Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Serial Berat Badan Bumi (Season II)

Lanjutan dari cerita sebelumnya.

Karena ‘nggak berjodoh’ dengan dr. Klara, Bubun pun nyari dokter gizi lain untuk konsultasi lanjutan kondisi Bumi. Pilihan pertama adalah dr. Damayanti Sjarif. Meskipun agak keder baca beberapa review di dunia maya, Bubun nggak punya banyak pilihan. Kalau ternyata pertemuan dengan si dokter bisa membuat Bumi bertumbuh lebih baik, kenapa nggak? Tinggal kuat-kuatin diri aja dan nyiapin data dan informasi pertumbuhan Bumi. Jadilah, Bubun nelpon ke RSIA Hermina Jatinengara untuk bikin janji. Sekali waktu, nggak tersambung. Besokannya dicoba lagi. Eh, ternyata nggak jodoh juga. dr. Damayanti baru praktek minggu depan. Tapi minggu depan itu, bertepatan dengan hari libur nasional (natal apa ya? lupa). Jadi, baru bisa bikin janji 2 minggu lagi. Kayaknya kelamaan ya. Jadilah, Bubun nyari dokter gizi lain.

Bubun pernah dengar bahwa di RSCM Kencana, ada klinik khusus anak yang sangat lengkap dan dengan dokter-dokter yang sangat berkompeten. Namanya RSCM kan rumah sakit pemerintah yang mestinya sih berafiliasi dengan Kedokteran Universitas Indonesia. Reputasinya juga sebagai RS dengan dokter-dokter senior yang berpengalaman. RSCM Kencana sendiri adalah versi swasta dari RSCM. Jadi, pelayanannya dengar-dengar lebih baik dari RSCM. Bubun pun ngubungin RS tersebut dan bertanya dokter gizi siapa saja yang available dalam waktu dekat.

Kunjungan pertama
dr. Yoga Devaswara namanya. Tidak banyak yang Bubun temuin dari googling nama beliau. Tapi nggak masalah. Bubun sih cukup percaya si dokter akan memberikan solusi yang baik untuk perbaikan gizi Bumi.

Di hari yang dijanjikan, Bubun berangkat dari kantor ke RSCM. Sementara Bumi dijemput Ayah di daycare dan barengan ke sana. Ternyata Bumi dan Ayah nyampe duluan.

image

Di daycare, siap-siap berangkat ke RSCM Kencana

 

image (1)

Ngurus-ngurus administrasi, setelah itu kita naik ke lantai 3, tempat klinik anak berada. Kita datang tepat waktu. Tapi dokternya belum ada. Ayah pun bercerita, dapat info dari pengasuh di daycare bahwa hari itu Bumi belum makan sama sekali! Bajunya belepotan air liur. Sampai basah banget ke area perut. Bubun udah curiga dari malam sebelumnya, Bumi jangan-jangan lagi tumbuh gigi! Pasalnya, dari sore sampai pagi, Bumi demam hampir 39 decel dan rewel banget. Akhirnya dikasih paracetamol. Eh ternyata sampai besok siangnya Bumi nggak mau makan. Makin besarlah kecurigaan Bubun bahwa Bumi lagi tumbuh gigi. Jangan-jangan Bumi mau tumbuh gigi taring. Soalnya tumbuh gigi yang sebelumnya nggak pernah separah ini sampe GTM segala. Timbang berat badan, eh turun sekitar 100 – 200 gram dari beberapa hari sebelumnya! Bumi tampak lemas, jadi pasrah dibuka baju dan ditimbang. Nggak bisa ngamuk kayak malam sebelumnya. Mungkin karena nggak ada energi belum makan.

Setelah nunggu sekitar 30 – 45 menit, dokternya datang. Begitu masuk ke dalam ruang konsul, Bubun kaget. Kirain dokternya laki-laki! Ternyata ibu muda lho. Bumi diperiksa bentar. Sekalian Bubun minta dicek, apa benar giginya mau tumbuh. dr. Yoga membenarkan. Menurut beliau, ada 3 gigi yang sedang proses erupsi. Pantesan!

