Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Mudik Tujuan Kedua; Polewali

Perjalanan dari Kendari cukup lancar.
Cuaca cerah, langit biru, awan putih…

IMG_3305

Tapi karena bukan di jam tidur Bumi (yabes, pilihannya cuma itu :D), jadinya Bumi pengen jalan-jalan selama perjalanan berlangsung. Untung cuma sekitar 50 menit. Kalau nggak, bisa remuk tulang-tulang Bubun ini nak…

IMG_3314

IMG_3297

Ehm. Pada akhirnya sih remuk juga. Tapi itu cerita nanti.

Kita mendarat di Makassar dengan mulus sekitar pukul 14.00.

IMG_3356

IMG_3361

Sebelum ambil bagasi, Bubun ke Toilet dulu.. dan mendapati ternyata di Bandara Hasanuddin itu, udah ada nursing room.

IMG_3366

Sayangnya, lagi dalam perbaikan.

IMG_3368

Keluarga dari Galesong, yaitu Tante Uphi, kakak Queenza dan Tante Nana bersama bapak dan ibunya (om dan tante Ayah) menunggu di Bandara Hasanuddin. Perjalanan dari Galesong ke bandara yang terletak di Maros kalau nggak salah sekitar 2 jam. Dan kita cuma ketemu selama 5 menit aja dong.. dong… dong…! Soalnya kita harus segera menuju Polewali supaya nggak kemalaman. Jadinya cuma cipika-cipiki, foto-foto bentar terus langsung cuss naik mobil rental yang udah kita pesen beberapa hari sebelumnya dan stand by di bandara sebelum kita mendarat.

IMG_4268

Ayah nyetir, Bubun dan Bumi duduk di belakang.

IMG_3376

Beberapa menit perjalanan berjalan cukup baik. Tapi belum ninggalin kabupaten Maros, Bumi udah rewel dan gelisah. Kita lalumutusin untuk mampir di salah satu warung makan yang keliatannya paling rame di antara semua.

IMG_3381

Tapi ternyata makanannya nggak enak. Masakan Makassar kan enak-enak ya, jadi kalau ada yang kurang, jadinya mengecewakan. Manalah tempatnya penuh asap rokok. Tapi lumayanlah daripada laper, ya nggak?

Baru memasuki kabupaten Pangkep, Bumi rewel lagi. Kali ini sambil gulat-gulatan. Akhirnya kita mampir lagi, kali ini ke salah satu minimarket untuk beli snack, tissue basah, dan MPASI instan. Melihat pengalaman di Kendari, Bubun pun dengan berat hati setuju dengan saran Ayah untuk siap sedia MPASI instan. Meskipun Bubun bawa juga beberapa bahan makanan Bumi dari Kendari untuk dimasak selama di Polewali. Tapi sepertinya agak sulit juga untuk MPASI rumahan ini di Polewali soalnya kita bakal pindah-pindah dari rumah ke rumah. Dalam sehari, kita akan keliling dan itu juga belum tahu bakal berakhir nginap di mana. Soalnya semua harus dikunjungin.

IMG_4269

IMG_4270

Setelah Bumi ganti pospak dan baju, Bumi dititah Ayah di minimarket itu, biar bosannya hilang dan nggak cranky lagi.

Ternyata lumayan berhasil. Abis itu, Bumi nyusu sama Bubun. Lagi asyik nyusu, tiba-tiba Bumi ngegigit Bubun. Sakitttt banget. Bubun yang nggak siap langsung teriak. Salah deh, akhirnya Bumi histeris. Duh, maaf ya nak, abisnya sebelumnya nggak pernah sesakit itu. Di usia yang ke- 10 bulan itu, Bumi emang udah tumbuh gigi. Sekitar 4 kalau nggak salah. Emang sering sakit kalau Bumi nggak sengaja ngegigit Bubun dan Bubun sebisa mungkin menjaga reaksi agar Bumi nggak salah, jadi nganggap lucu atau malah takut. Tapi yang barusan itu… astagfirullah! Di luar batas toleransi rasa sakit Bubun selama ini. Hmm.. kayaknya emang beberapa minggu terakhir ini, rasa sakit kalau nyusuin Bumi lebih meningkat ya. Apa emang sesakit itu kalau nyusuin anak yang udah tumbuh gigi?

