Bumi grows so fast!

and so does Langit…

30 January, Almost 30

Bubun itu tipe orang yang seneng ngasih surprise di hari ulang tahun orang yang disayang. Bahagia bisa membuat orang tersayang merasa berharga dan dicintai. Tapi untuk ulang tahun sendiri malah rasanya males. Nggak semangat. Beberapa tahun terakhir ini, tiap menjelang tanggal 30 januari, yang namanya perayaan Ulang tahun terasa overrated.

Tahun ini, karena nggak mau ngerepotin Ayah, Bubun mesen sendiri cake ulang tahun beberapa hari sebelum tanggal 30. Mesennya di Dulcet Pattiserie yang udah lama bikin Bubun ngeces tiap buka akun instagram.

Bubun mesen Boston Cream dan Mandarin Shortcake, yang penampakkannya bikin penasaran itu.

0084b5c458d211e397a10eb94f794f39_8b77bb6584b3311e381a5120ebd52bc37_8 39295f18745411e3a81f12784011d369_8

1afbfaf474eb11e39d0012e228931a73_8All of the cake pictures above are taken from http://instagram.com/dulcetpatisserie

Sehari sebelum Bubun ulang tahun, Ayah nanya: “Bubun mau kado apa?”
“Err.. Nggak usah aja deh. Mending nggak usah ada kado.” Jawab Bubun datar.
AKhir-akhir ini kita dirundung banyak ‘musibah’ finansial yang menjadikan tabungan terkuras habis, jadi kado ulang tahun adalah hal terakhir yang Bubun harapkan tahun ini.
“Ayah mau mesenin kue ke Mbak Dini tadi, tapi katanya udah telat kalo baru mesen sekarang” Tambah Ayah.
“Nggak usah… Bubun udah mesen sendiri” Ujar Bubun lempeng.
“Haa?” Ayah keselek.

Habis itu, kita ngobrol-ngobrol ngalor ngidul kilas balik ke masa-masa pacaran dulu. FYI ya Bumbum dan Lala… Ayah kalian itu, nggak romantis menurut standar Bubun, tapi mungkin romantis versi orang banyak. Yang namanya ngasih bunga, kue, boneka, sampe DVD player udah pernah dijabanin. Tapi Ayah nggak pernah ngomong yang manis-manis. Paling banter “I Love You” doang. Eh tapi itu udah sweet ya?
Soalnya standar romantis menurut Bubun adalah ngasih puisi atau bikinin lagu, ngelakuin hal-hal yang extraordinary, bukan sekedar beliin apa gitu yang semua orang bisa lakuin gitu aja. *dikasih hati minta jantung :D*
Sekali waktu dulu, Ayah cerita kalau dia pernah secara spontan bikin lagu dengan iringan gitar, waktu kangen sama Bubun yang lagi KKN di desa. Tapi sayangnya nggak dicatat atau direkam. Jadi, dia udah lupa lagunya kayak gimana. Ya, jadinya Bubun rada-rada mempertanyakan kebenaran cerita itu.

Balik lagi ke masalah romantis itu… Sejak Bumi lahir, Bubun dan Ayah nggak pernah lagi kencan berdua. Sekedar meluangkan waktu untuk ngobrol dalam keheningan aja rasanya jarang bisa terwujud. Paling ketika lagi macet di jalan, yang mana mood kami juga nggak begitu mendukung. Apalagi kalau Bumi ngamuk. Energi dan kehidupan kami rasanya terfokus penuh pada uoaya membesarkan dan mengasuh Bumi di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan sumber daya (tenaga dan finansial). Ibukota tempat Bumi lahir ini makin hari makin menguji ketegaran batin. Beberapa waktu terkahir, ambang batas kesabaran Ayah dan Bubun diuji. Kehidupan rasanya makin keras. Dengan kondisi seperti itu, urusan romantisme atau menjaga hubungan Ayah dan Bubun tetap hangat sebagaimana tahun-tahun sebelumnya nyaris nggak pernah lagi terpikirkan. We just want to survive, nak.

