Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Mencari penyebab – Episode lanjutan

Dari hasil tes darah yang sebelumnya,

Hasil tes adb

Hasil tes adb - 2

Hemoglobin Ade bagus, pada angka 11. Begitu pula dengan feritinnya, yaitu sebesar 19.10. terlalu yakin soal feritin ini. Soalnya googling nyari info tentang angka normal feritin untuk bayi 7 bulan, nggak nemu-nemu. Ada sih, cuma range-nya lebar banget. Dari angka 7 aja lho. Kalau ini benar berarti feritinnya, berarti Ade tidak termasuk (banyak) bayi di Indonesia yang diduga kekurangan zat besi. Meskipun proses pengambilan darahnya bikin Bubun dan Ayah emosi pengen nujes marah staff Prodia Child lab yang ngambilin darah Ade. Tapi dengan adanya hasil ini, kegundahan hati Bubun sedikit berkurang.

Bersyukur banget sih, ternyata Ade nggak kekurangan zat besi. Tapi, jadinya makin bingung! Soalnya screening Infeksi Saluran Kencing (ISK) udah, cek ADB udah. Semuanya negatif. Lha terus, penyebab grafik berat badan Ade naik turun itu apa dong?

Selama berbulan-bulan ini, Bubun memang selalu plot berat badan Ade di Growth Chart dari WHO ini:

Grafik berat badan (presentil)

Growth Chart (Percentiles)

Grafik berat badan (z-score)

Growth Chart (Z-Scores)

Menurut Ayah sih nggak perlu, karena menambah beban jiwa Bubun. Tapi, Bubun punya alasannya: sejak hamil dulu, Bubun baca di berbagai literatur dan kultwit setiap dokter anak di twitter, semua selalu menyarankan untuk ngeplot berat badan bayi untuk memantau tumbuh kembangnya. Nggak salah dong ya. Dari jaman jebot dulu, bayi-bayi kalau ke posyandu juga selalu dipantau pertumbuhannya di chart yang serupa:

Tiap kali ada yang komen seperti ini:

“Bumi nggak kurus kok!”
“Wajar aja anak-anak ada yang kurus, gendut…”
“Emang beratnya berapa sih? Segitu bukannya banyak?”
“Gen kamu kan kurus, jadi Bumi ngikutin..”

reaksi Bubun selalu defensif (maklum, emak sensitip).

Kalau lagi punya energi, Bubun akan jelasin bahwa ini tuh bukan masalah SEBERAPA BERAT badan, atau postur tubuh Ade sekarang. BUKAN itu. Tapi pertumbuhannya. Nggak perlu naik 1 kg per bulan. Tapi paling nggak harus ada tren naik tiap bulan, sebagai indikasi bahwa bayi bertumbuh dengan baik. Kalau misalnya stagnan atau malah lebih buruk (seperti kondisi Ade akhir-akhir ini) yaitu turun, berarti kudu, wajib dan harus DICARI PENYEBABNYA.

Pilek dan batuk sering jadi penyebab bayi males makan. Seperti Ade. Tapi kan nggak tiap hari sakit ya. Yang bikin deg-degan adalah jika kondisi bayi sepertinya baik, nggak sakit, nggak tumbuh gigi, makan bagus, eh… kok berat badannya turun. Ada apa?

Dari usia 4 sampai 7 bulan, grafik berat badan Ade menunjukkan hasil yang memprihatinkan. Ketika konsul dengan dr. Rini waktu itu, Berat Badan Ade masuk kategori di bawah 3% atau di bawah -2. Kalau grafik panjang badan sih alhamdulillah cukup normal, di kisaran 50%.

Untuk memastikan kondisi kesehatan Ade, kita balik lagi ke dr. Rini. Dengan membawa hasil tes ADB itu, Bubun, Ayah dan Ade, ditemani dengan Oma (Nenek Ade sekarang maunya dipanggil Oma) yang mampir ke Jakarta sepulang dari umrah waktu itu, ke RSIA Bunda untuk konsul dengan dr. Rini. Begitu nyampe di klinik anak, Bubun daftar ke bagian admission. Sementara Oma nimbang berat Ade bersama suster yang jaga.

