Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Gigi-gigi Bumi dan kunjungan pertama ke dokter gigi

Rencananya sih, kunjungan pertama Bumi ke Pediatric Dentistry alias Pedodontics alias dokter gigi anak adalah segera setelah giginya tumbuh. Cepet banget? Mungkin. Tapi Bubun nggak mau terlambat. Masalah gigi penting banget. Melihat orang yang bolak-balik ke dokter gigi setelah dewasa karena masalah gigi, bikin Bubun bertekad untuk seoptimal mungkin menjaga kesehatan gigi Bumi (dan Langit kelak). Bubun sendiri seumur-umur belum pernah mengalami gigi lubang dan ditambal. Bahkan sekali-kalinya Bubun ngerasain sakit gigi itu waktu gigi bungsu Bubun tumbuh dan mengalami apa yang disebut impaksi, yaitu tumbuhnya menyamping di dalam gusi, bukan ke atas. Itu sih sesuatu hal di luar kuasa Bubun, karena kata Onny Nita sih, itu akibat perkembangan rahang manusia yang makin lama makin kecil, jadi giginya udah nggak muat lagi. Tapi untuk orang-orang yang rahangnya lebar kayak Ayah sih, impaksi itu nggak akan terjadi.

Sebenarnya tujuan membawa Bumi ke dokter gigi anak, awalnya hanya sekedar untuk:
1. Pemeriksaan dini kesehatan mulut
2. Membiasakan dengan situasi klinik gigi. Harapannya sih ke depannya Bumi makin gampang diajak ke dokter gigi.
3. Konsultasi dengan dokter tentang cara merawat gigi Bumi, dan pencegahan dari kerusakan yang tidak diinginkan

Tapi, karena kita sibuk berjuang dengan status gizi Bumi, serial diare, dll.. akhirnya kunjungan itu tertunda. Setelah kondisi kondusif, barulah Bubun bikin appointment dengan dokter gigi. Ketika itu, kondisi gigi Bumi agak mengkhawatirkan Bubun. Soalnya udah ada plak tebal berwarna kuning yang melapisi gigi atas. Bubun makin khawatir karena Bumi udah minum sufor sejak usia 11 bulan. Bubun pernah baca, sufor memiliki pengaruh buruk pada gigi anak. Jadi tiap abis minum susu, harus langsung minum air air putih. Susahnya kalau minum sufornya malam, habis glek-glek minum sufor Bumi langsung ngambil posisi tidur lagi. Nggak mau disentuh. Selain itu, Bumi susaaah banget diajak sikat gigi. Cuma dipegang sikatnya terus disentuhkan di giginya bentar. Udah. Kalau Bubun nyoba bersihin, Bumi bakalan ngamuk.

Nyari dokter gigi anak yang bagus itu ternyata gampang. Googling aja. Eh, nemu deh nama Nila Alya Moechtar, Sp.KGA alias drg. Alya. Lokasinya juga deket dari daycare Bumi jadi gampang seandainya jadwal weekend penuh. Masalahnya, dokter yang direkomendasikan oleh banyak blogger itu ternyata jadwalnya penuh banget. Katanya ada yang bikin appointment-nya 2 bulan ke belakang. Meskipun keder, Bubun coba aja nelpon ke Klinik The Smile Center di Tebet sana. Ternyata jadwal dr. Alya yang kosong paling dekat sebulan lagi. Itu pun weekdays. Kalau mau weekend, bakal dapat giliran lebih lama lagi.

Kenapa sih ngotot ke drg. Alya? Ya soalnya sekarang Bumi doyan ngamuk. Sensitif abis kalau dipegang mulutnya. Baca beberapa cerita di blog, dokter gigi yang telaten dan sabar banget itu susah. Daripada gambling, mending yang pasti-pasti aja deh. Semua review bilangnya drg. Alya itu super sabar. Kita juga bisa diskusi panjang lebar. Dia nggak mau pasiennya ngantri lama dan dia diburu-diburu. Itu yang bikin jadwalnya penuh. Tapi lebih bagus gitu kan ya? Jadi bisa optimal konsultasinya.

Tanggal 6 Februari 2014, Bubun izin di kantor untuk nganterin Bumi ke drg. Alya. Pertemuan dijadwalkan jam 2, tapi Bubun bela-belain berangkat jam 12.15 dari kantor supaya nggak telat. Kalau telat dan harus reschedule bisa gaswat! Masa nunggu sebulan lagi?

Bubun nyampe Daycare, Ayah udah stand by di sana. Ternyata Bumi lagi tidur siang. Sekitar 20 menit nungguin Bumi tidur, belum bangun juga. Akhirnya Bumi diboyong ke The Smile Center dalam keadaan tidur. Perjalanan lancar tanpa macet. Tumben Jl. Soepomo lancar.