Karena itu, Bubun begitu tersentuh membaca ucapan selamat ulang tahun Ayah yang disampaikan via Facebook pada hari ulang tahun Bubun akhir Januari lalu:
Ayah's comment

Mungkin terdengar biasa aja ya bagi orang lain. Tapi, ini yang nulis Ayah! Orang yang nggak gitu suka baca atau menulis. Apalagi yang merangkai kata-kata puitis. Ayah alergi. Hihi. Ternyata menurut pengakuannya, kalimat tersebut di atas, yang cuma beberapa kata itu, dikonsepkan selama berjam-jam. ^^!

Padahal paginya, dalam perjalanan ke kantor Ayah dan Bubun ngobrol panjang lebar soal rencana ke depan. Termasuk desakan Ayah untuk segera daftar beasiswa. Ayah bahkan memberi ultimatum kepada Bubun: Kalau nggak daftar beasiswa, harus resign dan kembali bekerja di sektor swasta seperti dulu. Soalnya tekanan ekonomi begitu besar. Menurut Ayah, nggak ada nilai lebihnya jika Bubun tetap jadi abdi negara. Penghasilan pas-pasan (dalam kasus kita, sebenernya nombok) tapi kesempatan untuk berkembang juga ditutup. Bubun sih mau ya. Tapi gimana.. Bubun terkendala masalah birokrasi di kantor. Ada kebijakan yang menghalangi Bubun untuk mendaftar seleksi beasiswa itu. Saat ini, Bubun agaknya sudah hampir pasrah dan membuang mimpi yang Bubun rajut sejak masa kecil dulu.

Anyway, karena tanggal 30 jatuh pada hari Kamis, maka ‘perayaan’ kecil ulang tahun Bubun ke-29 baru terlaKsana Keesokan harinya. Sebenarnya kata ‘perayaan’ itu terlalu berlebihan mengingat kita cuma nyanyi dan tiup lilin aja. Hehe.
8ab924be8a7311e3ad5e12b4d7054647_8

Duluuu, harapannya sebelum usia 30 tahun udah bisa meraih gelar S2. Boro-boro bisa sekolah lagi, yang ada malah udah mau punya 2 anak!
Kalau kayak gini, rasanya nyesel pernah menyia-nyiakan beasiswa S2 dari salah satu universitas di belanda sono sebelum menikah dulu. Ya tapi nggak bisa juga deng. Orang yang ditanggung cuma full tuition fee paling banter sama uang buku. Emak kan kismin dulu nak. Ya sekarang juga sih…, apalagi sekaranggg! *curcol*

Hmm, maybe at some points in our life, we have to let go things. Including our dreams.


9 Comments on “30 January, Almost 30”

  1. dinaisyana says:

    Ahem…iya…mengerti deh curahan hatinya…
    Selamat ulangtahun, Bubun-nya Bumi & Langit… Semoga segera menemukan mimpi-mimpi baru yang menyejukkan hati

  2. Sandra says:

    Met ultah citra🙂 Semoga tetap menjadi ibu yg hebat & menjaga mimpi2nya biar alam semesta yg menjawab karena semua pasti ada waktunya

  3. Kiky says:

    Selamat ulang tahun Mbak Citra! Aku selalu senang ketemu yang lahirnya bulan Januari juga😀

    Semoga selalu diberkahi Allah yaa😀

    *tentang beasiswa, ah, sudahlah😛

  4. mommy axel says:

    happy birthday mba citra..aku ga sengaja “ketemu” blog mba waktu googling apaan ya..lupa😛 tp sekilas baca aja uda interested sekali. hebat bs nulis detil gini..aku juga ngalamanin punya baby dan aku sendiri kerja full time..

  5. rhey says:

    Hbd cici, wish all dbest;)
    Kpn plng kdi hhehehe

  6. citralwi says:

    Makasih yaa Mommy Axel. Terlalu detail ya kadang? Too much information, but i can’t help it. Hihi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s