Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Bumi 6 Bulan!

Alhamdulillah, tanggal 21 Maret kemaren (eh, udah lamaa ya? Hihi), Ade Bumbum genap setengah tahun. Yeaay!

IMG-20130321-01268

Setengah tahun lagi menuju table food alias makan kayak Ayah Bubun. Seperti yang dibahas sebelumnya, Ade udah makan MPASI sejak usia 6 bulan kurang 10 hari. Jadi, di usia ini, tidak ada perayaan lulus ASIX 6 bulan. Terus gimana perkembangan MPASI-nya sejauh ini?

Sekali lagi, alhamdulillah wa syukurillah. Ade udah makan beberapa jenis buah dan cerelia serta sayuran, yaitu:

  • Alpukat Mentega
  • Beras Putih (organik)
  • Beras Merah campur putih (organik)
  • Apel Red Delicious
  • Pear Xiang Lie
  • Pepaya (Lokal dan California)
  • Melon
  • Pisang Ambon
  • Ubi Jepang (putih)
  • Havermut (oat merek Lido Quick Cooking)
  • Kentang
  • Butternut Pumpkin
  • Kabocha
  • Zucchini/Sukini
  • Kaldu ayam (dicampur di cerelia/havermut)
  • Peach
  • Jeruk Baby Jaffa

Thanks to staff Farmer’s Market yang ngerti jenis apel, jeruk, pear yang bagus untuk bayi dan bantu milihin buah yang matengnya pas🙂

Untuk pengolahan buah yang agak keras seperti apel, pear dan peach (kalau peach-nya masih belum lunak), juga sayuran seperti labu, kentang, dan ubi Bubun kukus pake rice cooker😀 Yang paling enak sioh pisang dan alpukat. Tinggal dikerok aja. Kalau bubur-bubur beras kadang masak pake panci di atas kompor, kadang juga pake slow cooker. Tergantung waktu, kondisi dan vitalitas Bubun saat itu. Havermut dimasak di kompor, nggak perlu di slow cooker karena masaknya cepet banget udah jadi. Kaldu ayam, Bubun bikin sendiri pake slow cooker dan difrozen di freezer pake Baby Cube. Resep-resep MPASI Ade selain dari blogwalking juga dari ngoprek file milis MPASI Rumahan. Pengen beli buku-nya belum sempat. Sejauh ini sih masih cukup dari sumber-sumber tersebut.

Oh iya, untuk ngehalusin buah dan sayur, Bubun cuma pake saringan dari Pigeon Baby Food Maker aja. Nggak pernah diblender. Selain karena menurut AIMI itu nggak direkomendasiin oleh WHO (tekstur makanan sebisa mungkin dikenalkan aslinya. Menggunakan blender, kata ibu yang presentasi di kelas persiapan MPASI AIMI dulu, merubah tekstur terlalu banyak, Bubun juga lagi ngejar kenaikan berat badan Ade. Teorinya, semakin kasar tekstur, semakin baik untuk menaikkan berat badan bayi. Asal diperhatikan juga segi keamanannya. Jangan sampai bayi keselek/tersedak atau nggak bisa napas. Karena alasan yang sama (rekomendasi WHO/AIMI, mengejar berat badan), Bubun sampai saat ini nggak pernah ngasih gasol ke Ade.

DSCN7034

Sejauh ini, Ade udah makan 3 kali sehari plus kadang-kadang makan cemilan buah di TPA. Kebanyakan? Mungkin. Tapi nggak heboh kedengarannya kok. Seminggu awal, Ade makan sekali sehari. Kemudian setelah itu, demi alasan mengejar berat badan, frekuensi dinaikan menjadi dua kali. Kalau di TPA pagi sarapan sama Bubun , siangnya makan sama Bu guru. Makanan semua Bubun yang bikinin dari rumah. Lalu masuk minggu ke-3 Ade makan, Bubun minta Ade ikut dikasih cemilan buah di sore hari seperti temen-temen lain. Kalau temen yang seumuran Ade sih belum pada makan cemilan sore. Tapi Bubun minta dicobain aja ke Ade. Kalau nggak mau karena kekenyangan, ya nggak apa-apa. Nah, kalau malamnya Ade seperti banyak energi, Bubun cobain kasih juga makan dikit. Tapi nggak dikejar kok. Intinya, karena tiap makan Ade nggak dipaksain harus makan seberapa banyak (kalau nolak sampe nangis, nggak dipaksa), jadi frekuensinya aja yang dipersering. Prinsipnya, sedikit-sedikit lama lama menjadi bukit.

