Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Here Are Our Birthplans

Karena cita-cita Homebirth sudah ditolak Ayah mentah-mentah sejak awal dan sampai trimester akhir sepertinya nggak bisa dinegosiasikan lagi, akhirnya diputuskan bahwa Ade Bumbum akan dilahirkan di Rumah Sakit saja. Jadi, tiga birthplan yang disusun adalah untuk persalinan di rumah sakit dengan bantuan dokter (obgyn), sesuai standar jaminan kesehatan di kantor Ayah.

1. Plan A – Waterbirth

Kala I:

Ke RS kalau sudah kontraksi per 5 menit sekali.
Tetap aktif selama persalinan. Sering-sering berjalan selama masih kuat.
Tidak mencukur rambut pubis.
Tidak periksa dalam (VT) sering-sering. Kalau bisa, pertama kali waktu datang ke RS dan ketika dirasa sudah bukaan aktif (untuk memastikan sudah bisa turun ke kolam apa tidak).
Tidak dilakukan pemasangan infus secara rutin.
Tidak dilakukan enema untuk mengosongkan usus besar atau untuk merangsang kontraksi. Sebisa mungkin BAB secara normal.
Dilakukan perineal massage / kompres hangat pada perineum.
Buang air kecil sendiri dan usahakan sering buang air kecil.
Ayah SELALU hadir mendampingi.
Pengaturan ruang bersalin dengan cahaya yang rendah (tidak terlalu terang).
Makan dan minum selama persalinan.
Hanya pemantauan janin intermiten (bukan menetap).
Membiarkan ketuban pecah secara spontan (tidak dilakukan pemecahan).
Menggunakan berbagai posisi selama persalinan.
Menyalakan Aroma Therapy.
Tetap melakukan hypnobirthing dan afirmasi. Jika ada pendampingan hypnobirthing, lebih baik
Dilakukan pijatan selama proses persalinan. Utamanya pijat endorfin oleh Ayah
Melakukan gerakan rocking pelvic dengan bantuan birthing ball.
TIDAK dilakukan induksi.
Dokumentasi saat menjelang kelahiran (Foto dan video)
Apabila Dokter yang merawat saya berhalangan maka dokter yang akan menggantikan saya adalah obgyn perempuan lainnya.

Kala II:

Masuk kolam bukaan 6.
Diputarkan CD lagu klasik (milik RS) atau CD kompilasi lagu yang sudah Bubun susun.
Boleh menggunakan birthing ball untuk pelvic rock jika masih kuat (memungkinkan).
Cahaya lampu redup.
Tetap menyalakan Aroma Therapy.
Tidak dilakukan episiotomi.
Bubun boleh memilih posisi yang paling nyaman bagi untuk mengejan, TIDAK dalam posisi lithotomy.
Fotografer (1 orang) boleh masuk ruang persalinan dan mendokumentasikan proses persalinan.
Dilakukan penundaan pemotongan tali pusat hingga minimal 1 jam.
Ayah yang memotong tali pusat.
IMD secara penuh segera setelah bayi lahir, selama 2 jam.
Penundaan segala macam prosedur seperti menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, lingkar kepala dan lingkar dada serta pemberian Vit K sampai selesai IMD.

Kala III:

Tidak ada pemisahan antara Bubun dan Ade tetap bersama Bubun di ruang persalinan sampai masuk ke kamar (kecuali ada indikasi yang mengharuskan). Tetap menyusui segera setelah prosedur selesai dilaksanakan.
Rooming in.

