Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Baby Crib, the very first thing

Sulit untuk diakui, tapi kenyataannya Bubun memang ada kecenderungan untuk trying to hard to be perfect mom. Saking antusiasnya, Bubun pengen semuanya sempurna untuk Ade. Tentunya sempurna di sini adalah semaksimal kemampuan Bubun dan Ayah ya… Saking ingin mempersiapkan semuanya sebaik-baik mungkin, Bubun udah browsing dan baca banyak materi sejak tahu bahwa Bubun hamil. Termasuk soal daftar belanjaan dan yang bikin darah Bubun berdesir-desir: Baby Gear!

Tapi ya itu… meskipun undah kepincut dan ngiler sejak lama, Bubun bisa aja tuh nggak khilaf belanja sebelum waktunya. Waktu? Emang ada waktu khusus? Yaa… nggak juga sih. Tapi menurut kepercayaan orang-orang tua, baiknya belanja keperluan bayi itu ketika usia kandungan 8 Bulan. Kalau dalam kasus Bubun sih, waktu terbaik itu adalah sesudah tabungan rencana Ade, yang Bubun siapkan lebih dari setahun lalu, jatuh tempo alias cair. ^^

Dan… Bubun belum belanja satu item barang pun ketika pada suatu siang 2 minggu lalu, Ayah ngabarin bahwa dia nemu satu ranjang bayi alias Baby Crib second di berniaga.com yang menurut Ayah bagusss banget dan harga yang ditawarkan pun murah. Setelah liat foto dan ukurannya, Bubun sebenarnya setuju dengan pendapat Ayah. Bahannya kayu solid dan ukurannya guedee banget, 2 x 1 meter. Bisa buat Ade sampai usia 17 tahun. Tapi tetap aja… Bubun merasa kecolongan. Kan Bubun udah browsing berbulan-bulan dan punya beberapa kandidat, seperti:

  • babybelle.com –> Sempet ada promo juga di pameran PRJ, tapi Ayah nggak sempat nganterin Bubun ke sana.
  • voucher-murah.com –> Ini emang nama alamat URL-nya kurang representatif, tapi baca di forum-forum, cukup direkomendasikan
  • jualboxbayi.wordpress.com –> Belum nemu rekomendasi untuk web ini

Tadinya malah Bubun pikir buat rental baby box aja, karena Ade kan cepet tumbuh besar. Ada beberapa jasa persewaan yang Bubun nemu di internet, seperti:

Tapi menurut Ayah, kalau sewa itu nggak ekonomis. Kalau beli kan bisa dijual lagi. Lagian, dapat harga Baby Crib kemaren murah banget, apalagi kalau dibandingkan dengan harga ranjang babybelle victoria extra size yang ukurannya setipe dengan Baby Crib yang ditaksir Ayah:

Picture’s taken from http://www.babybelle.co.id

Setelah diskusi dengan Ayah, akhirnya Bubun setuju. Tanggal 14 Juli kemaren, setelah ikut kelas Hypnobirthing dan nonton final pertandingan futsal Petro Cup 2012 di Senayan, Bubun dan Ayah pun ke Bintaro buat ngambil ranjang buat Ade. Sampai di sana, Ayah dan Bubun kaget juga lihat ukurannya yang super gede dan berat banget karena bahannya yang kayu solid. Udah kayak singasana raja *lebay* Tapi iya juga sih, Ade kan udah kayak raja di hati Ayah dan Bubun :*

Setelah bayar, Bubun dan Ayah pun pamit mau makan sore menjelang malam siang sekalian nyari mobil pick-up buat deliver ranjang Ade itu. Tahu nggak, kita ketemunya nggak sengaja di traffic light karena kebetulan bersebelahan. Memanfaatkan lampu merah, Ayah turun dari mobil dan nyamperin mobil pick-up itu. Ternyata harganya bersahabat.

