Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Something happens but we’re not sure….

Semua berawal ketika tiba-tiba produksi ASI Bubun menurun.

Mungkin karena Bubun kecapean kali ya. Jadi Ibu bekerja tanpa bantuan pengasuh dan Asisten Rumah Tangga (ART), bahkan yang sekedar pulang-pergi pun, rasanya berat banget buat Bubun. Bukan karena sok-sokan jadi Supermom atau merasa lebih hebat jika bisa mengerjakan segala urusan rumah tangga sendiri, meskipun bekerja di luar rumah. Sama sekali bukan. Bubun butuh bantuan, dan udah nyari ke sana sini. Tapi belum nemu. Jadi sementara itu, sepulang kerja di malam hari, Bubun bergelut dengan pekerjaan rumah tangga, setelah sebelumnya mengurus Bumi. Pergi dan pulang kantor pun, bawa Bumi untuk dititip di TPA. Siangnya ke sana lagi untuk nyusuin. Praktis, tidur cuma sekitar 5 jam sehari. Itu pun dengan kondisi letih luar biasa. Banyak ibu yang bisa menjalani rutinitas seperti itu. Tapi bukan Bubun.

Kemudian rasa letih itu memuncak pada saat mudik lalu. Jika sebelumnya Bubun bisa melawannya, sekarang rasa letih itu seperti menguasai diri Bubun.

Belum selesai menguasai ritme bekerja dan mengurus rumah, Bubun juga diperkenalkan dengan rasa sakit menyusui yang sebelumnya belum pernah Bubun rasakan. Sewaktu awal-awal Bumi belajar nyusu, Bubun memang mengalami mastitis, lecet, sampai nggak bisa make baju karena kalau puting terkena kain, rasanya sakit banget. Tapi itu berjalan sebentar. Nggak sampai selama ini. Bahkan di usia Bumi yang hampir setahun ini, puting Bubun sempat berdarah dan muncul milk blister sehingga harus ke klinik laktasi di RS YPK Mandiri.

Muncul perasaaan aneh bahwa sesuatu terjadi. Ada yang berubah dengan tubuh Bubun. Dengan penuh kekhawatiran, Bubun cerita ke Ayah. Tapi untuk memastikannya, Bubun nggak berani. Sejauh ini, situasi udah berat banget buat Bubun, kalau kekhawatiran itu benar… Bubun nggak tahu deh mesti gimana. Nggak tahan, Bubun sering nangis diam-diam.

Ada satu hal yang pernah Bubun minta ke Ayah. Tapi Ayah nggak setuju karena mendengar komentar orang-orang di sekelilingnya mengenai satu hal. Kalau saja waktu itu Ayah support, mungkin Bubun nggak akan setakut ini…


One Comment on “Something happens but we’re not sure….”

  1. […] sempat kesel dan menyalahkan Ayah, waktu pertama kali tahu Adik Langit ada dalam perut. Bukannya nggak mau Adik Langit ada ya. Mau, mau banget malah. Tapi […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s