Tadinya sempat bikin menu harian makannya Ade, tapi karena improvisasi di sana sini oleh beberapa sebab (Ade nggak suka menunya jadi nggak mau makan atau muncul tanda alergi), jadinya menu tersebut kacau. Ujung-ujungnya, Bubun nggak berpatokan sama menu aja. Cuma ngandelin kreativitas (yang mana muncul setelah berjam-jam mikir dan googling) memadu-madankan bahan makanan yang boleh dimakan oleh bayi 6 bulan.

Menu MPASI Bumbum

Ngomong-ngomong, karena sumbernya dari penelitian bule, akhirnya pilihan makanannya, mengacu pada makanan orang bule ya… Jadi, gara-gara Bubun bingung bikin variasi, terpaksa beli buah-buah impor macam Peach dan Plum (belum sempat dimakan). Nantinya Bubun berencana beli Apricot dan Prune juga, karena pusing lihat daftar makanan yang nggak terlalu banyak pilihannya itu. Meskipun, waktu di kelas MPASI dulu disebutkan bahwa saat ini WHO mererekomendasiin untuk memberikan bahan pangan apa saja (asal sehat dan tidak bergetah banyak atau ‘keras’ seperti duren, nangka, dll kepada bayi) sejak usia dini.

Tapi, karena takut pencernaan Ade belum kuat, ditambah lagi Ade itu alergian, Bubun nahan diri untuk nggak mengenalkan jenis makanan tertentu. Misalnya Wortel, Brokoli dan Bayam yang mengandung nitrat demi menghindari Baby Blue Syndrome (Bukan Sindrom Baby Blues kayak Bubun dulu yaak😀 ). Meskipun disebutkan bahwa makan sayur-sayuran tersebut dalam jumlah sedikit tidak akan membuat bayi sampai keracunan. Apalagi yang diolah secara rumahan (homemade), menurut Wholesome Baby Food, kemungkinan untuk keracunan itu 0%. Selain itu, daging juga udah dibolehin sejak usia 6 bulan. Ini juga dikonfirmasi lewat tweet-nya dr. Tiwi beberapa waktu lalu. Ntar kalo check-up Bubun tanyain lagi deh perkara jenis-jenis makanan yang udah boleh Ade makan ini.

Jangankan itu, Extra Virgin Olive Oil (EVO) aja kan Bubun udah beli tuh sejak Ade belum makan. Tapi sampe sekarang belum dikasihin karena baca di milis MPASI Rumahan, ada member yang menyebut bahwa EVO tersebut boleh diberikan ketika bayi sudah berusia minimal 7 bulan. Padahal ya… EVO ini diklaim bisa meningkatkan berat badan bayi. Bubun sempat saranin ke salah satu ibu teman Ade di TPA, dan terbukti lho! Berat badannya naik banyaak! kalo nggak salah dalam sebulan itu sampai 1 kg. Padahal usianya udah 11 bulan, yang mana Bubun baca-baca pengalaman ibu-ibu, di usia segitu berat badan bayi udah nggak naik sebanyak itu lagi.

IMG-20130321-01267

Ya, Bubun emang belum bisa move on dalam hal berat badan Ade. Sebelum lahiran, Bubun udah tahu sih konsekuensi dari bayi ASI itu, kenaikan berat badannya nggak akan terlalu bombastis setelah mencapai usia 4 – 6 bulan. Tapi, nggak turun terus kan kayak Ade Bumbum kemaren.. Hiks.

