Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Ayah ke Palembang

Minggu lalu, Ayah cerita. Dari tanggal 10 sampai 13 September 2012, Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), di mana Ayah menjadi anggotanya akan mengadakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) di Palembang Sumatera Selatan. Perusahaan tempat Ayah kerja udah approve keikutsertaan Ayah di acara ini. Tapi Ayah masih ragu-ragu untuk ikut. Tak lain, tak bukan karena Bubun udah hamil tua. Tua banget. Masuk minggu ke-38 pas acara itu berlangsung. Yang berarti bahwa Bubun udah masuk waktu lahiran. Kata dokter kan waktu persalinan itu sejak usia 38 sampai 41 minggu.

Begitu dengar soal acara itu, Bubun serta merta mendorong Ayah untuk ikutan. Karena Bubun pikir, itu kesempatan bagus buat Ayah untuk menambah jaringan. Selama ini kan Ayah banyak mendorong Bubun untuk aktualisasi diri. Bahkan setelah menikah. Sesudah Ade lahir pun, Ayah mendukung Bubun untuk sekolah lagi. Jadi, Bubun pun ingin ngasih support yang sama buat Ayah. Selain itu, Bubun yakin banget Ade akan lahir akhir bulan. Paling cepat ya deket-deket HPL (Hari prediksi lahir) yang jatuh tanggal 23 September 2012. Kalau pun Tuhan berkehendak lain, ada tanda-tanda persalinan yang muncul sebelum Ade lahir. Pertanda awal yang Bubun tahu adalah munculnya flek dan lendir berwarna pink yang makin lama berubah menjadi warna merah. Nah, dari flek pertama kali muncul sampai bukaan lengkap ketika Ade siap melihat dunia, umumnya bisa sampai 24 jam. Apalagi Ade kan anak pertama, biasanya prosesnya lebih lama. Jadi, Bubun bilang ke Ayah, kalau misalnya ketika di Palembang Bubun mendapatkan tanda persalinan, Bubun akan langsung menghubungi Ayah jadi Ayah bisa langsung balik ke Jakarta. Tapi kata Ayah, ada tante temennya yang bersalin tanpa ada tanda berupa flek sebelumnya.

Akhirnya waktu konsul terakhir ke dr. Yusfa, Ayah nanya prediksi kelahiran Ade dan minta pendapat si dokter tentang rencana Ayah ke Palembang. Makin ke sini emang Bubun makin sejalan dan sevisi dengan dr. Yusfa. Beliau menguatkan keyakinan Bubun bahwa Ade sepertinya akan lahir sekitar HPL. Pasalnya menurut beliau, cara jalan Bubun masih segar bugar dan kontraksi palsunya pun masih wajar. Beliau juga membenarkan kata-kata Bubun bahwa flek akan muncul sebagai tanda awal persalinan. Nggak pernah ada kejadian ibu hamil langsung lahiran tanpa flek sebelumnya. ^^ Karena fans berat percaya banget dengan penilaian dan pandangan dr. Yusfa, Ayah agak tenang dan nggak gundah lagi untuk berangkat ke Palembang.

Untungnya, dalam sehari ada lebih dari 6 kali penerbangan Palembang – Jakarta. Bubun juga minta Ayah mesen tiket kategori ‘Y’ alias yang fleksibel, bisa dimundurin kapan aja. Jadi, kalau Bubun udah ada flek, Ayah bisa langsung cabs cuss. Kalaupun Bubun dapat fleknya malam, dan jam keberangkatan paling dekat adalah pagi hari, paling Ayah harus menunggu 6 jam, yang mana Bubun hampir dapat dipastikan belum lahiran. Tapi tetep aja ya.. Ayah khawatir ninggalin Bubun sendirian di rumah. Yup! sendirian. ART (Asisten Rumah Tangga) pulang pergi kita kan baru masuk bulan depan. Akhirnya Ayah ngobrol sama pak RT, minta tolong Bubun dibantu kalau tiba-tiba harus lahiran

Yang paling penting sih, gimana Ade-nya aja. Makanya Ayah dan Bubun sebisa mungkin ngajak ngobrol Ade dan afirmasi setiap saat bahwa Ade lahirnya nanti, ketika Ayah udah di Jakarta. Ade kan anak pinter ya… selalu dengerin kata Ayah Bubunnya🙂

Ternyata, meskipun awalnya kuat dan cuek nyuruh Ayah ke Palembang eh… mendekati hari H keberangkatan Ayah, Bubun goyah juga. Bukan karena apa-apa sih. Cuma sedih aja. Bubun nggak biasa tidur tanpa Ayah. Apalagi setelah cuti kehamilan ini. Setiap hari Bubun merasa bermakna karena bisa beres-beres dan nyiapin makan buat Ayah. Setiap sore, kedatangan Ayah selalu Bubun tunggu.

Biar nggak terlalu sedih, Bubun nyiapin segala keperluan Ayah. Biasanya sih kalau mau dinas ke luar, Bubun cuma bantu nyiapin toiletries aja. Tapi kali ini, semua diberesin. Ayah cuma nunjuk aja, baju mana yang mau dibawa. Setelah Ayah berangkat, Bubun pun langsung mewek tak terkendali. Sebelumnya nggak pernah separah itu sedihnya.

Pesawat yang ditumpangi Ayah delay sejam. Seharusnya take off pukul 18.50, jadinya 19.50. Sesampainya di hotel udah hampir pukul 21.00. Bubun minta dikirimin foto kamar Ayah. Ini dia:

Bagus ya De?

Bubun bilang sama Ayah, kletekkin wallsticker bunga-bunga itu buat kamar tidur kita. Hihi… (Bercanda yaaa, nggak boleh ngambil barang milik orang lain. Itu namanya klepto. ^^ )


One Comment on “Ayah ke Palembang”

  1. […] ada jadwal cek kedua dengan dr. Rizka Yurianda. Kali ini, Ayah bisa menemani. Minggu sebelumnya kan Ayah ke Palembang, jadi Bubun ke dr. Rizka […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s