Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Ngidamkah?

Dulu, Bubun cenderung nggak percaya  dengan yang namanya ngidam karena hamil. Masuk akal sih kalau perubahan hormon mempengaruhi emosi atau selera makan. Tapi kalau sampai membuat seorang ibu atau calon ibu menjadi ‘terobsesi’ mengingkan suatu hal. Nanti dulu…

Pengen makanan tertentu? Di trimester I, memang umumnya ibu hamil mengalami mual dan muntah-muntah jadi bawaannya pengen makan yang asem-asem. Wajar ya rasanya. Kalau tiba-tiba kepengen makan batagor kingsley, atau martabak nutella pecenongan atau bubur ayam mang Udin yang ada di depan sekolah jaman SD dulu…? Itu sih nggak perlu pake hamil. Hampir tiap orang pernah ngerasain hal semacam itu.

Nah kalau yang ngidamnya tas, sepatu, atau mobil mewah sih… itu kalau nggak memanfaatkan kesempatan mumpung hamil, ya ada sesuatu dalam psikologis si ibu. *judgmental* *diteriakin emak-emak se erte*

Baca-baca menurut beberapa psikolog, bumi yang ngidam seperti ini biasanya adalah perempuan yang sedari kanak-kanak dimanja dengan berbagai hal. Waktu kecil Bubun sejak kecil dididik cukup strict, salah satunya untuk malu minta ini itu. Kalau nemenin Oma ke toko, lantas ada satu benda yang menarik dan membuat Bubun menatapnya lama-lama, Oma akan mencubit paha Bubun diam-diam supaya Bubun nggak ngomong apa-apa dan malu sendiri karena pengen suatu barang. Jadinya Bubun yakin nggak akan ngalamin ngidam psikologis seperti itu.

Ya iya sih, di kehamilan Bumi dulu Bubun nggak pernah rewel kepengen apa-apa. Keinginan terhadap branded fashion items sama sekali nggak ada, selain karena nggak ada duitnya, Bubun juga nggak terlalu fashionholic. Cuma seneng liatin orang dandan, pake baju bagus… tapi kalau buat diri sendiri kayaknya nggak pantes. Hihi.

Palingan, sewaktu trimester pertama pengen makan jenis makanan yang adanya jauh di seberang lautan… berpuluh tahun lalu. Pernah juga malam-malam pengen makan bakso. Tapi bisa ditekan, nggak sampe harus bikin Ayah malam-malam keliling Jakarta nyari si bakso itu😀 Lainnya sih nggak ada yang khusus. Sama seperti dalam kondisi nggak hamil: doyan makan dalam porsi besar.

Di kehamilan Langit ini, segalanya cenderung berbeda. Selain fisik yang lemah, ada satu hal aneh yang mengganggu.

Masuk trimester kedua, Bubun ngiler banget tiap lihat beras mentah. Awal-awal coba ditahan. Lama-lama nggak kuat, pengen makan. Banget! Ih, ngidam dong ya? Ngidam yang aneh!

Taken from bahan-pangan.blogspot.com

Sewaktu kecil, Bubun emang doyan makan beras. Menurut Oma, itu karena dulu sewaktu mengandung Bubun, Oma juga ngidam makan beras mentah. Tapi seiring waktu dan usia, Bubun nggak terlalu kerajingan lagi. Lama-lama Bubun nggak pernah lagi makan beras. Lha ini setelah bertahun-tahun, kok jadi pengen makan beras lagi?

Kalau lagi nggak hamil sih nggak apa-apa. Masalahnya, ibu hamil kan dilarang keras makan makanan mentah karena masih mengandung bakteri sehingga bisa berbahaya untuk janin. Belum lagi sisa-sisa pestisidanya.

Bubun merasa bersalah banget, tapi kadang nggak kuasa. Seharian kebayang-bayang gurihnya beras yang masih berbalut pasir. Huekss! Bubun pikir, hanya segelintir aja orang di dunia ini yang hobi makan beras. Ternyata, setelah googling, fenomena ini ada lho! Bahkan, dikategorikan sebagai sindrom pica, yang masih misteri di dunia kesehatan.

Ada yang mengaitkan sindrom ini dengan kekurangan zat atau mineral tertentu dalam tubuh. Tapi belum ada penelitian yang berhasil membuktikan praduga tersebut. Apapun itu, Bubun merasa malu… kayaknya kok gimana gitu bisa punya hasrat di luar batasan normal. Mirip rasa malu seperti waktu dicubitin Oma kalo ke toko waktu kecil dulu. Malu yang bercampur rasa rendah diri.

Tapi rasanya kok nggak adil ya… masa makan beras disamain dengan makan kapur, kertas, sabun, obat nyamuk, dll? Semua itu kan material non nutrisi. Sementara beras kan emang makanan. Mau bikin petisi supaya beras dikeluarin dari kategori pica ini!

Menurut beberapa sumber, sindrom ini umumnya menimpa Ibu hamil dan anak-anak. Entah karena beneran kekurangan nutrisi tertentu atau ketidakstabilan emosi semata. Sayangnya Bubun lupa nanyain ini ke dr. Yusfa pas kontrol kelima sekaligus USG 4D lengkap kemaren. Mudah-mudahan nggak ada pengaruh buruk ke kesehatan Adik Lala ya…


5 Comments on “Ngidamkah?”

  1. Armela Kurnia says:

    Mama ku juga suka makan beras mentah sampe skrg .. terutama klo habis makan .. atau makan2an yg berbau tajem .. asal jgn kebanyakan gapapa kok dear …

    • citralwi says:

      Nah ituuu nia.. Gw nggak tahan. Kalo udah makan, pengen makan banyak. Takutnya bakterinya banyak dan ada residu pestisida. Nasi yang nggak organik lebih menggetarkan jiwa wanginya. Haha!

  2. Cita says:

    Halo Mbak Citra, salam kenal. Saya selama ini silent reader blog Mbak sejak yg citralwi.wordpress.com sampe blog yang ini🙂 Saya juga lagi hamil 28 minggu. Dari awal hamil kalo saya sukanya nyiumin bau beras, jadi kalo setelah beli beras sebelum dimasukin ke tempat penyimpanan suka saya hirup2 aromanya, trus kalo mau masak nasi, berasnya sebelum dicuci saya hirup2 juga aromanya😀

    • citralwi says:

      Hai Cita!
      Wuaa sama dong. AKu juga doyan banget nyium wangi beras. Tapi nggak kuat, pengen makan… Nyium nasi yang baru tanak juga bikin pengen makan beras😀

  3. […] pertama ini, wajah Lala agak gelap. Tapi tangan, kaki, dan badannya putih banget (mungkin akibat Bubun ngemil beras sekitar 8 kg selama hamil). Bubun ingat dulu Bumi pun agak menggelap warna kulitnya sewaktu […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s