2. Plan B – Normal (di atas kasur :D)

Kala I:

Ke RS kalau sudah kontraksi per 5 menit sekali.
Tetap aktif selama persalinan. Sering-sering berjalan selama masih kuat.
Tidak mencukur rambut pubis.
Tidak periksa dalam (VT) sering-sering. Kalau bisa, pertama kali waktu datang ke RS dan ketika dirasa sudah bukaan aktif (untuk masuk ke ruang persalinan).
Jika belum bukaan aktif, sebisa mungkin stay di kamar dulu.
Tidak dilakukan enema untuk mengosongkan usus besar atau untuk merangsang kontraksi. Sebisa mungkin BAB secara normal.
Buang air kecil sendiri dan usahakan sering buang air kecil.
Dilakukan perineal massage / kompres hangat pada perineum.
Ayah SELALU hadir mendampingi.
Pengaturan ruang bersalin dengan cahaya yang rendah (tidak terlalu terang).
Makan dan minum selama persalinan.
Hanya pemantauan janin intermiten (bukan menetap).
Membiarkan ketuban pecah secara spontan (tidak dilakukan pemecahan).
Menggunakan berbagai posisi selama persalinan.
Tetap melakukan hypnobirthing dan afirmasi. Jika ada pendampingan hypnobirthing, lebih baik.
Dilakukan pijatan selama proses persalinan. Utamanya pijat endorfin oleh Ayah.
Melakukan gerakan rocking pelvic dengan bantuan birthing ball.
TIDAK dilakukan induksi.
Dokumentasi saat menjelang kelahiran (Foto dan video)
Apabila Dokter yang merawat saya berhalangan maka dokter yang akan menggantikan saya adalah obgyn perempuan lainnya.

Kala II:

Cahaya lampu sebisa mungkin redup.
Tidak dilakukan episiotomi.
Bubun boleh memilih posisi yang paling nyaman bagi untuk mengejan, TIDAK dalam posisi lithotomy.
Fotografer (1 orang) boleh masuk ruang persalinan dan mendokumentasikan proses persalinan.
Dilakukan penundaan pemotongan tali pusat hingga minimal 1 jam.
Ayah yang memotong tali pusat.
IMD secara penuh segera setelah bayi lahir, selama 2 jam.
Penundaan segala macam prosedur seperti menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, lingkar kepala dan lingkar dada serta pemberian Vit K sampai selesai IMD.

Kala III:

Tidak ada pemisahan antara Bubun dan Ade tetap bersama Bubun di ruang persalinan sampai masuk ke kamar (kecuali ada indikasi yang mengharuskan). Tetap menyusui segera setelah prosedur selesai dilaksanakan.
Rooming in.

3. Plan C – Sectio Caesarean (Jika ada indikasi yang mengharuskan untuk itu)

Kala I:

Dipastikan bahwa SC dilakukan sesuai indikasi
Ayah SELALU hadir mendampingi. Termasuk pada saat di ruang operasi
Dokumentasi saat menjelang kelahiran (Foto dan video)

Kala II:

Diputarkan CD lagu klasik (milik RS) atau CD kompilasi lagu yang sudah Bubun susun.
Fotografer (1 orang) boleh masuk ruang persalinan dan mendokumentasikan proses persalinan.
Dilakukan penundaan pemotongan tali pusat hingga minimal 1 jam.
Ayah yang memotong tali pusat.
IMD secara penuh segera setelah bayi lahir, selama 2 jam (jika kondisi Ade dan Bubun memungkinkan)
Penundaan segala macam prosedur seperti menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, lingkar kepala dan lingkar dada serta pemberian Vitamin K sampai selesai IMD.

Kala III:

Tidak ada pemisahan antara Bubun dan Ade tetap bersama Bubun di ruang persalinan sampai masuk ke kamar (kecuali ada indikasi yang mengharuskan). Tetap menyusui segera setelah prosedur selesai dilaksanakan.
Rooming in.

Lalu, apakah birthplan di atas dapat terwujud pada saat persalinan Ade nanti? Hmm… kasih tahu nggak ya? Mari kita intip di sini.


3 Comments on “Here Are Our Birthplans”

  1. […] Sekarang mau nyusun Birth Plan yang lebih cakepan, kayak punya Bumi dulu. […]

  2. […] di-bold dan font warna merah juga sama persis. Bubun cek tulisan Bubun yang udah 1,5 tahun lalu di sini dan tulisan ybs di sana, Bubun cuma mesem-mesem aja. Masih ‘ya sudahlah.. gitu […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s