Bumi grows so fast!

and so does Langit…

USG Ke-dua Langit

Karena tenggelam dalam rutinitas keseharian, konsul kedua Langit agak ke-pending sehingga berjarak lebih dari sebulan dari yang pertama. Baru di usia sekian belas minggu (13 – 14?), akhirnya Ayah dan Bubun ke dr. Yusfa untuk cek perkembangan si Adik. Nggak apa-apa antri dikit. Toh udah nggak ngajakin Bumi, seperti waktu cek pertama dulu. Begitu masuk, dokternya langsung nanya: “Kenapa nih?”

“Saya hamil lagi dok!” *mata menerawang ke atas menembus plafon rumah sakit*

Lalu, curhat-curhat dikit. Bubun tanya apa-apa nggak ya, jarak antara Bumi dan Langit deket gini (Bumi dan Langit anak bubun, bukan yang benda alam). “Nggak apa-apa. Rahim kan udah siap dari 6 bulan setelah lahiran.” Dokternya santai banget. Ternyata, istrinya pun sedang mengandung anak kedua. Wooo…

Kemudian, kita USG. Langsung deh keliatan gambar bergerak. Ih! udah gede aja si Adik.

Terus, seperti menguji kecanggihan dr. YUsfa, di usia adik sedini ini, Ayah udah nanya dong: “Jenis kelaminnya apa dok?”
Eh sumpeh lo?

Bubun pikir, dokternya bakalan bilang “belum bisa keliatan”. Eh, taunya dia bilang:
“Kayaknya cowok nih!”

“APAAH?? APAAAA??? TIDAAAKK!” Bubun spontan teriak.
Dokternya ngikik. Padahal ini nggak lucu.
“Kenapaa..? Pusing ya ngurusin anak cowok?”
“Ya ampun dok, gimana dong saya ini?”

Yang terlintas dalam benak Bubun adalah, punya dua anak laki-laki yang berdekatan jarak usianya dan sering berantem, bikin Bubunnya jantungan setiap saat dan encok pegel linu. Yaa.. siapa suruh hamil lagi secepat ini.. hiks.

“Ini belum pasti kok. Masih bisa berubah. Ini kan masih muda banget. Bisa aja itu tali pusar” Kata dokternya mencoba menenangkan.

Kemudian, si adik tiba-tiba melebarkan kedua kakinya, sehingga keliatan ada jendolan di antaranya:

Lala

Itu jelas bangeet. Iya kan ya? Masa sih itu tali pusar?

Sebenernya ya, Bubun itu nggak milih-milih jenis kelamin anak kok. Laki atau perempuan sama aja. Kalau udah punya dua rencana bakalan ‘tutup pabrik’.

Cuma ya tadi itu, kebayang gimana hebohnya rumah. Juga omongan-omongan yang bikin panas kuping sesudahnya, seperti: “Bikin satu lagi dong, biar dapat cewek.” Ih! Males banget. Bikin saja sana sendiri. Sama ada satu lagi nih:

Apakah ini berarti bahwa Ayah dan Bubun akan terlibat dalam ‘perseteruan’ dalam memutuskan nama Adik nantinya, seperti yang dulu terjadi pada nama Bumi?
Ih… mikirinnya aja udah mual. Kasian kan, kalau untuk dapat sertifikat kelahiran, kita harus ngurus ke pengadilan. Fiuh.

Buat Bubun, nyari nama anak laki-laki emang lebih susah. Buktinya, jauh sebelum Bumi lahir, Ayah dan Bubun udah bersepakat untuk ngasih nama Bla bla Langit bla bla jika punya anak perempuan kelak. Sementara nama anak laki-laki, bertahun-tahun nggak sepakat. Sampai akhirnya Bumi lahir pun masih rempong diskusi tak berkesudahan. Hahaha!

Kayaknya, kalau Adik nanti lahir jenis kelaminnya laki-laki, namanya nggak bakalan Langit deh. Soalnya nama langit yang sudah kita rancang agak feminin, dan Ayah maunya nama anak laki-laki itu ada kesan jantan atau macho. Bisa saja sih dimodifikasi ‘Langit’nya jadi lebih ‘laki’. Toh nama ‘Langit’ itu sendiri unisex kok. Tapi “Gimana kalau nanti kita punya lagi anak ketiga, perempuan? Nama langit udah dipakai dong.” Celetuk Ayah.

Permisi ya Ayah… Insya Allah Bubun berencana lahiran tahun 2014 ini adalah yang terakhir dalam hidup Bubun. Dua anak saja, cukup. Insya Allah. Semoga Allah berkenan. Aamiin ya Allah.


2 Comments on “USG Ke-dua Langit”

  1. Icha says:

    Ihh.. Syukaaaa! Paragraf terakhirnya setuju banget! Harusnya yang nentuin kan kaum perempuan yak.. Yg paling ngerasain susah dan repotnya kan kita. Hihihihii..

  2. […] dr. Yusfa melakukan USG di cek kedua dulu, ada sedikit rasa sedih menyadari bahwa kemungkinan besar, jika segalanya berjalan sesuai rencana, […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s