Kita nyampe 13.30. Pas nyampe, Bumi bangun. drg. Alya sendiri belum datang. Sembari menunggu, kita baca-baca buku dan main boneka.

IMG_20140206_133908

IMG_20140206_133929

Tempatnya nyaman banget. Koleksi bukunya lengkap. Ada seri Widya Wiyata Pertama, buku favorit Bubun waktu kecil (dipinjam satu demi satu seri ke teman Bubun yang punya, soalnya nggak bisa beli karena harganya mahal!).

IMG_20140206_133850

IMG_20140206_133856

Ada TV yang muterin saluran anak-anak juga dan mainan mobil-mobilan.

IMG_20140206_133903

IMG_20140206_134005

Setelah mengisi informasi pasien, staff di klinik tersebut mempersilahkan Bubun untuk membuat minum sendiri. Ternyata ada pojok minum dan cemilan di The smile center, yang bisa dipakai oleh customer melayani diri sendiri. Bubun bikin teh dan ngambil beberapa keping biskuit untuk Bumi. Bumi ngabisin biskuitnya. Bahkan nambah beberapa keping lagi.

IMG_20140206_134019+

Sewaktu menunggu sambil ngeteh itu, ada nenek-nenek yang manggil: “Seus, Seus… Sus!!” Bubun pikir dia manggil Baby Sitter cucunya. Eh tahunya manggil Bubun. Oh ternyata “Zus” maksudnya. Masih ada yang panggilan itu di jaman ini? Hehe.

Kemudian si nenek itu nanya: “Kok anaknya dibawa ke dokter gigi? Apa yang mau diperiksa?”
Bubun tersenyum aja sembari berkata: “Yah, daripada terlambat, mending cek dari sekarang aja.”

Tepat pukul 14.00, drg. alya datang. Tidak berapa lama, kita dipersilahkan ke lantai 2. Ruangan drg. Alya nyaman. Ada rak tempat mainan dan buku-buku. Begitu lihat buku, Bumi berseru: “Pipi! Pipi!” Eh, ada buku Pipi si Kaus Kaki Panjang yang sering Bubun bacain ke Bumi di rak itu. drg. Alya takjub. “Eh kok tahu..?” Hehe.

Nggak sia-sia kita bela-belain nunggu sebulan untuk ketemu drg. Alya. Dokternya sangat ramah dan membuat kita nyaman. Beliau menyambut, mempersilahkan kita duduk lalu mengajak ngobrol. Bubun pun memanfaatkan kesempatan itu untuk menceritakan kondisi gigi Bumi.

Bumi tumbuh gigi pertama kali di usia 8 bulan. Dua gigi seri bawah tumbuh dalam jangka waktu berdekatan. Prosesnya cukup mulus dan nggak pake drama. Ketika gigi seri atas tumbuh, Bumi sempat demam semalaman. Tapi paginya bersamaan dengan erupsi, demamnya hilang.

1074530_10201109671098185_48554759_o

Bumi 10 bulan: Bergigi tiga!

Bisa dibilang, proses erupsi delapan gigi depan Bumi cukup ‘bersahabat’. Sampai akhirnya pada akhir bulan Desember 2013 lalu, bersamaan dengan program perbaikan status gizi Bumi, Bumi mengalami drama tumbuh gigi. Gimana nggak drama, kalau selama 3 hari Bumi GTM. 1 hari-nya malah sama sekali nggak makan apapun! Bumi rewel pagi siang malam dan bajunya harus selalu diganti karena basah sebadan-badan karena air liur. Sampai seprei ranjang dan bantal kena banyak banget. Setelah badai terlewati, eh giginya malah nggak ada yang erupsi!

Upaya untuk membersihkan gigi Bumi selama ini jauh dari optimal. Sewaktu Bumi masih di bawah 1 tahun, Bubun bisa membersihkan gigi Bumi pake Spiffies, kasa khusus untuk bayi. Tapi makin ke sini, makin susah menyentuh mulut Bumi. Satu kotak spiffies terakhir masih penuh tuh.

Sempat bisa, di malam hari kalau Bumi sudah lelap. Bubun bersihin pake kasa dan tusuk gigi. Plak yang menempel Bubun kerok semaksimal mungkin. Tapi, sekarang dalam keadaan tidur lelap pun, Bumi akan langsung ngamuk kalau Bubun nyoba bersihin gigi Bumi. Di Daycare sebenernya, Bumi udah diajarin sikat gigi dan dibantu bersihin juga. Tapi, kata pengasuh di sana, butuh tenaga ekstra untuk bersihin gigi Bumi. Bubun curiga gigi Bumi udah ada carries-nya.

Sembari Ayah dan Bubun ngobrol dengan drg. Alya, Bumi merhatiin layar tv yang ada video Barney sambil masuk-masukin jari telunjuk ke dalam mulut. Ini menurut drg. Alya sepertinya pertanda bahwa gigi gerahamnya sedang tumbuh.

