Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Kursus Singkat Persiapan Calon Ibu Ayah

Sewaktu Bubun baru mengandung 3 bulan dan Ade masih seukuran kacang, Bubun udah sangat excited menyambut kelahiran Ade. Tidak hanya itu, Bubun pun berusaha membekali diri sebanyak-banyaknya dengan beragam informasi. Termasuk tata cara perawatan bayi. Meskipun waktu duduk di bangku SD sampai SMP, Bubun pernah membantu Nenek merawat Om Dino sejak lahir sampai balita. Tetap saja, Bubun nggak pede. Apalagi banyak banget informasi dan perkembangan yang berubah sejak saat itu. Misalnya soal ASI. Dulu, di kampung halaman Bubun, Susu Formula dianggap makanan yang paling bagus buat bayi. Mungkin karena harganya yang luar biasa mahal. Eh, ternyata  justru beberapa tahun belakangan ini, Bubun baru ngeh bahwa itu semua adalah salah kaprah. Hal yang sama berlaku untuk pemakaian gurita dan baby walker yang justru saat ini oleh para dokter nggak disaranin untuk dipakein ke bayi.

Jadi, Bubun sudah bertekad sejak awal kehamilan, akan mengikuti kelas-kelas atau seminar prenatal atau persiapan melahirkan. Seminar dan kelas yang paling awal Bubun ikutin adalah Kursus Singkat Persiapan Calon Ibu di RSIA Tambak pada tanggal 21 April 2012, bertepatan dengan Hari Kartini (semua staff perempuan di RSIA Tambak hari itu menggunakan kebaya lho!). Idealnya sih, kelas ini diikutin berdua calon ayah dan ibu. Tapi sayangnya, waktu itu Ayah ada jadwal kuliah. Jadi, nggak bisa ikutan. Sayang sekali ya.. padahal banyak info penting yang Ayah lewatin. Kayaknya Bubun saat itu satu-satunya calon ibu yang nggak didampingi suami deh dan satu-satunya yang perutnya belum keliatan. Eh udah deng. Tapi itu karena Bubun dari dulu buncit. ^^

Kursus didahului dengan seminar tentang Memantau Pergerakan Bayi oleh obgyn perempuan, yang Bubun lupa namanya. Materi seminar ini salah satu yang berguna dan sampai sekarang selalu Bubun praktekkan. Sementara itu, topik dan materi kursus singkat adalah:

  • Laktasi dan Pentingnya ASIX
  • Teknik menyusui
  • Praktek Pijat bayi
  • Praktek Memandikan Bayi
  • Praktek Merawat tali pusat bayi
  • Praktek Membedong bayi
  • Hypnobirthing

Yang paling seru adalah praktek-praktek merawat bayi. Apalagi waktu para Ayah diminta mengulangi langkah yang sudah diajarkan susternya. Umumnya pada kikuk dan canggung. Ada calon Ayah yang narikin boneka peraga (pengganti bayi) semau-maunya bahkan nggak sengaja ngebekepin mulutnya. Untung itu bukan bayi beneran. Hihi.

Di akhir acara, ada juga suster atau bidan gitu… yang membawakan sesi hypnobirthing dan memandu para peserta untuk praktek hypnobirthing. Lumayan bikin rileks. Sampai-sampai pas udah selesai dan lampu kembali dinyalain, ada salah satu calon Ayah yang jatuh ketiduran dan mendengkur lumayan kencang. Si suster sampai ngomong “Yang ketiduran, dibiarin aja ya.. mungkin terlalu relaks” ^^!

Kursus ini berlangsung sebulan sekali di Hari Sabtu pukul 09.00 – 12.30, bertempat di Aula RSIA Tambal Lantai 3 (Tempat Senam hamil), Jl. Tambak No. 18 Menteng, Jakarta Pusat. Biayanya sangat terjangkau, Rp. 30.000,- saja per orangnya. Itu udah dapat materi seminar, goody bag (Isinya majalah, alat tulis dan beberapa benda lain yang Bubun lupa dan nggak difoto pula ^^) plus Snack dan makan siang.