Setelah itu, Bubun diskusi lama dengan dr. Yoga tentang pertumbuhan Bumi. Bubun cerita tentang informasi dari para pengasuh di daycare bahwa Bumi adalah anak yang makannya paling banyak dan lahap. Kalau telat disuapin, Bumi bakal teriak-teriak. Hal serupa Bubun pernah dengar dari pengasuh di TPA yang lama, di daycare lain tempat Bumi pernah trial dan di daycare satunya lagi, tempat Bumi pernah 2 hari stay harian ketika daycare seakrang sedang libur (dan Ayah Bubun harus kerja). Jadi Bubun rasa, informasi tersebut cukup valid. Bumi sehari-hari sangat lahap dan tidak pernah GTM (kecuali ketika hari ini, karena tumbuh gigi). Meskipun juga, harus diakuin tiap weekend, Bumi moody banget. Kadang lahap banget. Kadang juga ogah-ogahan makan. Dari mulai mpasi dulu, Bumi rasanya emang lebih lahap kalau disuapin orang lain ketimbang Ayah atau Bubun.

Menurut beliau, meskipun Bumi tergolong gizi kurang, dari segi berat badan maupun panjang badan, tapi secara klinis Bumi sehat. Bubun tanya apa ada tanda ADB, menurut beliau nggak ada. Bubun nunjukkin menu makan harian Bumi dari daycare, menurut beliau cukup baik. Tapi harus dipastikan takarannya. Bubun minta dibikinin contoh menu makan kalori tinggi, beliau menyarankan agar di kunjungan berikutnya dengan beliau, Bubun juga bikin janji dengan dietician (ahli gizi) bernama Ibu Lora. Si Ibu Lora ini yang bisa secara detail merumuskan jenis menu dan takaran yang paling tepat. Sementara itu, dr. Yoga meminta agar Bubun memastikan takaran makanan Bumi di daycare sesuai. Beliau juga meresepkan Nutrinidrink, semacam makanan cair berkalori tinggi untuk bantu asupan kalori Bumi. Jadi, pediasure dihentikan dulu. Menurut dokter, kebutuhan Bumi setiap hari minimal 1000 kalori. Dengan minum nutrinidrink 500 ml dalam 24 jam, kebutuhan kalori Bumi untuk tumbuh sudah tercukupi setengahnya. Jadi, makan 3 kali menu berat plus 2 kali cemilan, harusnya Bumi bisa ngejar ketertinggalan pertumbuhannya.

Kurang lebih sejam Bubun konsul dengan dr. Yoga. Cukup puas dan lega. Dokternya ngasih info lengkap tapi juga menenangkan hati dan memberi semangat baru untuk Bubun. Kata Ayah: “Nah, gitu dong kalau jadi dokter bener-bener diperiksa detail dan perhatian ke pasien. Jangan kayak dokter …. (DSA-nya Bumi), masuk cuma 5 menit, ngomong cepet-cepet bla-bla, kita diburu-buru, menggampangkan situasi, eh langsung dapat duit 350 ribu!”

Bubun cuma senyam senyum masam. Kata Ayah, kita nggak usah ke dokter-dokter yang terkenal, antriannya panjang, nggak detail periksanya. Mending kayak dokter-dokter residen di IGD RSIA Bunda aja, meskipun masih muda tapi menangani pasien penuh perhatian dan dicek keseluruhan. Atau seperti dr. Yoga ini. Hehe. Hehe….

Kita pun janjian ketemu lagi dengan dr. Yoga dalam waktu 2 minggu. Tapi, kepotong Bumi kena diare yang ketiga itu. Syukurlah (sakit kok syukurr??), diarenya karena bakteri, jadi dengan antibiotik langsung sembuh dalam 2 hari. Meski begitu, Bubun rasa sedikit banyak ada pengaruhnya juga terhadap program peningkatan status gizi Bumi.

