Bumi grows so fast!

and so does Langit…

3 Tahun Bersama

Tanggal 11 Februari 2014 lalu genap 3 tahun pernikahan Ayah dan Bubun.
Tiga tahun dan udah mau punya 2 anak. *produktif bangett yah -___-!*

DSC_7608

Nggak ada perayaan apa-apa. Bubun sendiri inget sehari sebelumnya. Tapi, Pas hari H malah lupa karena kepikiran sakit, tantrum dan sleep terror Bumi kemaren itu.
Pagi hari, saat menunggu lift untuk ke parkiran basement, Ayah berkata: “Happy anniversary ya Bubun…” Bubun-nya bengong sebentar. “Oh iya ya! Iya, sama-sama Yah.” Udah deh, Gitu ajah. Malamnya, setelah Bumi tidur, Ayah kembali ngucapin kalimat yang sama. Tapi kali ini ditambah kecupan. Sementara Bubun cuma cengar-cengir aja.

Meskipun usia pernikahan Ayah dan Bubun baru tergolong seumur jagung, tapi sebenernya Bulan tahun ini adalah tahun ke-10 Ayah dan bubun saling mengenal. Satu dasawarsa!

Pernikahan ternyata tidak semudah mengucapkan “Yes” ketika seorang sahabat dan teman berbagi suka duka selama 7 tahun, melamar dengan kalimat sederhana dalam beberapa kali kesempatan. Juga tidak semudah ijab kabul. Bahkan kalaupun ijab kabul itu panjang luar biasa (di luar pakem ijab kabul umumnya) dan harus dihapalkan luar kepala karena nggak boleh diucapkan tanpa kertas. *lirik ayah*

RAY_6315

Lihat undangan pernikahan dulu, Bubun teringat dengan kalimat yang Bubun ucapkan kepada Ayah bulan Juni tahun 2010 lalu (dan tercantum di undangan tersebut:
“It’s not gonna be easy. But we will work on it every single day.”
Dan tiba-tiba hari Bubun menjadi hangat. :’)

Bubun sadar, proses persiapan seremonial pernikahan memang ribet, menguras tenaga dan bikin pusing. Tapi itu hanyalah awal dari kerja keras yang sesungguhnya. Karena berbeda dengan akad dan resepsi yang cuma berlangsung beberapa jam, pernikahan sebagai sebuah institusi berlangsung dalam kurun waktu lama, bahkan niatnya kan selama hayat masih di kandung badan. Jadi, butuh upaya besar dan tekad yang kuat dalam memelihara hubungan yang harmonis antara Ayah dan Bubun. Dan, upaya itu insya Allah is worth the whole world.

Aamiin.

DSC_7238

DSC_7884

—————–

Ps: Dalam rangka mengenang masa lalu bersama Ayah yang penuh warna-warni, Bubun iseng buka-buka lagi wedding e-invitation yang dibikin penuh perasaan dulu. Baca-baca lagi kisah awal pertemuan Ayah dan Bubun di bagian ‘about us’, eh kok malah nemu banyak typo dan inkonsistensi penyebutan diri. Nggak enak deh bacanya. Ya, maklumlah dulu bikin materi tulisannya kan dikejar 3 hari, dalam kondisi lagi ribet seleksi dan pendaftaran CPNS yang ujung-ujungnya berakhir dengan rawat inap di RS selama 1 bulan!

Pss: Semalam, Bumi udah nggak tantrum lagi. Sepulang kantor, kita ke IGD RSIA Bunda dan sama dr. Sekar langsung disuruh inhalasi. Si dokter curiga tantrum malam hari Bumi karena kesulitan bernapas karena setelah dicek pake Stetoskop, menurut dr. Sekar, slem/dahak/lendir Bumi tergolong banyak banget. Sampai subuh, Bumi tidur nyenyak. Cuma bangun minta susu dengan rengekan dikit dan langsung tidur sendiri setelah minum. Alhamdulillah.


One Comment on “3 Tahun Bersama”

  1. rhey says:

    Happy anniversary ci, langgeng terus nagh. Amiiin🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s