Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Mudik Tujuan Pertama; Kendari

… Sempet panik melihat tangan Bumi yang bengkak itu.
Untunglah, Buminya nggak rewel dan tampak nggak peduli. Bubun coba googling, nggak nemu jawaban yang memuaskan. Nanya ke @drtiwi juga nggak dibalas.
Kata tante Nina, kemungkinan besar bengkaknya itu karena serangga. Bumi dikasih semacam salep, yang Bubun lupa namanya apa. Esokannya, bengkak di tangan Bumi membaik. Lusanya malah hilang sama sekali. Hore!

Minggu awal Agustus 2013 itu, Bubun rasanya capek luar biasa. Mungkin pertanda mau sakit, atau apa. Oma yang melihat Bubun seperti itu, ngajakin Bubun ke pijat refleksi langganannya. Awalnya Bubun menolak karena pengen tidur aja sepanjang hari. Tapi Oma memaksa. Jadi, kita pun berangkat. Bumi ikutan dibawa, bersama dengan si mbak ART di rumah Oma supaya bisa gendongin Bumi. Begitu sampai di tempat.. Yaaah! Refleksinya tutup sodar-sodara! Karena udah kadung ke sana, akhirnya Bubun dan Oma memutuskan untuk ngambil paket perawatan di salon kecantikan yang ada di sebelahnya. Bubun ngambil paket pijat-lulur dan cuci blow. Sementara Oma cuma perawatan rambut aja.

Paket perawatannya so-so… tempatnya kurang nyaman, minim privasi, dengan harga yang mahal (jika dibandingkan service-nya) tapi lumayan menghilangkan penat. Bumi cukup kooperatif selama Bubun di salon. Syukurlah.

Karena kondisi fisik Bubun yang nggak memungkinkan, dan juga kurangnya dukungan dari keluarga (termasuk Ayah), alhasil rencana mempertahankan MPASI Rumahan selama liburan, gagal total. Ya, nggak total-total amat sih. Kadang, Bubun paksain juga untuk masak. Tapi terus kalau Bumi kayak nggak terlalu lahap makannya, semua bakal ngomong kalau masakan Bubun nggak enak karena nggak pake gula garam, atau Bubun nggak pinter ngolahnya. Mau ngotot-ngototan juga Bubun nggak punya energi. Jadi, Bumi pun cukup sering makan makanan instan selama liburan tersebut.

Bubun tidak ingat banyak hal selama liburan di Kendari. Hanya highligt-nya aja: Lebaran dan Aqiqah edisi 2.

Idul Fitri
Awalnya Bubun berencana untuk tinggal di rumah saja bersama Bumi selama yang lainnya shalat ied. Tapi Oma kasihan sama Bumi. Katanya kok nggak bisa ngerasain lebaran pertama. Kayak Bumi udah ngerti aja arti shalat ied. *rolling eyes*
Karena masih ngantuk, Bumi tenang sepanjang shalat ied berlangsung. Malah Bumi khusuk banget ngeliatin anak-anak atau bayi lain yang nangis.

IMG_3212

IMG_3223

IMG_3228

Tuh Ayah keempat dari kanan, pake baju warna Abu! Ini sebelum shalat berlangsung dan kain pembatas barisan pria dan wanita belum diturunkan

IMG_3236

Karena duduk di shaf perempuan paling depan, kita berbatasan langsung dengan shaf para pria. Nah, Bapak-bapak di depan ini, bawa anaknya yang udah cukup gede shalat di bagian pria ^^

Di acara silatuhrrahmi, Bumi jadi superstar di antara kerabat dan keluarga. Bumi juga cukup anteng. Kalau dipikir-pikir, mungkin bulan Agustus 2013 itu merupakan penghabisan sifat-sifat bayi Bumi yang anteng, memudahkan Bubun dan gampang diajak kemana-mana ketemu orang asing. Kalau saja Bubun tahu apa yang menanti di bulan-bulan selanjutnya, mungkin Bubun akan lebih banyak bersyukur.

IMG_4263

IMG_4261

Oma, Bumi, dan Om Awal (suami Tante Nina)

Di hari lebaran itu, karena (lagi-lagi) tepar, Bubun meminta Ayah nyuapin menu lebaran yang ada di rumah. Hanya sisa 3 minggu juga kan… Bumi menginjak usia 11 bulan. (Hanyaaa? 3 minggu lamaa kale!) Pesan Bubun hanya satu, tolong hindarin yang pedes. Nggak tahu ini Ayah khilaf atau gimana. Di antara semua lauk, masa Bumi dikasih Sapi Lada Hitam! Itu kan menu paling pedes waktu itu. Orang-orang dewasa banyak yang ngerasa kepedesan, lha gimana Bumi? Tentu saja menjerit! Terus Bubun pengen ngamuk ke Ayah. Tapi lemes, jadi cuma bisa misuh-misuh. Ih! Ihhhh! Issshh! Grmbl Grmlll!!

Aqiqah edisi 2
Ini salah satu agenda penting dalam liburan kali ini. Seperti yang sudah pernah Bubun ceritain sebelumnya, Bumi di-aqiqah ketika berusia 3 bulan. Karena acara sederhana, hanya berupa pengajian dan bagi-bagi makanan ke warga sekitar rumah di Jakarta, Oma dan Opa merasa itu belum ‘sah’ dan layak untuk disebut Aqiqah. Soalnya di kampung, yang namanya aqiqah selalu heboh. Pake undangan yang dicetak khusus, diriin tenda, bahkan nyewa electone plus penyanyi dangdut. Berhubung Bumi cucu pertama, Oma dan Opa pengen ngadain acara yang (menurut mereka) layak untuk Bumi.

