Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Nonton di Bioskop??

Menjelang Ade berusia 2 bulan, Ayah ngajakin Bubun nonton ke bioskop. Mungkin karena sebelum Ade lahir Ayah dan Bubun rutin ke bioskop, bahkan 24 jam sebelum ade lahir pun kita masih sempet kabur dari RS untuk nonton film, Ayah jadi agak merasa kehilangan momen itu. Saat itu, Bubun pun sedang dirundung baby blues stadium tinggi (yang mana akhirnya berkembang menjadi post partum depression. Tapi itu cerita nanti). Rasanya nonton di bioslop, akan jadi angin segar bagi keletihan jiwa Bubun saat itu.

Tapi.. tapi… Ade gimana dong, kalau Ayah dan Bubun nonton di bioskop? Kakek-nenek, sanak saudara adanya di seberang lautan. Baby Sitter atau ART yang stay di rumah juga nggak ada. Jadi, kalau Ayah dan Bubun mau ke mana-mana, wajib hukumnya Ade digembol ikut.

Ya kalau ke mall sih, nggak apa-apa ya. Lumrah adanya, bayi dibawa ngemall.
Tapi kalau ke bisokop? Gimana kalau Ade rewel dan ganggu penonton lain? Atau pendengarannya terganggu karena suara film yang super kenceng?
Kata Ayah sih, semua itu bisa diatasi. Saat itu kan Ade udah teratur jam tidurnya. Siang maen dan malem tidur nyenyak. Jadi, kita bisa nonton pada saat jam tidur itu. Ya, mudah-mudahan siklus yang udah teratur itu, jadi berantakan lagi gara-gara diajakin ke bioskop ya. Terus, kalau soal pendengaran, itu bisa diakalin dengan earmuff.

Seberapapun kerasnya usaha Ayah meyakinkan Bubun, tetap aja Bubun nggak berani. Apalagi gara-gara Bubun baca tulisan beberapa orang tentang betapa ganggunya bayi yang diajak ke bisokop dan betapa nggak bertanggungjawabnya si orang tua ngajakin bayi ke bioskop. Seperti di sini dan sana.

Meskipun sebenarnya, Bubun juga mendapati ada beberapa tulisan positif soal mengajak bayi ke bioskop di situs parenting seperti yang ini dan itu.

Duh, seandainya ada bioskop khusus di Indonesia yang ditujukan untuk ibu-ibu yang baru melahirkan bersama bayinya…

Jadi, Bubun pun udah menanamkan keikhlasan dalam hati, bahwa mungkin Bubun baru bisa nonton lagi setelah Ade berusia 5… atau 3? 2? Ya, 2 tahun? Itu pun kayaknya film yang dinonton seputaran Barney dan kawan-kawan. ^^!

Karena Bubun masih keukeuh nggak mau nonton ke bioskop, akhirnya Ayah nyerah. Pada suatu malam senin (hari minggu), Ayah ngajakin Bubun dan Ade jalan-jalan. Setelah ditimbang-timbang, dipilihlah Epicentrum Walk di daerah Rasuna, Kuningan. Soalnya kata Ayah ada event yang nggak tahu apa tapi kayaknya seru. Mall ini juga deket kantor Ayah, jadi Ayah familiar dengan lingkungannya (plus dapat parkir gratis sebagai karyawan).

IMG-20121125-00584

Setelah nyampe di sana, ternyata rame karena ada pameran seni. Dari lobby sampai di halaman mall yang penuh dengan tenda. Lucu-lucu sih. Ade juga tenang selama kita jalan-jalan.

IMG-20121125-00585

Sketsa tokoh-tokoh musik terkenal di Indonesia. Ada Rhoma Irama, Benyamin Suaeb, Chrisye, Waljinah, sampai WR Supratman dan Agnes Monica!

IMG-20121125-00586

Ini Bubun nggak ngerti maksudnya apa. Tapi ada kalimat ‘urban legend’ di signage-nya

IMG-20121125-00589

Ayah dan Ade berpose di belakang lukisan Mohatma Gandhi, salah satu tokoh favorit Bubun

Hanya sebentar berkeliling, pamerannya udah ditutup. Yaah… sayang sekali.
Haus, Bubun pun minta istirahat di Brussel Spring, restoran tempat Bubun pernah menghabiskan waktu dulu semasa cuti hamil (sebelum lahiran), sambil menunggu Ayah pulang kantor. Bubun pengen nyobain lagi teh leci-nya yang seger, sekaligus nyicip-nyicip lagi pancake-nya.

Ayah tampak nggak tertarik mesen. Hal yang wajar, mengingat Ayah nggak gitu suka dessert. Sementara kita udah makan malam di rumah sebelum berangkat (biar hemat ceritanyaa… hehe). Sembari menunggu pesenan Bubun, katanya Ayah mau jalan-jalan sambil bawa Ade.

Sekitar 7 – 10 menit kemudian, Ayah kembali dengan tergesa-gesa. Dengan semangat lalu cerita:
Tadi itu, Ayah ke XXI Epicentrum. Lalu iseng nanya ke pejaga loket penjualan tiket “Boleh nggak nonton bawa bayi?” yang dijawab “Boleh pak, masuk aja.” Ayah lantas bertanya lagi “Nggak apa-apa dengan penonton lain?” Eh, tiba-tiba Bapak yang lagi berdiri di belakang Ayah langsung motong:
“Bawa aja Pak! Saya sering kok!”
“Nanti kalau bayinya nangis, ganggu ya?” Kembali Ayah bertanya.
“Ini Studio I gede banget kok pak. Kapasitasnya ratusan orang, yang udah beli tiket malam ini baru 10 orang. Ini filmnya diputar 10 menit lagi.”
“Oh ya udah kalau gitu mbak, saya panggil istri saya dulu!”

