Bumi grows so fast!

and so does Langit…

USG Ke-tiga dan Ke-empat Langit

Setelah dr. Yusfa melakukan USG di cek kedua dulu, ada sedikit rasa sedih menyadari bahwa kemungkinan besar, jika segalanya berjalan sesuai rencana, Langit akan menjadi anak bungsu Bubun. Jika benar bahwa Langit adalah laki-laki, berarti ada kemungkinan juga Bubun nggak punya anak perempuan. Sebenernya Bubun sadar, membesarkan anak perempuan dalam budaya patriarkis yang masih sangat kental di Indonesia adalah tantangan besar. Dalam banyak hal, posisi perempuan sangat lemah karenanya. Bubun nggak yakin bisa ngasih teladan sebagai perempuan yang tangguh menghadapi kerasnya dunia, atau bahkan sekedar perlindungan yang cukup dari segala mara bahaya dan niat jahat yang mengintai di luar sana.

Jangan-jangan karena itu, Tuhan nggak menitipkan anak perempuan kepada Bubun? Karena Bubun nggak cukup mampu menerima tantangan besar itu?

Meskipun begitu, Bubun juga kepengen mendapatkan pengalaman memakaikan pita di kepala bayi perempuan, belanja bareng, nyalon bareng, memilih kebaya pernikahan… tapi ah, lagi-lagi membesarkan anak perempuan di jaman ini bukan hanya sekedar menguncir rambut atau membantu memilihkan gaun pengantin. Lagipula, berkaca pada hubungan Bubun dengan Oma, Bubun menyadari bahwa hubungan ibu dan anak perempuan bisa jadi sangat rumit. Ada sisi emosional yang khas, di luar dari peran gender yang membuat hubungan antar perempuan bisa entah sangat kuat atau sebaliknya berada di ujung kutub seberangnya.

Jadi dengan rasa ikhlas dan legowo menerima prediksi dr. Yusfa sebelumnya, Bubun ditemani Ayah check-up ketiga perkembangan Adik Langit.

Alhamdulillah, Langit bertumbuh optimal dan normal sesuai harapan. Meskipun Bubun masih sering mabok. Pas Cek tekanan darah sebelum masuk ke ruangan konsultasi, tensi Bubun 90/70 masa…? Biasanya kan di sekitaran 110/90. Susternya nanya: “Ini ibu nggak pusing apa?”
“Pusing banget sus. Ini aja berdiri butuh tenaga ekstra.”

Herannya, berat badan Bubun naiknya nggak banyak-banyak amat. Sekitar 1 – 2 kg dari sebelum hamil. Nggak kayak waktu Bumi dulu. Bisa naik 4 kg per bulan selama trimester pertama dan kedua! Trimester ketiga sih karena diet karbo yang ketat, cuma naik 1 kg dalam 3 bulan.

Setelah ketemu dr. Yusfa, seperti biasa tanpa banyak cas cis cus, Bubun langsung dicek pake USG. Bubun nanya ukuran lingkar kepala, air ketuban, dan cek indikasi DS. Syukurlah semua normal dan nggak ada indikasi DS. Cuma untuk berat dan panjang badan, dokternya belum bisa ngasih angkanya karena adik Langit masih kecil banget katanya.

Iseng, Ayah ngajuin pertanyaan yang sama seperti sebelumnya:
“Jenis kelamin, masih tetap dok?”
“Masih….” ujarnya datar.

“… masih perempuan.”

W..w.. wait, what?

“Lho, sekarang jadi perempuan dok? Kemaren kan laki?”
“Oh gitu..? Oh, mungkin yang awalnya disangka penis itu sebenarnya clitoris yang belum berkembang.” ucap si dokter senyum-senyum tipis.

1393798_10201677508733771_1432047590_n

“Eh, beneran dok? Beneran perempuan?” Tanya Ayah. Sekitar 10 kali diulang-ulang. -____-!

Bubun bengong, masih belum bisa mencerna semuanya.

Kelar check-up, dalam perjalanan pulang Bubun nanya ke Ayah. Itu kenapa sampai nanya berulang-ulang tadi di dalam. Apa Ayah lebih seneng kalau Langit laki-laki?
“Enggak. Itu karena kaget. Ayah seneng banget dikasih anak laki-laki dan perempuan. Emang tadi kedengerannya kayak nggak seneng ya?”
“Oww kirain.”

Eh, jadi Ayah dan Bubun nggak perlu diskusi panjang lagi nih soal nama anak? Pakai nama yang udah disiapin sejak sekitar 7 tahun lalu itu dong? Asyik!
Tapi.. tapi… gimana dong soal renungan dunia patriarkis yang kejam untuk kehadiran Langit endebre-endrebre tadi itu? Jeng! Jeng! Jeng!! *tutup muka*

————————————————

Sebulan kemudian, kita pun cek lagi kondisi Langit.
Sekarang udah masuk bulan ke-empat alias trimester kedua. Tapi kenapa Bubun masih mabok, pusing, dan mual ya?

Bubun nanya ke dr. Yusfa, mengapa kehamilan kedua ini lebih berat dari yang pertama.
“Banyak keluhan ya?”
“Iya dok. Perut, pinggang sakit terus. Kadang kontraksi.”

Menurut si dokter, penyebabnya:
1. Bubun lebih capek karena hamil sambil ngurus anak dan bekerja kantoran biasa (nggak ada helper pula!)
2. Kehamilan pertama sangat maksimal sehingga jaringan-jaringan (?) lebih lunak

“Terus, saya juga merasa sakit daerah selangkangan..”
“Seperti mau copot ya? Iya berarti udah lebih lunak dari sebelumnya.” (kurang lebih kayak gitu kalau nggak salah ingat)
“Tapi bukannya itu biasanya di trimester ketiga?”
“Iya sih, kecepetan.”
“Emang nggak apa-apa dok? Kehamilan pertama dulu saya nggak ada keluhan sama sekali lho selain mual. Itu pun sampai 17 Weeks aja. Sama kaki bengkak trimester terakhir.”
“Nggak apa-apa.”

Emang sih, kehamilan Langit ini lebih menantang. Selain itu banyak hal yang Bubun harap bisa Bubun lakuin untuk Langit selama dalam kandungan, belum bisa terwujud. Seperti nerapin metode hypnobirthing dan rutin yoga prenatal. Eh apa gara-gara nggak menerapkan hal-hal yang sebelumnya Bubun terapin ke Bumi, lantas kehamilan kedua ini jadi lebih berat?

Anyway, pada saat di USG, semakin jelas bahwa Langit adalah perempuan. Yeay!
Langit is officially called Adik Lala! (at least until it’s proven that she’s a ‘he’)

Waktu di’sorot’ ke area wajah, Adik Langit nutupin mukanya pake tangan. Sama kayak Bumi dulu. Sama yah, kita orangnya pemalu! Hihi.

1014242_10202178827826435_1413822048_n


4 Comments on “USG Ke-tiga dan Ke-empat Langit”

  1. dinaisyana says:

    Awwww gw pikir Langit itu laki-laki, ternyata prediksi perempuan nih ya? Asiiik sepasang!

  2. Armela Kurnia says:

    Hamil Sky dulu juga sakit bgt sejak hamil 4 bulan di selangkangan .. memuncak sampe trimester 3 .. kata mama pas hamil aku dulu juga kaya gt tp pas hamil anak laki2 engga .. dan klo perempuan melahirkannya dia sakitnya akan terus menerus dan konstan klo melahirkan anak laki2 sakitnya pas akhir aja .. Sehat2 terus ya Lala


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s