Setelah nangis, Bumi tertidur pulas. Dan Bubun pun pegel gendongin Bumi sekitar 2-3 jam itu.

Sesampainya di Pare, Bubun minta Ayah untuk mampir sebentar. Dulu sewaktu pertama ke Polewali untuk acara resepsi ketiga pernikahan Ayah dan Bubun, Bubun sempat ngelewatin kota itu. Kesan pertama sangat mempesona. Jadi, kali ini Bubun pengen lihat-lihat kota yang tergolong kecil ini. Tujuan pertama kita adalah ke pantai. Begitu sampai di sana, Bumi bangun. Terus kita foto-foto deh.

di Polewali kita cuma 2 malam saja. Tapi jadwalnya padaaaaaaaat banget.

IMG_3384

IMG_4272

Menjelang magrib, Ayah nyari pangkas rambut madura. Katanya mau pijat. Soalnya capek nyetir (Kalau mau pijat, Ayah emang biasanya ke pangkas rambut madura, katanya paling mantap karena tukang cukurnya kuat mijetnya). Sekalian mau benerin rambut mowhawk-to-be-nya Bumi yang udah dirombak habis sewaktu aqiqah edisi 2 di Kendari lalu.

Ketemu sih pangkas rambutnya, tapi penuh banget.

IMG_3389

Akhirnya batal deh rencananya. Abis itu kita lihat-lihat kotanya bentar sebelum melanjutkan perjalanan yang masih 3 jam lagi.

Di kabupaten Pinrang, kita berhenti lagi karena Bumi rewel dan Ayah laper. Inget-inget ini ya nak: Ayah itu gampang banget laper. Waktu Bubun dan Ayah baru menikah, dan Bumi belum lahir, kita pernah travel ke beberapa tempat. Pengalaman travel berdua itu suka bikin Bubun kesel. Soalnya Ayah nggak bisa ngikutin itinerary yang Bubun bikin. Soalnya dikit-dikit laperrr bok. Jalan kaki dikit, laper lagi. ^^

Anyway, di Pinrang ini, kita berhenti di satu tempat makan. Tempatnya sih sepi. Tapi kita nggak ada pilihan. Ternyata, yang punya warung makan punya satu orang anak kecil (apa cucu ya? Bubun lupa). Anak itu lagi main dengan temannya, yang entah mengapa bajunya bermotif sama, tapi dengan warna yang beda. Hihi.

Awalnya, dua orang gadis kecil itu malu-malu waktu Bubun ajak ngobrol. Tapi lama-lama, udah biasa aja. Malah asyik ngajak Bumi main. Nah, di sinilah ketemu mainan baru yang menarik perhatian Bumi: piring dan sendok-sendok. Jangan-jangan Bumi ada bakat jadi drummer ya? Khusuk banget mukul-mukulin sendok ke piring aluminium. Untungnya nggak ada pembeli lain dan si Ibu dan Bapak pemilik warung juga sepertinya seneng ngeliat Bumi yang serius bener dengan piring sendok itu. Apalagi dua gadis kecil itu. Jadi, mudah-mudahan nggak terlalu ganggu orang lain.

IMG_3391

IMG_3396

Waktu mau pulang, Bumi teriak-teriak. Mungkin belum puas mainnya. Hehe.

Di perjalanan, Bubun coba nidurin Bumi. Alhamdulillah berhasil. Harus berhasil, soalnya tulang-belulang Bubun udah remuk rasanya. Nggak pernah deh secapek ini dalam beberapa tahun terakhir (Kemudian kena tulah, bulan berikutnya…)

Sekitar pukul 23.00, setelah 9 jam perjalanan, akhirnya sampai juga kita di Polewali. Udah ditungguin sama Datok, Nenek, Om Aca (Kakaknya Ayah), bersama istri dan anak-anaknya, yaitu Kakak Fahmi dan Kakak Wika. Ayah dan Bubun makan malam yang udah disiapin. Abis itu, langsung istirahat.

Besoknya, sebelum keliling ke rumah kerabat, kita ke pangkas rambut madura, langganan Ayah sejak SMA, untuk benerin rambut Bumi dan menghilangkan rasa penat Ayah.

