Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Belum nemu nama

Kurang dari 2 bulan lagi, Ade lahir. Tapi masih banyak ‘PR’ Bubun yang belum selesai. Selain belanja keperluan Ade, ada satu hal yang masih mengganjal Bubun: Nama Ade belum siap!

Tiap kali Ayah ngajak diskusi soal hal itu, Bubun cuma bisa tutup telinga, geleng-geleng kepala, menghindari pembahasan lebih lanjut. Bubun pusing tiap kali diajak mutusin nama Ade, sama Ayah. Lucu ya… padahal tadinya Bubun udah nyiapin nama Ade sejak lebih dari 5 tahun lalu.

Ada 3 nama yang Bubun siapin  dan Ayah udah suka dengan satu nama terakhir, yang disiapin buat anak perempuan. Tadinya, Ayah juga suka dengan nama kedua, yang kayaknya cocok untuk anak laki-laki karena berkesan sedikit maskulin. Tapi lama-lama, Ayah jadi nggak setuju. Alasannya namanya terlalu nyentrik. Takut Ade diledekin atau bahkan sampai di-bully ntar kalau udah gede hanya karena namanya yang terdengar ‘aneh’. Nah, nama yang ketiga adalah nama yang paling nggak disukain sama Ayah. Tadinya. Sekitar setahun atau dua tahun lalu, Ayah bilang ke Bubun kalau dia pengen ngasih nama “****” buat anak laki-laki pertama kita nanti. Bubun cuma bereaksi “Itu kan bagian dari kandidat nama ketiga anak kita, Kk. Bisa dipanggil ****, atau bisa juga *******. Tapi dulu katanya nggak suka…”

Alhasil, kita pun sepakat untuk memberi nama anak pertama laki-laki nanti dengan panggilan **** tersebut. Masalah udah selesai dong ya harusnya. Enggak ternyata. Karena nggak mungkin nama Ade cuma 4 huruf. Ya.. bisa aja sih. 4 huruf tambah 4 huruf nama Ayah sebagai nama belakang alias last name buat bule-bule. Biar nantinya kalau ke luar negeri untuk sekolah atau kerja, Ade nggak menemui masalah. Bagus sih, namanya simpel, nggak ribet. Tapi karena Ade itu buah hati Bubun tersayang, Bubun ingin memberikan nama yang istimewa, yang mengandung makna yang indah. Nggak perlu harapan setinggi langit. Cukup menggambarkan rasa cinta Bubun ke Ade. Meskipun nantinya, demi alasan kepraktisan, Ade bakal make “4 huruf plus nama Ayah” itu sebagai nama alias kelak. Seperti Mima-nya si Dru, Tante Maya, yang nama lengkapnya: Tatyanova Damayanti, tapi seringnya make nama Tatya Sidharta (nama Ayahnya) di berbagai kesempatan.

Sebenarnya, urusan nama ini bisa segera selesai. Jika saja, Ayah setuju dengan nama yang sudah Bubun siapin bertahun-tahun lalu itu. Tapi karena Ayah nggak suka nama tengahnya, yang menurut Ayah agak feminin, juga karena Ayah pengen nama Ade ada unsur T****a*-nya (ngambil dari nama pesepakbola cilik yang lagi sering disorot media akhir-akhir ini), diskusinya jadi nggak kelar-kelar deh. Belakangan, Ayah malah suka iseng nyodorin nama-nama pemain bola (Chez) atau nama entah apa itu yang berhubungan dengan unsur-unsur ‘perkasa’ ‘sakti’ atau sepakbola (Magnus? dan entah apa lagi itu), yang Bubun sambut dengan sorot mata dingin tak bersahabat. ^^!

Bubun juga udah memodifikasi calon nama Ade, biar bisa mengakomodasi ide-ide dan usulan Ayah. Tapi sayangnya belum ada yang sreq buat Ayah. Sementara kalau Ayah yang ngasih masukan nama lengkap, jatuhnya jadi kurang nyaman di lidah, atau bagi Bubun kurang puitis. Selain itu, karena Bubun seneng banget dengan istilah yang menyangkut alam dan benda langit, jadinya bagi Ayah suka ngerasa nama pemberian Bubun itu nggak bermakna.

FYI aja nih ya De… Bubun itu sejak SD sampe Kuliah sering diminta Om dan Tante untuk ngasih nama buat sepupu-sepupu Bubun yang baru lahir. Nama tante Dina juga Bubun yang ngasih (sebagian). Nama-nama itu Bubun rangkai dari informasi arti-arti nama yang ada di Buku Pintarnya Iwan Gayo, ada juga yang dari buku-buku nama bayi.

Ini beberapa nama pemberian Bubun:

  1. Chiara Ananda Asta –> Akhirnya diganti dengan Ibunya menjadi –> Chiara Nanda Asta (Asta, gabungan nama kedua orang tuanya)
  2. Cheria Aninda Asta –> Akhirnya diganti dengan Ibunya menjadi –> Cheria Ninda Asta
  3. Alyssa Salsabila –> Diminta modifikasi, Bubun ganti menjadi –> Alyssa Tatyanova* (Karena bos Ayahnya baru saja punya cucu bernama ‘Salsabila’) –> Karena melalui telepon ngasih namanya (satu jam sebelum si bayi di aqiqah) Ayahnya salah dengar jadi –> Alyssa Satyanova
  4. Keisha Nayla Maharani –> Diambil utuh. Beberapa bulan sesudah pemberian nama ini, di TV muncul Sinetron “Buku Harian Nayla”, Si Ibunya seneng banget ^^
  5. Calista Sabrina Azzahra** –> Karena sering sakit-sakitan, diubah menjadi –> Andina Sabrina Azzahra (Nama ‘Andina’ pemberian Tante Nita dan Tante Nina)
  6. Alvaro Qushay Daniswara

Sekarang ini sih, Bubun konsisten manggil Ade dengan panggilan sayang “Bebi Bumbum Bala-bala”. Atau Bumbum. Jangan tanya kenapa. Itu spontan aja keluarnya. Tanpa perencanaan. Dan berbicara soal spontanitas, Bubun perhatiin akhir-akhir ini Ayah suka manggil Ade dengan panggilan “Bumio-mio”. Kalau nama lucu-lucuan (eh, lucu nggak sih?) kayak gitu, Ayah dan Bubun emang cukup jago. Ayah sih jawaranya. Buktinya, dulu koleksi boneka Bubun dikasih nama semua, yang aneh-aneh tapi bikin senyum-senyum butek. Selain itu, Ayah punya 12 panggilan untuk Bubun, yang bisa dilihat di sini. Cuma ya.. itu, giliran harus merangkai nama formal untuk buah hati terkasih, Ayah dan Bubun mati gaya. Takut salah dan berusaha sesempurna mungkin. Because you mean so… yes that much for us, Nak.

*Ngambil dari nama Tante Maya, beberapa hari kemudian baru izin sang empunya ^^!

** Tante Dina, Adik bungsu Bubun yang lahir tahun 2000



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s