Bumi grows so fast!

and so does Langit…

USG Ke-tujuh Langit

Hari Rabu tangal 26 Februari 2014 kemaren, Ayah dan Bubun check kondisi Adik Lala lagi ke dokter Yusfa. Kali ini membawa agenda utama yaitu: Minta surat keterangan HPL (Hari Prediksi Lahir), sebagai dokumen pendukung untuk ngajuin maternity leave.

Yup! di kantor Bubun rada strict aturannya. Cuti bersalin adalah 1 bulan sebelum dan 2 bulan sesudah. Kalaupun misalnya kita nggak ngambil cuti sebulan sebelum, tetep aja harus masuk 2 bulan sesudah lahiran. Nggak bisa ngeles karena harus nyerahin copy akte kelahiran anak ke kantor. Dipikir-pikir, nggak apa-apa juga sih cuti sebulan sebelum lahiran. Soalnya makin ke sini, Bubun makin jompo rasanya. Remuk dah seluruh badan. Lagian harus beberes segala perlengkapan bayi punya Bumi sebelumnya yang sekiranya bisa dipake, dan ngelengkapin yang kurang-kurang.

Terakhir check, usia kandungan Bubun masih 30 minggu, Adik Lala beratnya juga masih 1,6 Kg. Eh sekarang di usia 34 minggu, Lala udah makin chubby dengan (prediksi) berat badan 2,4 kg. Bubun sendiri naik 2 kg selama sebulan ini. Nggak ada diet-dietan seperti Bumi di usia kandungan trimester 3 dulu. Selain karena sebel Bumi disebut kurus sama beberapa pihak waktu lahir (salah prediksi USG dengan dokter yang bantu lahiran, bukan dengan dr. Yusfa ya..), juga karena Bubun PD, Lala beratnya nggak akan overweight. Soalnya kan Bubun banyak aktivitas fisik tuh. Ngelahirin bayi 3 kg, Insya Allah bisa selama semuanya sehat, normal dan dokter yang bantuin mau sabar. Apalagi jalan lahirnya kan juga udah ada dan Adik Lala juga nggak kelilit tali pusar seperti Bumi dulu. Mudah-mudahan dilancarkan, Aamiin.

Kalau di USG sebelumnya Lala nempelin mukanya ke dinding rahim, sekarang udah nggak lagi. Ada sepersekian detik wajah Lala berhasil di-capture. Setelah itu, si gadis pemalu kembali nutup wajahnya.

Lala Close Up

Agak mirip Bumi ya Adik Lala. Utamanya hidungnya.

Kalau kata Ayah, Adik Lala mirip Mariana Renata. Entah halusinasi atau obsesi. Tipis bedanya.😀
Si Ayah nih, afirmasi terus ke Adik Lala supaya mirip Mariana. Katanya, hidup Adik akan lebih mudah kalau wajahnya seperti itu. Abis itu Bubun semprot dengan kuliah tentang konstruksi perempuan ‘cantik’ dan analisis semiotika pencitraan perempuan di dalam film dan iklan😀

Bubun berharap Adik Lala tumbuh dan besar dengan rasa percaya diri yang cukup tanpa harus melekatkan diri dengan konsep ‘cantik’ hasil bentukan masyarakat patriarkis. *Seett dah!*

Cuma, ada satu kegelisahan dalam diri Bubun. Gimana nanti bisa membangun hubungan ibu dan anak perempuan yang sehat. Karena punya 3 adik perempuan dan pernah melalui fase hubungan yang berat dengan ibu dulu, Bubun tahu kompleksitas hubungan antar perempuan, apalagi yang memiliki hubungan darah. Menjadi ibu yang ‘baik’ adalah satu hal besar yang prosesnya terus berjalan sampai akhir hidup. Membangun dan memelihara hubungan ibu-anak adalah satu bagian kecil (namun sangat berat) dari keseluruhan proses tersebut.

Bubun merasa belum siap sebenarnya. Tapi, siap nggak siap, kurang lebih sebulan lagi nak. Sebulan lagi kita bertemu, Adik Lala. Sehat-sehat ya…


2 Comments on “USG Ke-tujuh Langit”

  1. rhey says:

    Slamat menunggy kelahran nah ci, sehat2 slalu🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s