Bumi sih cukup anteng dan nggak nangis selama rambutnya dicukur. Sementara itu, mata Bubun nggak bisa lepas dari kuku di ibujari si tukang cukur yang panjang banget itu. Ngeri kalo nusuk kulit Bumi. Hehe.
IMG_3400

IMG_3402

IMG_3410

IMG_3413

Kelar dari benerin rambut Bumi, kita pun mulai agenda keliling-keliling ke rumah kerabat.

Bubun nggak ingat persis ke mana aja. Pokoknya selama 2 hari itu kita ke rumah seluruh extended family yang ada di Polewali. Sempat juga ikut reuni teman SMA Ayah. Dan selama 2 hari itu, Bubun juga selalu nyempatin ke salon malam-malam untuk ngambil paket pijat. Iya! 2 hari berturut-turut karena badan rasanya nggak bertenaga.

Alhamdulillah Bubun bisa nyalon selama mudik ini karena Bumi bisa main dan diasuh sama tante-tante di Polewali. Kesempatan langka yang sulit terwujud di Jakarta.😀

IMG_4276

Bumi bersama Kakak Fahmi

  IMG_4274 IMG_4273

Jadi, meskipun jadwal kunjungan ke kerabat begitu padat, overall Bumi kayaknya seneng selama di Polewali ^^

IMG_4277

Bubun sebenernya cukup seneng, selain karena ada yang bantuin megang Bumi (yuks!), tiap berkunjung ke rumah para kerabat, kita selalu disajiin makanan. Makanan Makassar emang enak-enak. Tapi masakan mandar (Polewali didominiasi oleh budaya suku Mandar)… Uenaakkk bangeeet! Sesuai dengan selera Bubun yang doyan makanan gurih-pedes-asem. Wuihh. *ngeces*

Tumben banget Bubun nggak pernah kenyang dan makannya lebih banyak dari Ayah. Hihi.

Satu aja sih yang bikin Bubun nggak begitu menikmati mudik ke Polewali ini: capek luar biasa dan jadwal yang begitu padat. Sayang banget Bubun merasa kunjungan ke kerabat lebih ke mengejar target, nggak boleh ada yang kelewat, daripada ke kualitas. Demi menjaga hubungan baik dan memenuhi permintaan nenek.

Kita dijadwalkan balik ke Jakarta tanggal 14 Agustus 2013 melalui Makassar pukul 13.00.

…..

atau begitulah yang diyakini Ayah. HA?

Jadi gini ya.. sejak di Kendari, Bubun udah nanya beberapa kali ke Ayah, mastiin jam berapa peswat kita take off dari Makassar ke Jakarta. Entah mengapa, Bubun merasa perlu nanya berkali-kali. Sampai hari terakhir kita di Polewali pun.

Tanggal 13 Agustus 2013 malam, sewaktu Ayah ngejemput Bubun yang abis pijat di salon, Bubun nanya sekali lagi. Penting soalnya. Jam take off itu penentu kapan kita harus berangkat dari Polewali. Ini lintas provinsi soalnya! Dari Sulawesi Barat ke Selatan. Emang nggak ada ya pesawat dari Sulawesi Barat? Ada sih bandara kecil di Mamuju. Tapi perjalanan Polewali – Mamuju dan Polewali – Makassar sama lamanya. Malah jalan menuju Mamuju nggak sebagus jalan menuju Makassar.

Malam itu, Bubun bilang ke Ayah: “Coba lihat tiketnya.”

Terus, Ayah pun ngelihat tiketnya:

Tiket

Tiket 2

05.40…

HEH! Nggak salah tuh? 05.40 closing check in??! YOU MUST BE KIDDING ME!!

Bubun nggak bisa nggak ngomel-ngomelin Ayah panjang lebar.

Buru-buru cabs ke rumah tantenya Ayah. Di sana para kerabat udah nunggu. Semua pun kaget ketika tahu jam keberangkatan kita ‘maju’. Makan malam yang penuh dengan menu masakan Mandar yang enaknya keterlaluan itu terpaksa dilalui dengan buru-buru.