Setelah ngobrol sekitar 20 menit, Bumi pun dicek giginya:

Awalnya sih Bumi tenang ngeliatin Barney. dr. Alya nanya apa Bumi nggak kenal Barney, kok kayak takjub gitu. Iyaa.. Bumi belum pernah nonton Barney emang. Hehe.

IMG_20140206_142600

IMG_20140206_142611

Setelah drg. Alya make masker dan coba periksa, Bumi ngamuk. Untung ceknya cuma beberapa detik, nggak nyampe semenit.

IMG_20140206_142629

Menurut hasil pemeriksaan drg. Alya, saat ini gigi taring Bumi sudah nyaris erupsi. Itu dari Desember kok ya nggak kelar-kelar? Menurut si dokter, proses erupsi gigi itu sebenarnya 6 bulan. Bubun nanya, apakah saat erupsi, Bumi akan GTM lagi, dokter menjawab: Bisa jadi.😥

Selain itu… udah ada brown spot di gigi seri atas sebelah kiri :'(((

Itu adalah tahap awal menuju carries. Meskipun cuma sedikit, atau memakai istilah drg. Alya: ‘kecolongan dikit’, tapi Bubun merasa bersalah.

Beberapa poin yang Bubun ingat hasil konsul dengan drg. Alya adalah:
1. Brown spot di gigi Bumi nggak bisa hilang. Cuma bisa dicegah supaya nggak berkembang jadi carries. Scalling pun tidak disarankan karena Bumi masih sangat kecil.
2. Sufor itu ‘jahat’ banget ke gigi karena kandungan gulanya banyak. Kalau nggak pake gula, sufor itu aslinya rasanya nggak karu-karuan karena hasil fortifikasi segala jenis zat kimia. UHT lebih ramah ke gigi.
3. Karena suplementasi sufor untuk Bumi nggak bisa dihindarkan mengingat kondisi medisnya, maka Bumi harus disikatin giginya 2 kali sehari. Harus tega demi kesehatan Bumi. Cara nyikatinnya diperagain drg. Alya dengan boneka zebra yang kayak pake gigi manusia. Hehe.
4. Cara sikat gigi yang baik, Bumi dipangku Ayah atau Bubun menghadap cermin. Kemudian dengan gerakan melingkar gigi depannya disikatin. Kemudian, area belakang gigi juga harus disikat ke arah luar. Ini penting, jangan sampai kelewatan karena sufor banyak mengendap di daerah ini.
5. Untuk ngebiasain Bumi, metode ini harus diterapin 2 minggu berturut-turut. Jika berhasil, Insya Allah Bumi akan terbiasa dan nggak ngamuk lagi. Mumpung tenaganya belum terlalu gede, lebih baik dimulai dari sekarang. Kalau udah makin gede, makin susah meganginnya.
6. Bumi harus minum air putih hangat setelah minum sufor. Kalau minumnya tengah malam di waktu tidur, pemberian air putih bisa dengan pipet.
7. Kalau gigi geraham udah erupsi, bersihinnya harus lebih telaten lagi karena lebih sulit bersihinnya.
8. Nanti kalau Bumi udah 2 tahun, bisa dikasih suplemen kalsium khusus untuk mengurangi brown spot pada gigi.
9. Cokelat batangan dan es krim boleh dikonsumsi Bumi. Horeee!
10. Permen, karamel, wafer, gulali haram hukumnya. Kalau ada yang mau ngasih, harus ditolak.
11. Gigi itu juga dipengaruhi oleh DNA. Melihat gigi Ayah dan Bubun yang bagus, drg. Alya optimis gigi Bumi juga bisa bagus. Sewaktu drg. Alya memuji gigi Ayah rapih sampe dua kali, sebenarnya Bubun tergelitik untuk ngasih tahu: Ayah kan pernah pake behel. Meskipun cuma bertahan setahun, kurang 1 tahun dari waktu yang dianjurkan karena Ayah nggak tahan.
12. Gigi susu meskipun nantinya akan tanggal, harus dirawat baik-baik karena kalau sampai dicabut, efeknya sangat buruk: Gigi tetap bisa nggak tumbuh atau tumbuhnya nggak normal. Kalau dicabut pada usia sangat dini, kemampuan berbicara dan mengunyah juga akan terganggu.
13. Nanti di usia 2 tahun, Bumi udah harus belajar berkumur.
14. Bumi belum perlu pake pasta gigi.
15. Bumi diberi teether sebagai ganti jari yang dimasukin ke mulut selama proses erupsi gigi. Teether bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan gigi dan menyamankan gusi yang gatal.
16. Ada untungnya juga Bumi nggak suka minum pake dot sejak bayi. Kalau Bumi minum sufor pake dot, dapat dipastikan kondisi gigi Bumi sekarang lebih buruk. (Ini drg. Alya surprise banget pas tahu Bumi lebih sering disendokin ASIP waktu masih ASIX karena menolak dot, minum air dari gelas sejak usia 6 bulan dan minum sufor sejak usia 11 bulan juga pake gelas atau botol tanpa dot. “Hebat banget!” katanya. Padahal mah, itu karena emang Bumi nggak suka aja sama dot)

drg. Alya menyarankan untuk konsul lagi ketika Bumi berusia 2 tahun. Setelah itu, Bumi pun diberi balon bentuk tangan. Eh apa itu sebenarnya sarung tangan karet yang ditiup ya?😀