Di buku yang lagi Bubun baca sekarang (kalau Ade udah tidur di malam hari), disebutkan bahwa kebahagiaan itu bersumber dari adanya harapan. Tanpa harapan di masa sulit, niscaya mustahil untuk meraih kebahagiaan. Syukurlah, Bubun melihat ada secercah harapan dalam hal berat badan dan pertumbuhan Ade sekarang. Soalnya….

Berat badan Ade udah naik perlahan. Sedikit sih, tapi udah bagus banget dibandingkan jika berat badan di growth chart turun atau mendatar. Ya kan? :’)

Selain itu, perkembangan motorik Ade pasca sakit kemaren, sudah lebih baik. Bubun nggak bisa bilang drastis sih. Tapi ada perkembangan yang cukup menumbuhkan harapan bahwa Ade bisa mengejar ketertinggalan karena sakit yang rutin beberapa waktu lalu. Kalau di usia 5 bulan kemarin Ade udah bisa bolak balik badan (dan sempat jatuh dari tempat tidur– untungnya tempat tidurnya rendah dan lantai dialasin EVO Mat), sekarang Ade udah bisa mengangkat badan lebih tinggi kalau lagi tengkurap.

photo (11)

Bubun lihat, mirip sama Faradisa dan Khasy (temen Ade di TPA) waktu dulu waktu mulai ngambil posisi untuk merayap, merangkak dan berdiri). Terus, kalo lagi tidur, Ade nggak lagi selalu tengkurap. Senengnya posisi kayak gini:

Menteng-20130326-01287

IMG-20130328-01291

photo (9)

Mirip sama pose favorit Ade waktu baru usia 4 hari ^^:

DSCN3491

Emang sih, jika dibandingkan temen-temen Ade di TPA, Ade sedikit tertinggal dalam hal perkembangan motorik. Bayangkan saja, Faradisa yang cantik itu, udah bisa berdiri sendiri (nggak dititah sama sekali) beberapa hari sebelum dia makan alias menginjak usia 6 bulan! Dia sih emang luar biasa banget perkembangannya. Usia 2 bulan, leher udah tegak dan udah bisa bolak-balik. Usia 3 bulan mulai ngangkat badan kalau tengkurap (seperti yang Ade baru lakuin sekarang). Waktu 4 bulan udah ancang-ancang ngambil posisi merangkak. Usia 5 bulan tuh yang cepetttt banget. Dalam waktu 2 minggu Bubun lihat dengan mata kepala sendiri gimana dia mulai merangkak, lalu mulai mencari rambatan daan… berdiri dong! ck..ck… Padahal Bubun lihat, Bundanya nggak mengarahkan untuk itu hanya stimulasi normal. Mungkin karena Faradisa punya 2 orang kakak yang usianya nggak jauh beda, jadi suka diajak main. Bundanya juga sering mengajak Faradisa bermain atau berbicara dengan mengajarkan hal-hal baik kepadanya. Pokoknya keren deh. Bubun suka ngelihatin buat nyontek. Oh iya, beberapa minggu sebelum makan, dia juga udah tumbuh gigi… bukan satu, bukan dua… tapi empat buah gigi. Dua di atas dan di bawah.

Eh tapi Ade juga lumayan lho. Baru beberapa hari makan, Bubun lihat Ade udah mulai nongol gigi kanan dan kiri atas. Nggak banyak sih. Cuma keliatan dikiit. Kayak ujung-ujungnya. Sepertinya belum akan erupsi dalam waktu dekat ini. Bubun harap juga begitu. Soalnya Bubun lihat sepertinya temen-temen di TPA kesakitan banget kalau mau erupsi giginya. Belum lagi rata-rata pake demam. Duh, Bubun belum sanggup De. Asli. Mau menguatkan mentalitas pasca sakit yang kemaren-kemaren itu.