Kunjungan kedua

Setelah Bumi pulih 100%, Bubun bikin janji lagi ke RSCM Kencana. Kali ini, Bubun ngikutin saran dr. Yoga agar bikin janji di hari yang sama dengan Ibu Lora. Tenyata repot banget untuk bikin appointment ganda seperti itu. Sepertinya nggak ada koordinasi antara bagian pendaftaran dengan klinik anak dan klinik diabetes (tempat Ibu Lora). Bikin janji hari selasa, Bubun minta dipastiin bahwa Ibu Lora ada di hari yang sama. Staf yang menerima permintaan Bubun menyanggupi. Eh, sewaktu dikonfirmasi H-1, staf di klinik merasa nggak menerima info tersebut. Ada beberapa perbedaan pemahaman mengenai mekanisme konsultasi dengan dietician pada mereka. Ribet.

Setelah proses cek sana sini, nelpon beberapa kali, akhirnya bisa juga bikin appointment dengan dr. Yoga dan Ibu Lora. Fiuh! Untunglah, nggak sia-sia keribetan itu.

Di konsultasi kedua ini, lagi-lagi Ayah dan Bumi nyampe duluan. Bubun telat 5 – 10 menit. Ayah dan Bumi udah ketemu duluan dengan Ibu Lora di lantai 2. Sempat ngobrol di telpon dengan si Ibu Lora yang menyarankan untuk reschedule saja. Karena beliau dalam waktu 30 menit harus berangkat ke Bogor. Ternyata, Ibu Lora udah nyampein ke bagian pendaftaran bahwa dia hanya bisa sampai jam 11 siang. Tapi Bubun sama sekali nggak dikabarin itu. Ibu Lora khawatir nggak bisa maksimal kalau konsultasinya kurang dari sejam. Tapi Bubun minta ditungguin aja. Soalnya kalau harus reschedule lagi, duh pusing! Beliau juga menawarkan untuk konsultasi dengan dietician lain yang available, tapi Bubun tetap maunya dengan beliau karena dr. Yoga secara spesifik menyebutkan nama Ibu Lora.

IMG_20140121_104716

Meskipun konsultasi cuma berlangsung sekitar 30 menit, tapi Bubun cukup puas. Sedikit banyak, udah ada gambaran tentang mengatur menu Bumi yang baik. Selain tips-tips seperti pemberian suplemen tertentu dan susu pada makanan, Bu Lora juga mendengarkan curhatan Bubun yang cukup berat akhir-akhir ini serta memberikan dukungan moril. Kata Bu Lori, anak-anak gizi kurang biasanya memang lebih rentan sakit atau rewel. Hiks.

IMG_20140121_104540

IMG_20140121_104532

 

IMG_20140121_104555

 

IMG_20140121_104701

Selesai konsultasi, Bu Lora berkali-kali minta maaf karena nggak bisa lama-lama. “Biasanya, saya nggak membatasi lho Bu. Saya nggak enak banget ini harus ke Bogor.” Padahal sih, bagi kita setengah jam itu udah lumayan banget.

Kelar dengan Ibu Lora, kita ke lantai 3. Nggak menunggu lama, kita pun bertemu lagi dengan dr. Yoga. Setelah dievaluasi, dalam sebulan ini berat badan Bumi naik 200 gram, sedangkan panjangnya naik 1 cm. Ada kenaikan memang. Tapi minimal untuk menjaga Bumi pada level ‘gizi kurang’. Jika nggak bertambah, Bumi akan masuk kategori ‘gizi buruk’. Persentase berat badan Bumi itu 76%. Kalau di bawah 70%, Bumi akan dikategorikan sebagai anak gizi buruk. :'(((

Jadi PR-nya untuk ngejar ketertinggalan status gizi, belum terpenuhi. dr. Yoga pun menanyakan hal-hal yang sebelumnya sudah dibahas dengan Ibu Lora. Ada beberapa masukan juga. Setelah melihat menu mingguan yang Bubun bawa (satu diberi ke Ibu Lora, satu untuk dr. Yoga), dr. Yoga menyarankan agar snack seperti buah yang diberi di jam antara makan pagi dan siang, serta antara siang dan sore, diganti dengan kue seperti risoles misalnya.

