Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Cerita yang telah lewat — Persiapan mudik

Sudah di penghujung tahun, dan Bubun udah lama nggak mengisi ‘jurnal’ tentang kisah-kisah Bumi. Hidup sangat menantang beberapa bulan terakhir. Jadinya, Bubun nggak pernah sempat untuk menulis detail apa saja yang sudah kita lalui bersama.

Banyak hal terjadi selama kurun waktu setengah tahun ini, semuanya berawal sejak mudik lebaran lalu. Jadi untuk menuntaskan ‘utang’ Bubun, ada baiknya kilas balik dimulai dari persiapan mudik.

—————————————————————————-

Yang namanya mudik, tentunya pasti repot. Sebagai imbasnya, antisipasi alias persiapannya juga jadi banyak. Apalagi ini ceritanya pertama kali Bumi naik pesawat. Tujuan mudik juga ada dua provinsi: Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Idealnya sih, satu-satu dicicil ya. Tapi karena Oma dan Opa Bumi di Kendari (Sulawesi Tenggara) mau ngadain acara aqiqah Bumi (versi kedua) dan Ayah kekeuh mengenalkan Bumi ke keluarga di Polewali (Sulawesi Barat), mau nggak mau keduanya harus dijabanin. Itu pun tadinya Nenek (ibunya Ayah) pengennya Bumi juga dibawa ke Galesong, Sulawesi Selatan. Tapi karena Bubun keberatan, akhirnya dibatalkan. Masalahnya Bubun khawatir Bumi jadi kecapean banget. Soalnya, ini aja rutenya seperti ini:

Peta Mudik Bumi 2013


Lihat gambarnya aja udah kebayang capeknya. Gimana kalau ditambah lagi?😦

Bubun sih nggak apa-apa ya.. lha Bumi gimana dong? Sempat terjadi ‘diskusi’ yang cukup panas dan sensitif. In my defense, sebagai seorang ibu, Bubun cuma ngelakuin apa yang menjadi jobdesc: Melindungi keamanan, keselamatan, dan kesehatan Bumi, hal yang mana orang lain tentunya tidak peduli pahami.

Kembali ke soal persiapan…
Yang pertama mesti disiapin adalah baju dan sepatu Bumi. Gara-gara berupaya jadi emak ngirit, sewaktu Bumi lahir, Bubun beliin baju Bumi ngepas aja jumlahnya. Ada sih pemberian atau kado dari temen-temen Ayah/Bubun. Tapi jumlahnya juga nggak banyak. Sebagian malah masih kegedean karena berat badan Bumi yang di bawah rata-rata anak seusia lain.

Beberapa hari menjelang keberangkatan, Bubun dan Ayah belanja baju dan sepatu untuk Bumi di mall favorit: Kota Kasablanka. Dari parkiran di basement langsung cuss naik lift ke kids section di lantai 2. Setelah mengarungi lantai itu, alhamdulillah dapat beberapa baju, celana, dan sepatu di Mothercare, Cool Kids dan Goo Gee.

Dari Kokas, kita pun meluncur ke Kaizen di Setiabudi Building untuk cukur rambut Bumi. Ayah pengen ‘memamerkan’ Bumi ke keluarga dalam kondisi paling cakep *rolling eyes*
Harus model mohawk pula. Soalnya itu model rambut favorit Ayah. Karena Bumi anak Bubun DAN Ayah, kadang Bubun juga harus merelakan Bumi didandani sesuai hasrat dan cita-cita Ayah. Sepanjang nggak bertentangan dengan aspek 3 K (keamanan, keselamatan, dan kesehatan) yang Bubun singgung sebelumnya itu sih… yowislah.

Kenapa di Kaizen? Soalnya di Kokas ketika itu belum ada salon anak-anak. Sepertinya yang memungkinkan untuk cukur rambut secara cepat ya di tempat Ayah biasa motong rambut itu.

IMG_3057

IMG_3051

Bumi ketiduran pas kita nyampe Kaizen. Bagus juga sih… artinya proses cukur rambut bisa lebih mudah. Iya kan?

IMG_3064

IMG_3063

Iya! Seenggaknya sampai sisi kanan rambut selesai dicukur. Begitu kepala dibalik, Bumi langsung bangun dan heboh aja dong. Alhasil, yang sisi kanan nggak gitu maksimal. Berhubung Ayah (anehnya) adalah orang yang perfeksionis dalam hal-hal remeh temeh tertentu seperti misalnya …potongan rambut! iya, utamanya potongan rambut, alhasil keesokan harinya, Bumi pun dibawa ke ke tukang pangkas madura deket rumah. Soalnya udah nggak ada waktu lagi (dan cuma untuk rapihin dikit, sayang kalau bayar mahal-mahal, hihi). Setelah ditolak beberapa tukang cukur dengan alasan pamali cukur rambut bayi malam-malam, ketemu juga tukang cukur yang mau benerin rambut Bumi. Kerjanya lumayan cepat, dan Bumi anteng karena ngeliat kipas angin mini di langit-langit. Bubun sebenernya rada khawatir, karena tempatnya terbuka di pinggir jalan dan banyak orang yang ngerokok, tapi demi Ayah, ya cukup elus dada aja.