Ketika Bubun jalan nyamperin Ade dan Oma (belum nyampe ke mejanya), suster yang bantuin nimbang, udah ngomong:

“Beratnya turun Bu.”

Apa?? Turun lagi dari yang sebelumnya? Bubun berusaha tegar. Tapi mulai kacau pikirannya.

“Turun lho beratnya Bu.” Ulang si suster.

Bubun diam aja.

“Bu, ini beratnya turun. Kenapa ya?”

Issshhh!!! suster ini! nggak usah dibilangin sampe 3 kali juga Bubun udah ngerti, berat Ade turun!

Bubun natap mata susternya tajam. Sekali lagi dia ngomong, Bubun kayaknya bakal meledak. Untung dia ngerti ekspresi wajah Bubun yang nggak ada ramah-ramahnya sama sekali. Jadi dia akhirnya terdiam.

Nunggu giliran masuk ke ruangan dr. Rini sekitar 1 jam, Ade main sama Ayah di semacam indoor playground. Sementara Bubun… nangis di bangku tunggu tanpa suara. Diliatin orang-orang. Kebetulan hari itu lagi lumayan rame. Hehe. Hehehehe…

Begitu masuk ke ruangan dr. Rini, beliau langsung nanya: “Lho, kenapa? sakit?”
“Err… ini kan disuruh konsul lagi dok, habis tes darah.”

kata dr. Rini, hasil tes darahnya bagus. Angkanya ada di kisaran normal. Tapi lantas Bubun curhat panjang lebar soal berat badan Ade dan hasil plot di grafik, yang menunjukkan arah ke gagal tumbuh, karena kurvanya memotong dua garis mendatar. Ini malah turun lagi dari konsul pertama. Padahal saran dokter untuk mengatur Mpasi Bumi menjadi adekuat dan dengan jadwal yang lebih sering, udah dipenuhin. Dokternya menenangkan hati Bubun. Katanya ini hal biasa. Kebetulan saat itu emang Ade agak kurang sehat. Jadi, penurunan berat badan adalah wajar adanya.

Dalam konsultasi tersebut, Ayah dan Oma pun ikut nyampein kalau Bubun terlalu tenggelam dalam kesedihan dan kekhawatiran. Cerita ke sana kemari, ketahuanlah kalau Bubun ini dulu lahirnya prematur. Eh kata dr. Rini, “Anak prematur biasanya emang lebih emosional.” Lho!

Bubun diminta lebih rileks dan nggak usah plot berat badan Ade di grafik lagi. Namun begitu, waktu Bubun nanya perlu apa nggak Ade diberi vitamin, kata dokter: “Iya, ini saya resepin vitamin.” Demikian, meskipun pemberian suplemen vitamin tidak terlalu disarankan untuk bayi, tapi karena ini kondisinya emergency jadi kayaknya memang perlu ya. Apalagi setelah Bubun lihat dr. Rini nyatet di buku Ade seperti ini:

photo

Suspect gagal tumbuh.

JLEBB! hancur lebur hati Bubun, De.

Selain itu, dr. Rini juga menyarankan sesuatu, (terkait dengan riwayat baby blues Bubun dulu) yang nggak bisa Bubun ceritain di sini. Saran itu, tentu saja Bubun ikuti. Pokoknya semua dilakuin demi Ade.
Mudah-mudahan semuanya segera membaik ya De… Aamiin!


3 Comments on “Mencari penyebab – Episode lanjutan”

  1. […] Mencari penyebab – Episode lanjutan → […]

  2. […] kabar grafik berat badan Ade? Tentu saja kembali hancur lebur. Dan bikin Bubun enggan mudik lebaran nanti. Ngeri nanti ada yang […]

  3. […] berikutnya ke dr. Rini, kita membawa hasil tes darah tersebut. Hemoglobin Bumi normal di angka 11. Sementara Ferritin menurut beliau cukup bagus, di […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s