Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Balada Car Seat si Bumi (Part I)

Seperti halnya calon ibu baru lainnya, ketika masih mengandung Bumi, Bubun sudah sangat excited dengan urusan printilan berbau ‘bayi’, termasuk baby gear. Rasanya, seru sekali memilih-milih jenis dan merek stroller, gendongan, baby crib, baby chair, atau car seat. Tapi untuk urusan car seat, bukan cuma sekedar seru, ada urgensi yang menjadikan barang ini vital untuk dimiliki ibu seperti Bubun. Sejak semula Bubun dan Ayah sudah berencana untuk menggunakan jasa daycare atau Tempat Penitipan Anak (TPA) di waktu bekerja. Sehingga sejak berusia 2 bulan, Bumi ikut pergi pulang naik mobil dari rumah menuju kantor dan juga sebaliknya.

Bahkan kalaupun Bumi tidak dititipkan di TPA, car seat ini penting karena keselamatan Bumi jika berkendara akan bergantung padanya. Apalagi kalau melihat tingginya angka kecelakaan yang melibatkan bayi atau anak-anak. Hal yang mana, semestinya bisa diminimalisasi dengan adanya car seat. Ini sesungguhnya adalah pengetahuan baru bagi Bubun ketika mengandung. Wajar mungkin, karena di lingkungan sekitar, Bubun lihat jika berkendara, bayi digendong atau dipangku. Sementara anak yang dirasa sudah cukup besar, akan duduk di kursi penumpang seperti orang dewasa.

Ternyata, di negara-negara berkembang, setiap anak dari newborn usia 0 bulan sampai dengan anak 12 tahun, wajib menggunakan car seat atau booster seat dengan ketentuan tertentu, seperti yang ditetapkan pemerintah Inggris di sini. Karenanya bayi baru lahir pun akan berkendara meninggalkan rumah sakit dengan menggunakan car seat. Seperti halnya Pangeran George yang momennya direkam oleh ratusan jurnalis di depan RS St Mary’s, London akhir Juli lalu. Bahkan di Inggris itu, meskipun orang tua tidak memiliki mobil, jika suatu saat akan menggunakan taksi atau menumpang mobil teman/saudara, bayi wajib duduk di car seat.

Meskipun di Indonesia sendiri belum ada hukum yang mengharuskan penggunaan car seat untuk bayi, Bubun bertekad agar Bumi pulang ke rumah dari rumah sakit dengan car seat. Setelah browsing ke seantero jagat maya dan mendalami bahasan mengenai car seat di sini, Bubun pun mendapati ada berbagai merk car seat yang tersedia di pasar. Mulai dari yang memiliki kategori usia pendek (newborn/infant: 0-6/12 bulan, dan toddler: 12 bulan ke atas, dll) sampai yang penggunaannya jangka panjang dari bayi dengan berat 3 kg sampai dengan 18 kg misalnya.

car seat buying guide

Ini Bubun bikin ulang, nyontek brosur-nya mothercare. Niat ya bok? Abis, brosurnya udah lecek. Hihi.

Ada banyak pertimbangan dalam memilih car seat karena setiap jenis atau merk memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ambil contoh, membeli car seat yang range usia atau berat badannya cukup panjang tentunya akan lebih ekonomis (convertible seat). Akan tetapi, car seat khusus usia newborn (capsule infant) biasanya lebih memudahkan mobilitas orang tua. Bubun sendiri paling naksir car seat berikut:

1. Aprica Fladea (0 – 4 thn)

Suka sekali dengan modelnya yang bisa diatur berbaring. Jadi, cocok untuk bayi newborn dan meminimalisasi ketakutan ibu-ibu terhadap leher bayi yang sepertinya masih lemah. Jangka waktu pemakaiannya juga lumayan lama. Sayangnya, harganya paling mahal di antara semua merk car seat yang pernah Bubun lihat, sekitar 6,8 Jutaan di beberapa online shop.

2. Britax First Class (Newborn – 18 Kg)

Melihat bentuknya di Mothercare, car seat ini tampak sturdy tapi sekaligus nyaman. Bantalan penyangganya sepertinya cukup untuk menopang badan newborn. Kalau anak sudah memasuki usia toddler, bantalannya bisa dilepas. Warna dan desainnya maskulin, harganya lebih terjangkau dari Aprica Fladea di kisaran 3.8 juta sampai 4 jutaan, tapi masih di atas harga rata-rata car seat dan juga di atas budget Bubun.

3. Maxi Cosi Cabriofix (Newborn – 13 Kg)

Yang paling Bubun suka dari car seat ini adalah bentuknya seperti keranjang atau capsule infant, yang dengan mudah bisa dipindahkan tanpa menganggu bayi. Car seat ini juga bisa dipasangkan ke rangka stroller Quinny Zap. Jadi, bayi tak perlu ada adegan angkat-bayi-dari-car-seat-kemudian-letakkan-ke-stroller, yang bisa menganggu bayi yang sedang tidur. Harganya sekitar 3 jutaan.

Daripada pusing-pusing, Bubun putuskan untuk menyewa dulu selama sebulan. Kebetulan dari ketiga car seat di atas, yang tersedia di rental perlengkapan bayi hanya Maxi Cosi Cabriofix. Untungnya, vendor rental yang Bubun hubungi, melayani delivery. Alhasil, car seat dan stoller (yang kompatible dengan car seat tersebut) yang Bubun sewa, diantarkan ke rumah sakit, sehari sebelum Bumi lahir. Jadi, kesampean dong pake car seat-nya begitu pulang dari RS?

Hmmm…

(to be continued)


2 Comments on “Balada Car Seat si Bumi (Part I)”

  1. […] perjalanan, Bumi mau duduk di car seat. Tapi sebagaimana yang pernah Bubun ceritain sebelumnya, di sisa perjalanan sampai tiba di […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s