Kalau Ayah fokus ke masalah penampilan Bumi, Bubun lebih concern kepada kenyamanan Bumi. Ini naik pesawatnya 3 jam aja lho. Jakarta – Makassar 2 jam 10 menit. Transit 30-40 menit. Lanjut Makassar – Kendari 40 – 50 menit. Di Kendari rencananya 1 minggu. Kemudian balik Kendari – Makassar 40 – 50 menit. Setelah nyampe Makassar, kita akan naik mobil ke Polewali sekitar 5 – 9 jam (tergantung kecepatan dan pake acara mampir atau nggak). Setelah 2 hari 2 malam di Polewali, kita pun akan kembali ke Makassar untuk kemudian balik ke Jakarta.

Bubun pikir, akan lebih baik untuk nyiapin earplugs supaya telinga Bumi nggak terganggu selama naik pesawat. Meskipun ketika take off dan landing, Bumi bisa disusuin, tapi nggak ada salahnya jaga-jaga. Bubun lupa belinya di mana, tapi sepertinya sih di online shop. Penampakkannya seperti ini:

Taken from dinomarket.com

Selain itu, Bubun juga beli sunscreen karena paparan matahari di Kendari, Makassar, dan Polewali itu terkenal gaharnya. Dulu, beli merk California Baby di CA-Baby.com, pake promotional code dari Stumbleaboard.net.

Taken from CA-Baby.com

Sebenernya beli mosquito repellent (California Baby Natural Bug Blend Bug Repellent Spra) dan Aloe & Arnica Soothing Spray juga, tapi stock-nya lagi kosong. Nyari kemana-mana juga susah. Harusnya sih Bubun bela-belain nyari sampe dapat, karena di daerah panas, nyamuknya ganas nggak pake ampun (alhasil Bumi banyak bentol-bentol deh selama di sana).

Mudik ini juga melibatkan perjalanan darat. Ayah nyetir mobil yang disewa dari Makassar menuju Polewali. Sementara Bubun harus berjuang megangin Bumi. Horor banget bayangin gendongin Bumi yang ngamuk selama perjalanan. Sempet googling nyari sewa/rental perlengkapan bayi yang nyediain car seat di Makassar. Nemu dua vendor. Ngubungin semuanya. Dari sms, email, sampe nelpon nggak ada respon. Akhirnya pasrah dan berdoa minta kemurahan hati Tuhan agar melancarkan perjalanan nanti.

Yang tak kalah pentingnya adalah keperluan MPASI Rumahan.

Sewaktu mudik ini, Bumi berusia 10 bulan akhir menuju 11 bulan. Jadi, masih bergantung pada MPASI. Meskipun udah nggak pake acara nyaring-nyaring kayak awal-awal MPASI dulu. Sempat kepikiran bawa slow cooker, talenan, pisau, dll yang terinspirasi kisah travelling ibu-ibu bersama bayi sambil tetap menerapkan MPASI Rumahan. Tapi Ayah menolak ide itu. Soalnya kita bakal pindah-pindah. Sangat nggak praktis. Jadi, niat beli peralatan dan bahan makanan MPASI di sana aja. Selama ini Bumi diet kalori tinggi (demi mengejar kenaikan berat badan) yang artinya makanannya menggunakan bahan-bahan yang sepertinya nggak lazim di daerah seperti minyak zaitun, butter, keju rendah garam, dll… ada kemungkinan hal tersebut susah diterapkan selama mudik nanti. Di Kendari sih udah ada hypermarket yang lumayan lengkap. Tapi kalau di Polewali..? Hmmm. Manalah nanti di Polewali kita bakal pindah-pindah dari satu rumah ke rumah lain. Alamat refot bin rempong lah Bubunmu ini naak!

Lebih di atas semuanya, sebenernya persiapan mental yang paling penting!
Sebenernya… ada ketakutan dalam diri Bubun, nantinya ada keluarga atau kerabat yang komen soal berat badan Bumi atau hal-hal terkait pengasuhan. Insya Allah Bubun akan berusaha supaya tetap kalem dan lempeng jika hal-hal yang memancing jin keluar dari botol seperti itu terjadi. Mudahkanlah ya Allah!


4 Comments on “Cerita yang telah lewat — Persiapan mudik”

  1. […] Cerita yang telah lewat — Persiapan mudik → […]

  2. dinaisyana says:

    Paragraf terakhir…kayanya pergumulan semua ibu2 kalo mau ke acara yang banyak ketemu orang ya? Pengen ikutan pake earplug aja rasanya. Haha

  3. […] kambing lagi. Gunting rambut lagi. Sia-sia upaya Ayah mendandani Bumi dengan rambut ala mowhawk, sampe ke salon dan tukang cukur madura sebelum mudik dulu. Hihi. (Psst… Kesini-sini sih Ayah cukurin sendiri rambut Bumi. Pake alat khusus yang […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s