Jadilah 3 hari setelah lebaran, aqiqah diadain sekali lagi. Motong kambing lagi. Gunting rambut lagi. Sia-sia upaya Ayah mendandani Bumi dengan rambut ala mowhawk, sampe ke salon dan tukang cukur madura sebelum mudik dulu. Hihi. (Psst… Kesini-sini sih Ayah cukurin sendiri rambut Bumi. Pake alat khusus yang bela-belain dibeli. Hasilnya lebih bagus dan rapih ketimbang di salon. Ya iyalah yaa.. Orang cukurnya aja makan waktu 3 hari 3 malam. Hihi)

IMG_3264

IMG_4248

Opa ngasih kata sambutan sebelum Aqiqah berlangsung

IMG_4250

Perasaan enak nggak nak? ^^

Untuk acara cukur rambut, Bumi akan digendong oleh Om Awal, suaminya Tante Nina. Katanya sih, supaya om Awal cepet punya anak. Hehe. Ada-ada aja…

Pada waktu acara cukur rambut dimulai, Bumi santai, seperti nggak keganggu…

IMG_4252

Malah cenderung penasaran ngeliatin guntingnya.

IMG_3270

IMG_4253

Tapi lama-lama Bumi senep juga. Ya abisnya.. harus ya sekian belas orang yang guntingin rambutnya? Terus kenapa juga tiap orang guntingnya lamaaa amat? Harus ya 5 menit per orang? Ih!

IMG_4254

IMG_4255

IMG_4256

Setelah acara gunting-gunting itu, Bumi kembali hepi…!

IMG_4257

IMG_4258

Nenek buyut (baju kuning), senyum geli liat tingkah Bumi

Berhubung lagi doyan makan cemilan, lihat kue kering kayak nemu harta karun. Nggak peduli acara masih berlangsung ^^

IMG_4259

IMG_4260

Yang bikin seneng selama liburan ke Kendari adalah karena bisa ketemu sepupu-sepupu kecil Bubun yang doyan ngajak Bumi main. Bumi juga seneng karena ketemu kakak-kakak (yang sebenernya adalah om-om dan tante-tante Bumi) yang ceria dan selalu bernyanyi. Bumi mungkin terkesima jadi pusat perhatian banyak orang. Soalnya selama ini kan hidup di jakarta bertiga sama Ayah dan Bubun aja. Di TPA juga pengasuhnya dikit, jadi jarang mendapat perhatian penuh.

IMG_4264

Bumi bersama Keisha dan Fathir, sepupu kecilnya Bubun

Sehari setelah aqiqah, Ayah, Bubun, dan Bumi pun harus meninggalkan Kendari menuju kampung halaman Ayah di Polewali Sulawesi Barat. Kali ini perjalanan bakal panjang dan pastinya melelahkan. Jadi, Bubun banyakin istirahat hari sebelumnya.

Bumi dianterin oleh Oma, Opa, Om Dino, Tante Nina, Tante Dina, Om Awal, tante dan om-nya Bubun serta sepupu-sepupunya Bubun. Termasuk nenek buyutnya Bumi alias neneknya bubun. 4 mobil ya bok. Berasa mau pergi haji aja. Hehe.

IMG_4266

Bumi bersama Om Dino, Opa dan Oma

IMG_4267

Bumi bersama Om Awal, Opa dan Tante Nina

1147018_10201231427782026_458360779_o

Dari ujung kiri, ke ujung kanan.. termasuk yang duduk di belakang adalah sebagian dari rombangan pengantar ^^

Bye-bye Kendari! Nanti Bumi ke sini lagi ya.. (Tapi kalau bisa, jangan dalam waktu dekat ya nak… Bubunnya gempor!)

IMG_3278

IMG_3282


7 Comments on “Mudik Tujuan Pertama; Kendari”

  1. […] dari Kendari cukup lancar. Cuaca cerah, langit biru, awan […]

  2. […] dari Kendari cukup lancar. Cuaca cerah, langit biru, awan […]

  3. […] jumpalitan dengan perjalanan mudik ke Kendari dan Polewali, kita diganjar dengan perjalanan pulang cukup baik. Dapat pesawat airbus yang gede. […]

  4. rhey says:

    ih cici.. kenapa ada pak asruddin disitu hehehehheeh.. saya kenal dan lumayan akrab krn dia kepala bpd bombay..:D
    keluarganya cici kah?

    • citralwi says:

      Oh Om Uto? Adiknya mama yang kedua itu rhey. Om favorit sejak kecil karena paling baik. Sampe remaja juga, beliau yang banyak bantu kalau ada masalah.😀

  5. […] dipikir-pikir, tahun ini emang kita mesti mudik. Tapi hanya ke kampung halaman Bubun saja. Rasanya nggak mungkin kita naik mobil 5 – 9 jam sambil bawa anak 22 bulan dan 3 bulan? […]

  6. […] aqiqah adalah suatu acara sakral yang perlu digelar secara serius. Makanya dulu Bumi sampai Aqiqah dua kali. Oma dan Opa nganggepnya aqiqah pertama yang Ayah Bubun selenggarakan di Jakarta sewaktu Bumi […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s