Bubun nanya ke dr. Yoga, apa perlu Bubun konsul juga ke dokter spesialis endokrin atau cek jantung bawaan? *terus dipelototin Ayah*
Mungkin terdengar lebay ya. Tapi masalahnya, Bubun udah hampir putus asa. Perasaan Bumi makannya lebih lahap dari anak kebanyakan, udah cek ISK, ADB, hasilnya relatif baik, kok bisa pertumbuhannya jauh dari anak seusianya? Sedih banget kalau mau beliin baju Bumi harus yang ukurannya anak usia 9 bulan! Padahal Bumi usianya udah hampir 1,5 tahun. Lebih parah lagi, mau beliin sepatu first walker nggak ada yang muat. Semuanya kegedean. Kalau beli yang pre-walker kan kasian Bumi nggak nyaman dipake jalan. Alhasil sekarang Bumi kemana-mana masih pake kaos kaki aja. Kalau mau jalan di tempat umum, mall atau playground, atau lapangan, ya cuma pake kaos kaki :'(((

Kata dr. Yoga, kita coba dulu giatin asupan gizi Bumi. Kalau nggak ada perkembangan yang menggembirakan, baru kita periksa lebih lanjut kemungkinan masalah endokrin.

Karena konsultasinya lumayan lama, Bumi dan Ayah keluar masuk ruangan jalan-jalan dan main, biar Bumi nggak bosen.

image

image_1 image_2

 

Kurang lebih, hasil konsultasi dengan Ibu Lora dan dr. Yoga adalah sebagai berikut:
1. Menu makanan utama harus mengandung gizi lengkap: karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, minyak, buah.

2. Selingan: Tidak hanya jus, tapi dilengkapi dengan kue/cemilan ringan atau biskuit.

3. Kebutuhan kalori Bumi tiap hari (8 kg): Minimal 1100 kcal.

4. Jadwal makan/minum:

A. Bangun tidur:
Susu  100 ml

B. Makan pagi:

  • Nasi: 50 gram
  • Telur 25 gram (setengah butir)
  • Sayur 25 gram (sudah dimasak, kira-kira 2 sendok makan)

C. Selingan I:

Puding/biskuit/bubur kacang hijau dan susu 100 ml

D. Makan siang:

  • Nasi: 75 gram
  • Daging: 25 gram (setengah potong ukuran sedang)
  • Tahu/Tempe/Kacang-kacangan: 25 gram (setengah potong ukuran sedang)
  • Buah: 50 gram

E. Selingan II:

Puding/Biskuit/Cemilan seperti risoles, lasagna, dll ukuran kecil dan susu 100 ml

F. Makan sore:

  • Nasi: 75 gram
  • Ikan: 25 gram (1/4 potong)
  • Tahu/Tempe/Kacang-kacangan: 25 gram (setengah potong ukuran sedang)
  • Sayur: 25 gram
  • Buah: 50 gram

G. Sebelum tidur dan sampai pagi:
Susu 200 ml

5. Contoh menu sehari (kalori tinggi)

A. Makan pagi:
Nasi uduk telor tempe

B. Selingan I (Pukul 10.00):
Pudding + susu

C. Makan siang:

  • Nasi
  • Opor Ayam
  • Tempe Bacem
  • Tumis Kangkung
  • Jeruk manis

D. Selingan II (Pukul 15.00):
Kroket Kentang + susu

E. Makan sore:

  • Nasi
  • Sup Bola Daging + Wortel
  • Perkedel tahu
  • Pepaya

F. Sebelum tidur (Pukul 21.00):
Susu

6. Hal yang perlu diperhatikan:

  • Pola makan, menu seimbang dan variatif.
  • Makanan dimasak sampai matang. Untuk anak umur 1 – 3 tahun makanan dipotong kecil-kecil, sehingga anak dapat mengunyah dan menelan dengan mudah.
  • Hindari makanan yang terlalu manis dan gurih, karena akan menurunkan nafsu makan dan cenderung menyebabkan gigi berlubang.
  • Hindari penyedap rasa.
  • Hindari makanan yang dapat membuat anak tersedak, terutama pada anak di bawah 3 tahun misal kacang, hotdog, buah yang keras.
  • Cara penyajian makanan mempengaruhi selera makan abak (besar porsi, cara penyajian, warna, aroma bentuk dan tekstur makanan).