Turun ke bawah untuk bayar-bayar, kita ditawarin ‘hadiah’ berupa mainan kecil untuk dibawa pulang. Kita milih mobil-mobilan mungil berwarna kuning.

Agak kaget pas bayar, ternyata murah (dibandingkan ekspektasi awal). Biasanya kalau ke dokter gigi kan Ayah Bubun melotot lihat tagihan, meskipun ditanggung kantor tetep aja kayaknya suka nggak masuk akal. Jadi mikirnya dokter gigi pasti mahal. Biaya konsultasi 140 ribu. Bubun beli juga sikat gigi merek Gum yang khusus untuk orang tua, seperti yang dipake drg. Alya sewaktu meragain cara nyikatin gigi Bumi. Gagangnya panjang, dan kepalanya kecil. Harganya 40 ribu.

Mirip sikat gigi yang Bubun beliin untuk dipake Bumi di Daycare. Dulu beli dua. Satu yang untuk dipegang Bumi sendiri, satunya lagi yang bisa sambil dibantuin oleh pengasuh:

Tapi yang merek MAM itu bentuknya lebih heboh. Harganya lebih mahal. Kalau nggak salah beli di Audrey Baby Shop ITC Cempaka Mas sekitar 65 ribu.

Kelar bayar, staff the smile center nawarin untuk bikin appointment dengan drg. Alya untuk bulan Agustus mendatang, sebulan sebelum Bumi 2 tahun. Ayah takjub “Haa? Jadwal untuk bulan Agustus 2014 udah ada?”
“Udah.” Jawab staff tersebut kalem.

Hihi. Ayah nggak tahu aja, seberapa panjang waiting list untuk ketemu drg. Alya itu…😀

Nah sekarang, mari kita mulai program intensif sikat gigi Bumi!


7 Comments on “Gigi-gigi Bumi dan kunjungan pertama ke dokter gigi”

  1. desweet26 says:

    oalaah…musti bikin dari jauh2 hari ya kalo mau bikin appoitnment ama dr. Alya..
    beklah…sepertinya aku juga akan bawa periksa Radit ke dr. Alya deh, secara Radit juga gampang ngamuk ..apalagi yang namanya ke dokter..dia udah antipati banget loh.. hihihihi

    • citralwi says:

      Iya, ke drg. Alya hrs jauh-jauh hari bikin appointment. Sebenernya drg lain kayaknya juga ramah. Tapi penasaran sama di dokter ini. Banyak banget review positifnya soalnya.😀

  2. Bolo says:

    Hai Citra
    Kapan2 boleh dong di share buku-buku bacaannya bumbum
    Sehat-sehat selalu yaa

    • citralwi says:

      Wah, pas banget! Posting tentang buku-buku Bumi emang udah ngendap di draft sekian lama. Hihi.
      Kapan-kapan di-publish yaa..
      Makasih banyaak!🙂

  3. […] Bumi check up gigi pertama di bulan Februari 2014 lalu, Bubun udah langsung bikin appointment untuk 6 bulan berikutnya, di […]

  4. Nani says:

    Barusan sy tlpon smile center,. Ternyata ngga bisa bersipat urgent ya harus witing list,. Terus saya bilang anak saya sudah bengkak mba pipinya apa harus nunggu bln mei,.? Jawabnya “iya ibu soalnya di sini waiting list”,. Tp ketika saya bilang sprti ini ” berarti ini clinic sipatnya ngga bisa urgent ya, jd hanya untuk kontrol az ya mba,.” Tp mbanya tetep bilang “ngga juga sih bu, memang hrs waiting list” laaaaah masa iya sakitnya skrng harus nunggu bln mei,. Memang sih salah sy sbg orang tua kurang mengintrolkan anak k drg,. Tp maksudnya sy klo sdh terjadi begini apa msh hrs waiting list jg ya,.? Makin merasa berdosa saja sm anak,. Hikhikhik

    • CHN says:

      Mungkin kalau urgent baiknya di RS aja ya mbak? atau klinik yang memang ada dokter gigi stand by, atau menyediakan fasilitas semacam UGD?
      Semoga cepat sembuh ya…🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s