Demikian, Bubun pun yang semula nggak mau nonton, dijelasin situasinya yang sangat mendukung, langsung tertarik.
Cepet-cepet batalin pesenan Pancake yang belum dibikin, bungkus si teh leci, dan lari-lari kecil dorong stroller geret diaper bag menuju XXI Epicentrum di bagian belakang Epiwalk.

Sesampainya di sana… Sepi.
Yang keliatan adalah: TIGA ORANG IBU DENGAN BAYI DI GENDONGAN ATAU DI STROLLER MASING-MASING (plus dua baby sitter), LAGI DUDUK SANTAI DI CAFE-NYA!
Yihaaaa!!! Bubun seneng, nggak perlu merasa dihakimi dengan pandangan: “Ngapain bawa-bawa bayi ke bioskop!”

Sembari Ayah beliin 2 tiket, Bubun bawa Ade ke toilet untuk ganti pospak. Waktu usia 2 bulan kurang itu, Ade emang masih sering banget BAK dan BAB. Jadi harus sering-sering ganti.

Deg-degan, kita pun masuk ke studio I itu dan… JRENGGGG!!! GEDEEEE BANGEEEETTT STUDIONYA.
Pantesan studio ini disebut sebagai studio terbesar di Indonesia. Kapasitasnya aja 502 kursi! Sementara yang nonton kurang dari 5%-nya. Mungkin karena hari minggu malam ya?

Ini mah, kita ngobrol cekakak cekikik nggak bakal kedengeran penonton lain. Saking lowongnya, kita pun bisa milih mau duduk di mana, nggak sesuai tiket.
Jadi, kita duduk agak depan yang deket pintu keluar, jauh dari penonron lain, tapi masih di bagian tengah studio supaya kalau misalnya harus keluar karena Ade nangis, gampang keluarnya.

Si stroller yang dilipet ditaruh di jalan di samping kursi Ayah, yang mana bikin Bubun deg-degan, takut ganggu penonton lain. Tapi karena jalan itu agak lebar, jadi penonton lain yang belakangan masuk, sepertinya ngelewatin dengan mudah. Dari awal sampai akhir film, Ade Bubun gendong sambil nutupin kedua telinganya. Satu didekap pake dada, satunya lagi pake tangan.

Setia Budi-20121125-00606

Alhamdulillah, acara nontonnya berjalan lancar. Di menit-menit awal, Ade mulai tidur. Lalu sempat “eh… eh…” beberapa detik, sebelum Bubun susuin. Iya, jadi sambil nonton, Bubun nyusuin ade. Meskipun gelap, tetap pake nursing apron ya.. demi alasan sopan santun. Setelahnya, Ade tidur pulas. *sujud syukur*

IMG-20121125-00602

Setelah film selesai, Ade juga masih tidur. Begitu terus sampe balik ke rumah. ^^

Setia Budi-20121125-00609

Oh iya, Ayah Bubun nonton film apa sih?
Err…. kasih tahu nggak ya? Hihi.
Ini clue-nya:

Setia Budi-20121125-00608

Eh, kok putih banget sih wajah aktor itu? Iya dong, tentu saja. Karena yang kita nonton adalah… JRENG JRENG JREENGG:

IMG-20121125-00613

Untung Ade nggak ngerti ya. Itu bukan film bagus sih De. Tapi cuma itu yang diputer malam itu. Alesan! Padahal mah emang kepengen nonton banget Bubun dan Ayah (apalagi Ayah!!) karena penasaran sama cerita orang.

Terus, apakah Bubun masih mau diajakin Ayah nonton ke bioskop lagi sambil bawa Ade? TENTU TIDAK!
Karena meskipun kali itu lancar jaya, Bubun nggak kuat kalau harus deg-degan takut ganggu penonton lain, atau lebih parah.. dihakimi sebagai orang tua edan… (Padahal sih, kenapa ya harus segitunya? Emang ornag lainitu Judge Bao yang tahu kondisi kita kayak apa?)
Tapi satu hal yang pasti: Bubun ngerasa penting banget bagi Ibu-ibu yang menjalani masa-masa post partum, untuk diberi Me time atau sekedar menghirup udara segar di luar rumah. To keep them sane. Because Happy mom makes happy baby. Thus, makes people around happy too.


5 Comments on “Nonton di Bioskop??”

  1. Bumbum lucu banget posisi bobonya di kursi..

  2. […] nggak dulu Bubun pernah cerita tentang pengalaman Ade ke bioskop dan nggak mau lagi ngulang hal sama sampai Ade udah gedean? Hmmm… niatan itu nggak terwujud […]

  3. yenie says:

    anak ku udah 5 bulan, kira2 boleh ga yaaa masuk bioskop.. xixixii

    • citralwi says:

      Bisa atau enggaknya itu bergantung kita mbak. Lihat-lihat kondisi bayinya juga. Dulu itu Bumi tenang dan nggak rewel, sekali tertidur pulas kalau malam kayaknya nggak pernah bangun-bangun lagi sampai minimal 5 jam ke depan, jadi saya berani.🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s