Alhamdulillah, dalam 2 minggu terakhir ini, ngikutin hal-hal di atas, berat badan Bumi sudah naik 300 gram. Mudah-mudahan Bumi bisa segera keluar dari kategori gizi kurang ini dan drama serial berat badan Bumi ini selesai sampai season 2 ini, Aamiin Ya Allah… :’)

Kalau misalnya dalam waktu beberapa lama ini Bumi nggak membaik juga, Bubun udah mantapkan untuk cek endokrin dan hal-hal lain yang sekiranya menyebabkan pertumbuhan Bumi terhambat.


8 Comments on “Serial Berat Badan Bumi (Season II)”

  1. […] Sampai akhirnya pada akhir bulan Desember 2013 lalu, bersamaan dengan program perbaikan status gizi Bumi, Bumi mengalami drama tumbuh gigi. Gimana nggak drama, kalau selama 3 hari Bumi GTM. 1 hari-nya […]

  2. […] menjalani program perbaikan gizi, Bumi mengalami sedikit peningkatan berat badan. Tapi setelah itu stuck. Lebih parah lagi, Bumi […]

  3. inandatiaka says:

    Mbak.. thank you ya, kalo ngeblog diceritain runtun dan detail. Ini saya “nyontek” info soal daftar menu Bumi ya Mbak.. smoga anak kita sehat2 terus. Amin!

    • citralwi says:

      Hai mbak!

      Makasih juga udah mau mampir ke sini yaa..
      Aamiin… semoga pengalaman-pengalaman Bumi dan Langit di sini bisa bermanfaat untuk anak-anak lain.🙂

  4. zefatsani says:

    terimakasih mba,, mau mengikuti resepnya ya mba,,, terus semangat,,, *entah membaca blog ini seperti merasa ‘tak sendiri’,,

  5. kebetulan anak saya enzo juga mengalami FTT dikarenakan sejak baby dia ngga bisa lama menyusu pada ibunya bahkan ketika asinya mancur dia kaget dan seakan2 trauma tidak mau menyusu di pd yg mancur😦 sekarang sudah ke dr klara juga, dr tiwi juga, dr damayanti juga dan intinya didoping pakai nutrinidrink dulu…ngejar ke berat badan 9 kg di usianya yg 15 bulan ini..tapi gigi belum ada yg tumbuh dan belom bisa jalan, maunya ditetah atau merambat terus..doakan ya bun semoga membaik…skrg gimana kabar bumi?

  6. lis says:

    Hai Mom,
    Baca serial berat badan ini sambil menghela nafas panjang2, berasa ada teman, ada perspektif baru. Sore tadi baru diultimatum Dr. Damayanti, (sama kasusnya+alergi susu sapi tingkat rendah) jadi tadinya nutrinidrink harus switch ke neocate. Semalaman anak sy GTM, kalau disodorin botol geleng2, trus botolnya dilempar, sambil ngomong pelan cucu, cucu…:( . Pas lapor tadi dibilang kalau menolak minum, pakai NGT (Feeding tube) dan kalau nggak mau atau mau susu lain disuruh ganti dokter aja.
    Pagi udah lapor ke DSA yang ngirim ke Dr Damayanti, dibilang saat ini yang penting ada yang masuk dulu. Dg diskusi ini itu, dan kami nggak mau pakai NGT, akhirnya memutuskan kabur aja dari Dr. Damayanti ini. Minggu depan mau imunisasi+konsul ke dsa-nya kembali dan kayaknya ada banyak bahan obrolan berdasarkan tulisan di Blog ini.
    Dan, akhirnya saya harus bilang sangat salut Mba mencatat detil, teliti dan kritis, keliatan banyak ‘riset’ yah.
    Untuk selanjutnya apakah boleh kontak via japri (bb) ? Email yaa…
    Tks-Lis


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s