Setelah itu, kita pun berkemas. Bubun maluuu banget. Barang-barang kita kan hancur tercerai berai isinya di koper. Ya, gimana yah.. namanya 2 hari yang super padat ditambah dengan kondisi badan Bubun yang fit, jadinya isi koper berantakan banget. Tahu nggak… itu tante-tante dan sepupu Ayah semua bantuin kita berkemas, termasuk ngelipatin pakaian kotor kita. *nangis malu*

Tapi, karena waktu udah menunjukkan pukul 20.30, terpaksa Bubun gigit bibir aja. Alhamdulillah semua keluarga kayak nggak terlalu peduli dengan kejorokan isi koper itu, dan dengan tekun bantuin kita. Salah satu sepupu Ayah, Om Bhibi, dititahkan untuk nemenin kita supaya bisa gantiin Ayah nyetir menuju Makassar.

Setelah pamit-pamitan singkat, kita pun menuju rumah Datok dan Nenek. Mereka juga kaget banget pas kita bilang kalau penerbangannya subuh ini.

Sekitar pukul 21.30, kita pun berangkat. Sepanjang perjalanan Bumi tidur. Bubun agak susah tidur karena takut Bumi terlepas dari gendongan Bubun. Sementara Ayah bersikeras untuk nyetir karena kasian sama Om Bhibi. Akhirnya karena nggak tahan, sekitar dini hari, Bubun jatuh tertidur juga sambil gendong Bumi.

Sekitar pukul 02.30, kita sampai di Bandara Hasanuddin. Nunggu bentar, udah bisa check in. Setelah itu, atas saran Om Bhibi, kita pun ke mess Sulawesi Barat yang ada di dekat bandara untuk numpang istirahat. Lumayan, Bubun bisa tidur 2 jam. Sementara Ayah dan Om Bhibi kayaknya nggak tidur sama sekali deh. Soalnya waktu bangunin Bubun, Ayah tampak segar. Biasanya kalau baru bangun, Ayah pasti keliatan lemes.

Pukul 05.30, kita sampai kembali ke bandara. Pamit sama Om Bhibi, kita langsung menuju gate karena sudah boarding. Eh.. ternyata peswatnya jenis Airbus yang gede. Bubun kan belum pernah naik pesawat Airbus. Jadi, agak sedikit norak excited.

Giliran pesawatnya take-off, Bubun malah nggak bisa tidur. Sementara Ayah tanpa ba-bi-bu langsung terbang ke alam mimpi. Pasti capek banget itu nggak tidur semalaman, nyetir 5 jam tanpa henti lagi. Bubun juga letih sih. Jadinya nggak foto-foto deh.

Nyampe di Jakarta, Bubun ngerasa udah nggak bertulang belulang lagi. Naik taksi langsung menuju kantor Ayah ngambil mobil terus pulang ke rumah. Sampai di rumah beberes dikit, dan bilang ke Ayah kalau mau nganterin Bumi ke TPA. Untungnya hari itu TPA udah buka lagi. Kalau Bumi di TPA, Bubun bisa unpacking, nyuci, dan beberes rumah deh. Paling nggak niatnya gitu. Pada akhirnya, Bubun tepar, nggak bangun-bangun sampe sore sih. Hehe.

Demikianlah perjalanan mudik Bumi tahun 2013. Rencananya sih tahun 2014 nanti, kita absen mudik dulu. Mungkin sampai 2 – 3 tahun mendatang… kok lama amat? Ya karena.. karena….


4 Comments on “Mudik Tujuan Kedua; Polewali”

  1. cecil says:

    mbak…q da rncna bolang k polman.bs ksi tau g angkutan umum/travel dr bandara ke polman.mklum pnglman prtma….

    • citralwi says:

      Hai mbak Cecil. Maaf baru sempat balas.
      Selama ini saya baru 2 kali ke polewali. Dua-duanya naik mobil rental. Jadi kurang tahu kalau angkutan umum dan travelnya. Kata suamiku, ada semacam mobil angkutan umum yang disebut panther (yup! merek mobil itu) yang ngetem dekat2 bandara.

  2. […] ini emang kita mesti mudik. Tapi hanya ke kampung halaman Bubun saja. Rasanya nggak mungkin kita naik mobil 5 – 9 jam sambil bawa anak 22 bulan dan 3 bulan? Apalagi kalau Ayah harus nyetir. Ada beberapa misi penting […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s