pre-wedding session nya yang katanya cewek. Bubun googling dan lihat portofolionya kok kurang sreq ya. Banyakan yang pose-pose kurang natural gitu. Sementara, Bubun pengennya yang jago candid (banyak pengennya tapi dikit duitnya). Meskipun begitu, kita janjian untuk ketemu dan ngobrol-ngobrol.

Kita datang tepat sesuai waktu yang disepakati. Tapi, mereka telat lebih dari setengah jam. Si fotografer datang berdua. Satu cewek dan satu cowok. Ternyata, yang cewek baru-baru aja belajar fotografi. Yang jam terbangnya udah lebih banyak si cowok. Bubun rada ilfil sama si fotografer cowok itu. Udah tahu Bubun lagi hamil gede, eeh.. selama ngobrol sibuk aja ngerokok! Ish! Mereka juga nggak bawa portofolio seperti yang dijanjikan. Terus, waktu nanya harga.. eh lebih dari setengah harga Rittar. Kalau hasil fotonya bagus sih nggak apa-apa ya.. Ini tuh.. err… yasutralah. Dicoret dari kandidat!

Beberapa minggu menjelang kelahiran, Bubun sepertinya akan milih temen mas Mekka itu. Tapi, iseng-iseng Bubun cari jasa fotografer di thread kaskus. Setelah 25 halaman ngoprek-ngoprek iklan fotografer (iseng kok ya sampe halaman 25???), Bubun nemu satu fotografer cewek yang nawarin jasa fotografi untuk berbagai acara dengan harga yang sangat terjangkau! Senengnya, si fotografer cewek ini punya halaman portofolio yang bisa diakses online. Bubun lihat, banyakan journalism photography dan candid wajah-wajah anak. Ihh.. bisa nih! Bisa bangeet! Namanya proses persalinan kan butuh candid dan foto yang ‘bercerita’.

Bubun pun, ngubungin fotografer yang bernama Lalisa Dohino ini. Ternyata dia masih kuliah di semester akhir. Wah, masih muda. Tanpa banyak basa-basi, Bubun pun ngajakin ketemuan.

Nggak seperti fotografer sebelumnya, tante Lalisa udah nyampe di tempat yang dijanjikan, sebelum jam ketemuan. Lalisa juga membawa contoh portofolionya. Meskipun belum pernah motret proses persalinan (siapa sih yang udah sering? kan masih jarang tuh di Indonesia), tapi tante Lalisa ini nampak sangat menjanjikan. Bubun sih nggak ngerti-ngerti amat, tapi sempet kuliah fotografi satu semester, jadi yang dasar-dasar ngertilah. Lalisa ini kelihatan berbakat. Udah gitu, dia nampak nggak terganggu waktu Bubun ceritain kemungkinan horor proses persalinan yang penuh darah. Sewaktu Bubun nunjukkin contoh-contoh dokumentasi kelahiran yang Bubun inginkan, responnya juga sesuai harapan. Oh iya, tante Lalisa rumahnya dekeet banget dengan RSIA Bunda Menteng. Bisa jalan kaki! Jadi, kalau sewaktu-waktu lahiran, dia bisa langsung nyamperin.

Fixed lah kita milih tante Lalisa!

Ternyata, pilihan itu nggak salah. Hasil jepretannya ciamik! Nih sejumlah kecil yang diambil dari kelahiran Kakak Bumi (non-edit):

IMG_0112

IMG_0113

IMG_0119

IMG_0130

IMG_0155

IMG_0165

IMG_0204

IMG_0263

IMG_0281

IMG_0292

IMG_0303

IMG_0307 crp

 


IMG_0354

IMG_0362 crp

 

IMG_0395

IMG_0434

IMG_0447

IMG_0496

IMG_0507

IMG_0546

IMG_0796

IMG_0392
Jadinya, sewaktu Bubun hamil Adik Lala, nggak perlu repot lagi nyari fotografer. Udah sreq sama tante Lalisa. Walaupun persalinan Adik Lala menjelang tengah malam dan berlangsung cukup singkat, tante Lalisa bisa nge-capture semuanya dengan baik:

IMG_4942

IMG_5057

IMG_5089

IMG_5112

IMG_5145

IMG_5149

IMG_5176

IMG_4934

23224

IMG_5235

IMG_5238

IMG_5240

IMG_5257

IMG_5270

IMG_5282

IMG_5360

IMG_5370

IMG_5382

IMG_5374

IMG_5392

IMG_5407

IMG_5437

IMG_5446

 

Sebenarnya tante Lalisa juga berhasil mengabadikan momen mulai dari kepala Adik Lala terlihat, sampai seluruh badan keluar dari tubuh Bubun. Banyak momen-momen yang seru. Canggih lah pokoknya. Tapi kan nggak bisa di-share di sini ya. Hehe.

————————————————————-

All pictures are credit to Lalisa Doniho
www.lalisa-doniho.daportfolio.com
www.lalisa-doniho.deviantart.com
Facebook : Lalisa Doniho / facebook.com/lalisa.doniho
E-mail : lalisa.doniho@gmail.com
Phone: +6281932199283


9 Comments on “Dokumentasi Kelahiran Bumi dan Langit”

  1. Iya cit… Keren banget. Nanti ah pas anak ketiga mau #Lah

  2. Thank you ya Cit for featuring me and my photos in your story blog! Ternyata cerita di balik pencarian fotografer baby birth cewe panjang ya sampai ke beberapa orang. Tadi aku baca-baca post blog Citra yang lainnya juga. Menarik buat dibaca, detail🙂

  3. hilma says:

    Hai mbak citra!
    Ini mamah Raya @arthawildan.
    Yg pertama, selamat yaaa buat kelahiran putrinyaaa..namanya baguuss..🙂
    Yg kedua, mupeng deh liat foto2nya..beneran bagus..aku jg suka bgt browsing2 smallbites, uppermost, axioo, dll. Jadi pengen ntar foto2 anak kedua..errr 2,5tahun lg kayaknya..hehehe..
    Salam buat bumi ya!
    ehehe.

  4. omcalip says:

    woooeeeeeyyy…ciiit…
    pa kabar?
    ternyata istriku slama ini liat and ngambil advice mpasi dari blog mu.
    hahaha
    very inspiring!

    keep inspiring cit😉

    • citralwi says:

      EEeh ada syarif!
      Baik rif! Apa kabar? Wah… punya online shop khusus untuk perlengkapan bayi? Keren!
      alhamdulillah, semoga ada manfaatnya. Eh, anakmu sudah brp bulan rif? Semoga sehat-sehat, tumbuh dan berkembang dengan baik nah! Aamiin…

  5. SazkiaGhazi says:

    Ciiittt, gue baru baca nih! hahahaa.. duh, seneng banget lihat hasil fotonya. Iya, bagus, bercerita :’)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s