Oh iya, pemilik sebelumnya adalah anak perempuan yang belum genap setahun. Namanya Michele. Jadi, kita dapat bumper ranjang berwarna pink. Rencananya, bumper itu mau Bubun kasih ke Aruna aja, anak tante Icha yang baru aja lahir 3 bulan lalu. Selain bumper, Ibunya Michele ngasih tempat kelambu (sayang kelambunya nggak ketemu, jadi Bubun masih harus nyari lagi) sama ranjang ekstra dan matrasnya (untuk pengasuh) yang ditarik di bagian bawah singasana Ade itu. Mungkin nanti bisa dipakai juga oleh Tante atau Om Ade yang kebetulan lagi nginap di rumah. Secara kan.. rumah yang sekarang Insya Allah bakal kita diami sampai 1 – 2 tahun ke depan kecil banget, nggak kayak rumah di Pamulang yang ada 4 kamar. Jadi, ranjang ekstra ini bisa berguna kalau ada tamu. Matras untuk Ade juga harus beli lagi. Soalnya kan bekas punyanya Michele udah banyak dipipisin tuh ^^. Lagian menurut petunjuk pembelian ranjang bayi di beberapa sumber, kalau belinya second atau nyewa, harus pake matras baru demi kesehatan Ade.

Proses pemindahan ranjang Ade lumayan ribet. Melibatkan insiden jatuhnya satu bagian ranjang di jalan depan rumah Michele, yang bikin Ayah kepikiran banget. Soalnya catnya agak terkelupas dikit. Kayu-kayu ranjang itu kan emang berat banget. Ayah hanya dibantu dengan supir mobil pick-up yang kita sewa dan bapak-bapak yang bantu-bantu di rumah Michele. Bubun jadi ngerasa bersalah karena nggak ngebantu. Ya.. habisnya gimana De… rumah Michele kan kecil jadi, Bubun takut ngebantu malah makin ngerepotin. Lagian makin ke sini, Bubun makin sulit nangkat barang-barang berat.

Karena Bubun dan Ayah adalah customer kedua hari itu, si supir harus mengantarkan barang lainnya ke suatu tempat di Cijantung, Jakarta Timur. Biar aman dan cepat, Bubun dan Ayah mutusin untuk ngikutin si mobil pick-up. Eh, yang ada… kita jadi pemandu buat si supir. Karena dia nggak ngerti peta seadanya yang digambarin si client di secarik kertas. Berbekal Google Map, Ayah dan Bubun memandu si supir ke rumah clientnya yang dituju. Lumayan jauh ya. Mana si Ayah kan super baik ya… sampai di lokasi, Ayah juga yang sibuk nanyain ke warga sekitar, rumah yang dituju. Sementara si supir cuma bengong aja dan cuma bisa ngomong “Waduh, saya kurang ngerti nih mas.” Ayah juga sampai bantuin supirnya ngangkat barang buat client-nya itu. -____-

Sepanjang perjalanan, Bubun dan Ayah deg-degan bukan main. Pasalnya beberapa kali terdengar bunyi kayu berdentum. Kayaknya banyak bagian ranjang Ade yang berbenturan deh tiap kali ngelewatin polisi tidur. Setelah nurunin barang di Cijantung itu, supirnya nyusun potongan-potongan kayu bagian ranjang dengan posisi yang kurang aman. Untung si Ayah keukeuh minta diatur sedemikian rupa. Kalau nggak, makin banyak baret-baret tuh. Sebenarnya, waktu baru nyampe di Bintaro  Ibunya Michele udah minta maaf karena ranjangnya kan diturunin dari lantai atas. Jadi, udah ada beberapa bagian yang kegores-gores😥

Alhamdulillah, sampe di rumah jam 9 malam. Ayah langsung mau ngerangkai ranjangnya biar kalau ada hal-hal yang kurang, bisa langsung ngubungin pemilik lama. Bubun bantu-bantu dikit, semampunya. Tapi Ayah emang luar biasa hebat. Bisa ngerangkai tanpa bantuan manual sama sekali. Hanya mengandalkan ingatan dari penjelasan Ibunya Michele, yang Bubun sama sekali nggak ngerti.

Karena udah malam, proses pemasangan ranjang Ade belum 100% jadi. Disambung lagi besoknya, setelah Ayah dan Bubun ikut kelas Hypnobirthing dan Hypnobreastfeeding hari kedua. Sama seperti hari sebelumnya, Bubun cuma bisa membantu dikit. Ya adalah ngangkat-ngangkat juga. Tapi Ayah selalu berusaha menahan beban sebanyak-banyaknya🙂

Semangat yaa! ^^

Bisa nyelip dong!

 

Tinggal beliin Kelambu, matras, bumper dan seprei deh… Widih, banyak yaa?


One Comment on “Baby Crib, the very first thing”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s