Snacknya lumayan sih. Tapi makan siangnya itu kayaknya sih Fast Food. Nasi dan Ayam goreng tepung (a la KFC tapi versi lebih sederhananya). Jadi, Bubun nggak makan. Soalnya waktu trimester pertama, Bubun lumayan strict terhadap asupan makanan, menghindari fast food dan MSG. Takut Adenya kenapa-kenapa. Kan lagi pembentukkan organ-organ penting.

Selain itu, tempatnya sempit karena pesertanya banyak. Jadi, berasa sesak. Mana kursinya juga rada kurang nyaman buat ibu hamil. Kalau Bubun sih waktu itu nggak terlalu berasa. Cuma, kasian juga rasanya melihat ibu-ibu yang lagi hamil tua. Oh iya, karena bentuk ruangan itu, jadinya Bubun yang datang belakangan, dapat tempat di belakang. Akhirnya, nggak bisa melihat pemaparan materi dengan jelas. Microphone-nya ketika itu juga tidak berfungsi dengan baik. Jadi, butuh efort lebih besar untuk mendengarkan informasi yang disampaikan.

Sewaktu praktek perawatan bayi, Bubun akhirnya pindah ke sisi kiri depan. Karena aslinya ruangan itu disekat, ada dua bidan yang memperagakan. Nah, Bubun dapatnya bidan yang kurang ahli dalam menjelaskan. Lebih banyak ngomongnya: “Ya, nanti kalau lahiran di sini, kita ajarin lagi.” Itu diulang berkali-kali. Selain itu, pemaparannya nggak komprehensif, tidak step-by-step dan karenanya banyak yang terlewati. Kok Bubun bisa tahu? Soalnya, karena nggak sreq dengan peragaan si bidan, Bubun lebih banyak melihat ke seberang sisi kanan, ke penjelasan bidan lain yang tampak lebih gesit, lengkap penjelasannya, terarah, komunikatif dan humoris. Bukan cuma Bubun aja lho yang kayak gini. Rata-rata peserta lain yang duduk di sisi kiri, lebih memilih melihat ke seberang. Meskipun rada kurang nyaman. Meskipun kadang-kadang kasian juga sh sama bidan di sisi kiri karena banyak yang nggak merhatiin. Oh iya, yang rada aneh, meskipun berdiri bersisian hanya berjarak 2 – 3 meter, mereka ngomongnya sendiri-sendiri. Kalau seandainya ada satu suara yang memaparkan, sementara kedua bidan hanya memperagakan, mungkin lebih baik. Ini jadinya suara mereka tumpang tindih dan bikin peserta bingung. Atau setidaknya, itulah yang Bubun rasakan.

Jika dibandingkan dengan materi yang diperoleh, kursus singkat ini bisa dibilang sangat sepadan. Tapi kalau misalnya diadain di tempat yang lebih nyaman dan dengan sarana serta prasarana yang lebih baik, Bubun bersedia kok membayar lebih. Mudah-mudahan aja ke depannya lebih baik ya… Soalnya menurut Bubun, kelas-kelas prenatal ini sangat bermanfaat bagi para calon orang tua baru dalam menyambut kelahiran buah hatinya.


2 Comments on “Kursus Singkat Persiapan Calon Ibu Ayah”

  1. […] bahwa bedak tabur itu kurang bagus buat kesehatan kulit dan pernapasan bayi. Termasuk sewaktu Kursus Singkat Persiapan Calon Ibu Ayah dulu. Ternyata, beberapa produk di atas, utamanya yang masuk kategori A dan B, menjual jenis bedak […]

  2. […] pun ngajarin langkah-langkah jemur, pijat, dan mandiin bayi. Sebelumnya, Bubun udah ikutan kelas perawatan bayi di RSIA Tambak, jadi udah ada gambaran. Tapi yang kali ini detail banget, dan mudah diingat. Ayah […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s