Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Hospital Tour (Part 4): RSIA Bunda Menteng

Ade inget nggak cerita Bubun yang ini..?

Nah, di situ kan Bubun sempat bilang, sembari menunggu antrian dr. Nana yang panjaaanggg, Bubun dan Ayah sempat melihat-lihat kamar dan ruang bersalin waterbirth di RS. Bunda Menteng.

Awalnya, Bubun ke bagian Customer Service (CS) minta dijelaskan prosedur kelahiran yang dimulai dari kedatangan ibu yang akan akan bersalin. Setelah itu, CS menunjukkan lokasi dropped in bumil sampai masuk ke ruang observasi. Setelah itu, CS pun menyerahkan Ayah dan Bubun kepada suster di bagian persalinan untuk menunjukkan ruang waterbirth. Sayangnya Bubun lupa foto. Tapi tempatnya lumayan lega. Ada bath tub ukuran besar dengan lampu di bagian atasnya (kayak di ruang operasi), bola karet, ranjang, aromatheraphy, CD player, timbangan bayi dan alat-alat medis lainnya. CS dan semua susternya ramah-ramah dan ngejelasinnya lengkap. Suka deh!

Ruangan persalinan waterbirth ini adanya di ujung lorong. Sebelumnya ada ruang observasi, di mana ibu-ibu yang masih bukaan awal, belum masuk bukaan aktif, menunggu di situ. Bubun langsung bergidik ngeliatnya. Soalnya sharing room, ada beberapa bed gitu. Kebayang lagi setres nunggu bukaan, ada ibu-ibu lain yang teriak-teriak kesakitan ^^. Bubun nanya ke suster di situ, boleh masuk ruang waterbirth bukaan berapa? Ternyata bukaan 6 udah boleh masuk.

Bubun pengennya sih kalo ternyata sampai di RS masih bukaan awal alias kala I, Ayah dan Bubun balik ke rumah aja dulu. Soalnya waktu nanya sama susternya, boleh nggak nunggu bukaan aktif di kamar aja. Katanya sih, maksimal sampe bukaan 3 di kamar, selebihnya harus di ruang kala I yang sharing itu.

Kamar pertama yang Ayah dan Bubun lihat adalah Kamar Kelas Utama di lantai 2 apa 3 gitu ya..?

Memang rada sempit sih, apalagi kalau dibandingkan RSPP tempat Ayah dan Bubun pernah rawat inap😀
Tapi fasilitasnya lumayan. Ada bed tambahan untuk penunggu juga, yang tersembunyi di dalam nakas panjang di samping tempat tidur pasien. Waktu itu, kebetulan kamar yang kosong belum dirapihin setelah pasiennya keluar. Tapi Bubun minta untuk dilihatin aja. Jadi, kalau ngeliat gambar di bawah ini, jangan langsung ilfil ya De. Emang pasiennya baru aja keluar. Tapi meskipun belum dirapihin, secara keseluruhan bersih kok. Cuma selimutnya aja belum dilipat😀

Kamar Utama ini seringnya penuh. Jadi, ada kemungkinan ngambil kelas 2 atau kelas perdana dulu di hari pertama, sembari menunggu kelas Utamanya kosong. Kalau kejadiannya harus ngambil Kelas Perdana, Ayah dan Bubun cuma perlu nambah biaya kamar. Selebihnya untuk fee dokter, obat-obatan, dll akan ngikutin harga kelas utama.

Nah setelah itu, Ayah dan Bubun ngeliat kamar Perdana (di lantai 3 apa 4?? Lupa ..)

Kamarnya lebih lega, lantainya parket, TV-nya plasma. Sama seperti Kelas Utama, di sini juga ada bed untuk penunggu yang tersembunyi di nakas sebelah tempat tidur pasien, bisa dilihat di gambar ini:

Liat nggak? Itu tuh yang di belakang bubun ada bantal itu. Iya sih, emang bed-nya letaknya rendah banget, hampir sejajar dengan lantai. Hihi.

Kamar CDC dan CDC Eksklusif, nggak sempat Ayah dan Bubun lihat karena buru-buru mau balik ke tempat dr. Nana. Takut kelewat antriannya.