Soal sakit… Hmmm Bubun nggak mau jumawa ya. Tapi sudah lebih dari 3 minggu ini, kondisi Ade lumayan stabil. Sempet batuk berdahak di awal MPASI yang menyebabkan Ayah dan Bubun membawa Ade kembali ke Fisioterapi BIC untuk inhalasi. Tapi hanya itu. Mudah-mudahan tidak lagi untuk waktu yang sangat lama. Kalau bisa, selama-lamanya Ade sehat-sehat lahir batin. Mungkin karena ada tambahan vitamin dari bahan makanan. Mungkin juga karena kemarin itu, sebenarnya tubuh Ade membutuhkan asupan energi lebih dan karena kurang minum (Ade nggak suka minum ASIP kalau Bubun harus kerja), akhirnya kompensasinya nggak hanya di berat badan, tapi juga ngefek ke ketahanan tubuh. Walahualam.

Yang jelas, Bubun selalu berdoa. Bahkan dalam setiap doa dan sujud Bubun, selalu ada nama Ade di sana. Semoga Ade tumbuh dan berkembang dan baik. Sehat-sehat lahir batin. Sempurna adanya. Mari minta bala bantuan doa dari om, tante, sanak keluarga, juga siapapun yang mengenal Ade, agar Ade selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin. :’)

Menteng-20130321-01279

Menteng-20130321-01276

Menteng-20130321-01272

IMG-20130321-01268

Menteng-20130321-01271


8 Comments on “Bumi 6 Bulan!”

  1. BunDit says:

    Krn salah satu postingan saya ttg bayam dilink jadi mampir ke sini deh. Selalu seneng liat bayiiiii hehehe. Bumi ganteng euy. Semoga mamamnya banyak dan selalu sehat ya nak🙂

  2. Dina says:

    halo mba citra..Bumi makin ganteng yaaa..baru buka lagi niiih semenjak mau tau ttg cerita lahiran Bumi..Alhamdulillah dede Langit udah lahir akhir januari kemarin..yang ujung2nya caesar karna bukaan ga maju2..makasih yaa sharingnya ttg kelahiran bumi walau belom sampe tuntas tuu waktu itu..btw suka banget sama blog-nya informatif bgt ^_^ semoga Bumi sehat trus n makin pinter yaa..kiss ya buat kk bumi dari dede Langit :*

    • citralwi says:

      Haai Mbak Dina! Wuaa.. Selamaaat ya…. Namanya Langit? Sama dong dengan nama adiknya Bumi nanti (kalau dikasih sama Tuhan)…!! Kecup sayang untuk Dede Langit. Ntra cerita-cerita di blognya ya.. penasaran pengen tahu ceritanya. Aku pun suka dengan blognya mbak Dina, lengkap infonya🙂

      • Dina says:

        iyaa namanya Langit Aldebaran Raditya aunty..hehe gpp samaan, aku juga udah plan nama ade-nya Mas Langit nanti Insya Allah kalau di kasih baby girl namanya Bumi Aurora Raditya..hihihi ternyata sama yaa selera kita,toss!..btw panggil akyu Dina ajaa yaa..muuaahh :* sehat terus yaa kk bumi ganteng! Amiin…

      • citralwi says:

        Whaat?? Samaaa banget banget! Cuma beda di jenis kelamin aja. Hihi.

        Emang dari sekitar 6 tahun lalu disetting, kalau anak cowok dikasih nama Bumi, kalau cewek Langit.
        Tapi nama langit udah lengkap dari awal sih. Nama lengkap Bumi yang banyak diutak-atik.
        Tossss aah! Sehat-sehat terus ya Ade Langit… *mmuaaacchh* ^^

  3. Nita says:

    Hai mba citra,salam kenal..aku mau tanya,kenapa tepung gasol itu ga disarankan AIMI dan WHO ya?pdhl aku br rencana beli tepung gasol..babyku sudah seminggu mulai mpasi..

    • citralwi says:

      Halo mbak Nita,

      Maaf baru semapt membalas.
      Seingat aku, alasannya karena tekstur tepung gasol terlalu cair dan nutrisinya nggak selengkap misalnya bubur beras saring sendiri.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s