Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Mirip siapa?

“Ya mirip Bubunlah!”

Begitu selalu jawab Bubun tiap ada yang ngomong kayak judul di atas.
Bubun PeDe banget soalnya udah 3476 orang yang bilang seperti itu. Keluarga di Kendari, apalagi kakek nenek Bumbum selalu ngomong: “Bumi ini miriiipp kamu waktu masih bayi.” Makin jumawa dong Bubun. coba nih lihat foto Bubun waktu masih balita:

1st birthday

Miriiip kan yak?

Ketika Ade berusia sekitar 4 bulan, mulai ada satu…, dua…, tiga… orang mulai bilang Ade mirip Ayah.
Reaksi Bubun: “HAH? Dari mananya?”

Ada yang bilang bentuk wajah Ade, Ayah banget.
Hmm.. mungkin karena ketika itu Ade masih gembil. Jadi agak lebar gitu mukanya ya.
Terus Bubun cek-cek rahang Bumbum, utamanya di bagian bawah kuping. Ya, emang sih AGAK mirip dengan rahang Ayah yang kotak, khas suku Makassar.
Tapi itu kan nggak gitu keliatan. Apalagi bayi masih berubah ini.

Tapi selalu saja, Ayah mengklaim kalau Ade miripnya sama Ayah.
Kalau Bubun tunjukin foto-foto Bubun waktu kecil, Ayah bilang nggak mirip. Biar kata sejuta orang bilang Ade mirip Bubun, tetap aja Ayah keukeuh. Kalau misalnya udah stuck dengan argumentasinya, Ayah bakal pake kalimat pamungkasnya: “Tapi darahnya kan darah Ayah. Golongan darah O!”

Yeee… tapi kan Bubun juga golongan darahnya AO. Jadi ada unsur O-nya juga.

Sebenernya waktu Ade masih dalam perut, Ayah dan Bubun sepakat untuk afirmasi Ade supaya wajahnya kombinasi Ayah dan Bubun. Tapi kalau Ade lebih memilih Bubun kan bukan salah Bubun yak? ^^V

Di antara seluruh afirmasi yang dilakukan, bisa dibilang hanya perkara wajah ini yang nggak berhasil.
Eh, nggak berhasil ya? Sebentar… mungkin justru malah berhasil!

Jadi, afirmasi yang diulang-ulang dulu tentang wajah adalah: Bagian hidung ke bawah ngikutin Bubun. Bagian atas ngikutin Ayah.”
Ceritanya pengen Ade punya mata tajam dan alis tebal (harapan Bubun), hidung mancung, bibir kecil dan bentuk wajah lonjong (harapan Ayah).

Kemudian lupa bahwa sejak usia 5 bulan, Ade posisinya udah kepala di bawah. :O

Doengg!! *garuk-garuk kepala*

Soal hidung, Ayah berharap banget banget nget Ade ngikutin hidung Bubun. Soalnya waktu kecil, Ayah nggak PeDe dengan hidungnya, sampai suka dijepitin pake jepitan jemuran (Ssssttt jangan bilang Ayah kalau Bubun bocorin rahasianya ya…) Alhasil, tiap kali USG 4D, yang pertama Ayah tanyain ke dr. Yusfa adalah: “Hidungnya gimana dok?”

Bukannya nanya sehat atau enggak! Ish!! -______-!

Dari hasil USG sih tampaknya mancung. Atau gitu kata dr. Yusfa. Bubun sih nggak terlalu gimana-gimana waktu itu karena yang Top of Mind adalah: Ade sehat sempurna lahir batin.

Tapi seperti yang Bubun bilang di atas, wajah bayi itu berubah-ubah. Jadinya, waktu baru lahir Bubun perhatiin kok hidung Ade mirip Ayah?

???????????????????????????????

IMG-20120926-00480

IMG-20120929-00487

DSCN5901

Tapi Bubun nggak pernah bilang ke Ayah. Nanti dia jadi besar kepala. Atau malah pusing, karena nggak pengen Ade minder kayak dia dulu. Padahal mah, nggak apa-apa kali. Emang kalau cakep harus hidungnya mancung? Mungkin buat standar masyarakat Indonesia. Tapi terus, kalau cakep harus sesuai standar itu? Enggak lah. Percaya deh sama Bubun. Buktinya, Ayah banyak banget yang naksir.😀

Beberapa waktu lalu, Bubun nggak sengaja nemu fotonya Om Dino, adik laki-laki Bubun, waktu masih bayi:

dino1

Ih! mirip Ade ya? Tapi Om Dino versi yang lebih gendut sih.

Tapi itu belum ada apa-apanya dibandingkan foto tante Dina, adik bungsunya Bubun, waktu balita ini:

IMG_1085

Ini sih Ade Bumbum dikerudungin! Mirip bangeeett! *brb ngambil kerudung buat dicobain ke Ade*



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s