Kalau soal harga, RSIA Bunda di menteng ini emang salah satu yang tertinggi di Jakarta. Bisa dilihat di brosur yang Ayah scan ini:

Tulisan yang ada di sebelah nama kelas itu nunjukkin harga kamar per hari. Jadi, Kelas 3 (1 kamar isi 4 pasien) harga kamar saja Rp. 300.000 per malam. Kelas 2 (1 kamar isi 2 pasien) harga kamar per malam Rp. 450.000. Kelas Utama ke atas, 1 kamar berisi 1 orang pasien.  Oh iya, perkiraan persalinan ini cuma kisaran harga total selama 3 – 4 hari dirawat. Biasanya sih, kalau Bubun baca testimonial yang pernah dirawat di RS ini, umumnya total biaya sedikit di bawah harga perkiraan tersebut. Tapi nggak jauh-jauh sih. Paling sejuta dua juta.

RSIA Bunda Menteng yang berdiri sejak tahun 1973 ini adalah kandidat paling kuat untuk tempat persalinan Ade. Soalnya cuma sekitar 5 menit perjalanan naik mobil dari rumah. Itu kalau Cikini lancar ya. Hehe. Selain itu juga, ada fasilitas waterbirth-nya. Dan… yang paling penting: Pro ASI! Banget. Tapi kalau soal Pro Normal, Bubun masih kurang yakin. Soalnya banyak banget yang SC di sini.

RSIA Bunda Jakarta
Jl. Teuku Cik Ditiro 28, 10350
(021) 31922005
http://www.bunda.co.id/rsiabundajakarta


8 Comments on “Hospital Tour (Part 4): RSIA Bunda Menteng”

  1. dina says:

    hi bubun..mau nanya..ini price list 2012 atau 2011 ya? harganya udah include obat2an ya bun? smoga lancar ya bun proses lahirannya😉

    • citralwi says:

      Ini price list tahun 2012. Ngambil dari Bag admission RS bulan agustus kemarin. Harga yang tercantum adalah perkiraan total jenderal. Bulan sep lalu aku udah lahiran, total biayanya sedikit lebih dari perkiraan ini karena aku 4 hari di RS meskipun lahiran normal dan Bumi jaundice sempet difototerapi semalem. HTH ya mbak dina.🙂

      • dina says:

        thanks yaa mba citra untuk infonya..Alhamdulillah udah lahir ya baby Bumi..smoga sehat dan tumbuh cerdas ya..amin..tadi aku belum baca blog nya dari awal..lg searching digoogle nemu blognya mba citra yg full informasi penting bumil..aku izin link di blog ku ya..salam kenal ya🙂

      • citralwi says:

        Iya, sama-sama mbak dina. Makasih banyak yaa doanya. Eh, ini mbak dina radinara ya? Wuaa.. Wkt jaman persiapan pernikahan aku sering lho mampir ke blognya. Lagi hamil ya skrg mbak? Sehat-sehat terus dan semoga lancar lahirannya. Aamiin..🙂

  2. dina says:

    iyaa say..blogku radinara🙂 hihii sempit ya dunia per-blog-an..iya mba aku lg hamil..pas searching nemu blog dikau..makasii banyak ya infonya..Amin buat doanya..sehat trus ya dede bumi ganteng & bubun🙂

  3. dinaisyana says:

    Hai Bubun Citra… Aku Dina juga *baru liat komen di atas kok dari Dina juga*. Sama, lagi googling soal waterbirth, nyasar ke sini juga. Ternyata dulu sempet mampir beberapa kali ke wedding blog nya.

    Mau tanya dong, akhirnya nggak jadi waterbirth ya? Kenapa? Aku minat waterbirth, tapi masih ragu juga karena banyak yang pro-kontra kan. Udah gitu yang paling deket ya di RSIA Bunda ini, yang mana masih lumayan jauh juga dari Gading *kalo macet*

    Thanks ya infonya. Kalo gak keberatan, mungkin aku bisa minta e-mail nya Bubun biar bisa tanya-tanya?
    Tapi kalo lebih nyaman di komen gini aja juga gak apa sih. Makasih ya

    • citralwi says:

      hai Dina.. eh, aku suka blogwalking ke blog-nya lho. Seru baca wedding-nya.
      Boleh email aku di citra.handayani@gmail.com ya, nanti kita cerita-cerita soal waterbirth itu. Mau cerita di sini, nanti ketauan ending dari “kisah kelahiran Bumi (part 3) yang masih setia di draft. Hehe… Kayak banyak yg baca aja ^^

  4. […] persalinan akan bergantung pada kondisi pasien. Sebagai gambaran, waktu kelahiran Kakak Bumi dulu, harga perkiraan kamar perdana dengan persalinan normal (3 hari) adalah Rp. 15 – 18 juta. Kita di RS selama 5 hari (Bubun […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s