Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Rambut (Model?) Baru!

Sejak lahir sampai usia 4 bulan, Ade belum pernah dicukur. Paling waktu aqiqah dulu, digunting ujung-ujung rambutnya. Meskipun ditakut-takutin sama Ony Nita, kalau ade bakal nggak punya rambut atau rambutnya tipis kalau nggak dicukur, Bubun dan Ayah belum merasa perlu untuk cukurin rambut Ade. Apalagi gara-gara ART bilang ke Ayah kalau anak bayi harus lepas rambut bayinya sebagai ‘syarat’, Ayah makin nggak mau cukurin rambut Ade. Ayah emang paling nggak suka komen-komen berbau mistis atau nggak jelas alasannya. Padahal tadinya udah hampi tuh rambut Ade dicukur, pas tanggal 31 Desember 2012. Waktu itu kita ke RS Carolus di Salemba. Bubun udah bikin janji dengan susternya. Tapi nyampe sana, susternya ngilang entah kemana. Karena nggak nyaman nunggu di area yang banyak orang sakit (dan Ayah udah marah-marah karena Ade dibawa ke RS umum), akhirnya batal deh. Terus sesudah itu, udah beberapa kali diniatin mau ke salon bayi untuk cukur, tapi selalu ketunda.

Tanggal 3 Maret 2013 lalu, Bubun mutusin untuk cukurin rambut Ade sendiri setelah denger pengalaman Bunda-nya Sarah, temen Ade di TPA. Dari ceritanya kok sepertinya nggak terlalu susah. Sebelum mandi pagi, rambut Ade Bubun cukur pelan-pelan.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Ayah kaget dong. Nggak nyangka Bubun berani ambil keputusan hari itu. Mungkin karena gemeter dan masih kurang mantap, Bubun jadi nggak pede setelah Ayah kasih komen negatif. Seperti:
“Itu kenapa ada yang licin banget ada yang enggak?”
“Harusnya disisain dikit rambutnya, nggak selicin itu”
“Itu pake razor baru nggak?” (“Iya dong! ini kan baru beli kemaren itu!”)

lalu yang paling bikin lemes:
“Itu kulitnya ikut KEMAKAN sama razornya, makanya jadi licin”
“Razornya pake yang murahan nih! Jelek! Nggak aman!”

*lempar razor ke ayah*

Akhirnya, Ayah ke Alfamart sebelah untuk beli razor yang katanya lebih bagus. Sembari itu, Ade Bubun mandiin aja dulu. Soalnya udah kelamaan, takut masuk angin.

Setelah pake baju, Ayah pun mengambil alih usaha nyukurin Ade. Tapi dengan Bubun sebagai asistennya (“Bun, gunting kecil ambilin! razornya mana? tisu! air!”).

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Nih razor yang katanya lebih aman (padahal mereknya sama dengan razor yang Bubun pake sebelumnya).

???????????????????????????????

Coba dipake Ayah:

???????????????????????????????

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Dan hasilnya sama juga dengan Bubun sebelumnya. Ada pitak-pitak dan bagian yang licin banget. (“Nggak apa-apa ada kulit yang kecukur dikit….” —Ih giliran Ayah aja yang nyukurin, ngomongnya gitu…)???????????????????????????????

Bumbum pitaaak! ^^??????????????????????????????? ???????????????????????????????

Karena masih pitak, sebelum mandi sore, Ayah dan Bubun gantian bersihin sisa cukuran. Ya lumayan sih hasilnya:

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Sampai malam, Ade tidur dan menyusui pun, Bubun masih asyik bersihin sisa-sisa rambutnya. Buat nyukur rambut Ade aja butuh waktu seharian penuh. Hihi.

Dan inilah hasil akhirnyaaa….

IMG-20130303-01221 IMG-20130303-01222

Tapi.. tapi… Lusanya Ade sakit. Eh, tapi itu karena virus sih. Kayaknya nggak ada hubungan dengan cukur rambut deh. Iya kan ya…?😦



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s