Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Hospital Tour: Mencari dan Mencari (Part 1)

Meskipun awalnya bercita-cita untuk homebirth dan waterbirth, tapi Bubun juga nyiapin back-up plan untuk persalinan di Rumah Sakit (RS). Karena itu, Bubun udah niat untuk hospital tour, khususnya ke RS yang mempunyai fasilitas persalinan di dalam air atau waterbirth. Di Jakarta sendiri, ada beberapa RS yang dimaksud:

  1. RSIA Sam Marie Basra
  2. RS Asri, Duren Tiga
  3. RS MMC, Kuningan
  4. RSIA Bunda, Menteng
  5. RS Pusat Pertamina

Sementara di area Luar Jakarta, ada:

  1. RS Permata Sarana Husada, Pamulang
  2. RS Mitra Keluarga, Cibubur
  3. RSIA Bunda, Margonda Depok

Dalam perjalanannya, Bubun terpaksa membuang cita-cita untuk homebirth dengan bantuan bidan yang beraliran gentlebirth. Atas permintaan Ayah. Karena dari segi biaya, homebirth tidak akan ditanggung oleh perusahaan tempat ayah bekerja. Selain itu, Ayah belum siap secara mental, takut ada situasi emergency. Apalagi, di bulan Juli lalu akhirnya Ayah dan Bubun memutuskan untuk mengontrakkan rumah kita di Pamulang dan kembali ngontrak di daerah Jakarta Pusat yang strategis dan dekat dengan kantor Bubun. Pertimbangannya adalah, Ade nantinya akan dititipin di Daycare / Tempat Penitipan Anak (TPA) di kantor Bubun.

Kalau kita berdomisili di Pamulang, kasian Ade harus bolak-balik sejauh itu. Pergi subuh, pulang malam seperti Ayah dan Bubun. Baby Sitter is not an option for us karena Ayah dan Bubun adalah perantau tanpa keluarga atau kerabat sama sekali di Jakarta. Bubun nggak sampai hati ninggalin Ade sendiri dengan Baby Sitter. Mengingat banyaknya cerita kurang enak, pengalaman ibu-ibu yang menggunakan jasa ini dan mendapati anaknya diperlakukan dengan tidak layak. Bubun nggak mau ambil risiko. Lain cerita kalau di rumah ada anggota keluarga yang bisa ngawasin Ade dan baby sitter sepanjang waktu.

Atas masukan dari Nenek, Bubun dan Ayah akhirnya mutusin untuk ngontrak deket kantor saja. Biar Ade nggak terlalu lama di jalan. Paling banter jam 6 sore udah di rumah. Kalaupun *amit-amit* ada situasi emergency seperti Ade sakit, Bubun bisa lebih mudah ke RS dan memantau Ade.

Eh, jadi ngelantur gini…

Balik lagi ke masalah homebirth. Kalau tetap ingin homebirth, tempatnya mesti di rumah Pamulang. Soalnya kontrakkan di Jakarta kecil banget dan bisa kedengaran sama tetangga hebohnya persalinan. Nah, karena rumah di Pamulang juga sudah dikontrakkan, maka diputuskan bahwa Ade akan dilahirkan di RS, Insya Allah.

Satu persoalan selesai, lanjut ke persoalan berikutnya: Di Rumah Sakit mana?

to be continued


One Comment on “Hospital Tour: Mencari dan Mencari (Part 1)”

  1. […] grow so fast! Hospital Tour: Mencari dan Mencari (Part 1) […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s