Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Last trimester, finally!

Ingat nggak De, waktu terakhir kita kontrol ke dr. Yusfa dan disuruh ngurangin karbo biar agak langsing?

Setelah itu, Bubun lumayan gigih menjaga asupan nasi biar kita nggak membengkak dan persalinannya nanti lancar, aman dan sentosa. Atau setidsknya, begitulah yang Bubun rasain. Hasil diet karbo itu pun terlihat pada saat check tanggal 2 Juli lalu…

Yang ternyata Nggak berhasil dong! -____-

Bubun kembali naik 4 Kg dari berat sebelumnya. Jiaah! Kalau dirunut lagi, memang sih Bubun ngurangin nasi semaksimal mungkin. Tapi menggantinya dengan segala jenis kue yang mengandung banyak gula. Sami mawon dong!

Oh iya, check-up kali ini nggak sama dr.Yusfa. Jadi ceritanya, Bubun sama Ayah udah janjian ke RSIA YPK hari senin siang itu. Tadi Bubun udah nelpon dari pagi buat bikin appointment,  line telpon RS-nya sibuk terus. Ya sudah, Bubun sama Ayah langsung aja menuju RS itu di jam makan siang. Mikirnya, toh sebelum-sebelumnya juga kita beberapa kali nggak bikin appointment, tapi bisa konsul sama si dokter.

Tak dinyana, tak diduga. Hari itu, dr. Yusfa nggak praktek karena lagi ke Bali untuk seminar. Bubun baru inget, beberapa hari sebelumnya pernah membaca entah di mana bahwa di awal bulan Juli, akan diselenggarakan konvensi tahunan para obgyn se-Indonesia raya di Bali. Jadi, minggu itu hampir seluruh obgyn berada di Bali untuk acara tersebut. Kecuali beberapa obgyn yang ditugaskan stand by di setiap kota.

Kecewa nggak bisa ngintipin Ade, Bubun pun ngajak Ayah check ke dokter lain. Tujuannya sih ke RSIA Bunda Menteng yang nggak terlalu jauh dari RSIA YPK dan merupakan salah satu kandidat RS bersalin tempat Bubun rencana melahirkan karena Ayah nggak setuju untuk homebirth. Niatnya sih sekalian Hospital Tour dan ngecek fasilitas waterbirth di sana.

Dalam perjalanan, Bubun sempatin googling dulu, obgyn yang banyak direkomendasikan di RSIA Bunda. Ketemu beberapa nama, yaitu dr. Irvan Sini, dr. Irham, dr. Noroyono (dr. Bowo) dan dr. Nana Agustina. Setelah nyampe, Bubun pun langsung cross check ke tempat pendaftaran, dokter siapa saja yang praktek hari itu. Ternyata dr. Nana praktek pas di jam tersebut. Langsung deh, Bubun daftar. Kirai. Ngantrinya nggak akan terlalu lama, karena penampakan pasien yang nunggu sedikit. Taunya…  Bubun sama Ayah nunggu sampe 3 jam, De.  Jadi, di sela-sela nunggu itu, kita bisa Hospital Tour.

Secara keseluruhan, Bubun cukup tertarik. Perawatnya ramah-ramah, fasilitas kamarnya juga lumayan.  Tempat bersalin secara waterbirth juga bagus. Hanya saja, hasil wawancara dengan beberapa perawat, Bubun masih sedikiiit kurang sreg dengan metode mereka yang menurut Bubun masih kurang gentle. Yah, RSIA lain juga kayaknya sih umumnya gitu.  Apalagi, sebelum bukaan 6, Bubun harus seruangan dengan ibu-ibu lain yang juga sedang kontraksi. Kebayang, bisa traumatik Bubun di antara ibu-ibu yang merintih kesakitan. Bubun takut nggak bisa tenang dan centered selama menunggu bukaan.  Bisa jadi, Bubun malah yang paling heboh.😀

Ada yang lucu waktu Bubun nimbang berat badan dan cek tensi darah, selain fakta bahwa Bubun kembali naik 4 kg. Jadi, alat tensi yang digunakan itu jenis otomatis. Bukan yang manual biasa. Sambil cek itu, Ayah ngajak ngobrol Bubun sambil ketawa-ketiwi. Alhasil, tercatat tekanan darah Bubun (batas atas) mencapai 149! Heeehh??? Seumur-umur Bubun nggak pernah lebih dari 120. Ternyata, alat tersebut emang kurang akurat dan pasien yang lagi make alat tersebut nggak boleh ngobrol-ngobrol. Pas diulang lagi, tekanan darah Bubun ‘cuma’ 122. Fiuh! Untung aja… Bubun udah deg-degan takut gejala preeklamsia karena kaki Bubun suka bengkak akhir-akhir ini. Abis itu, si Ayah yang dasarnya suka penasaran, nyobain alat itu berkali-kali, hanya untuk memastikan kalau alatnya emang kurang akurat. Bubun sampe nggak enak hati sama suster yang jaga. Dan benar saja, masa Ayah yang baru saja cek tekanan darah kemarin dan mendapati hasil 120, lupa per berapa, pake alat itu jadi 130 lebih.

Setelah bertemu dengan dr. Nana, Bubun cukup impressed. Karena dokternya cantik, berkerudung dan ramah. Ngejelasinnya juga lumayan detail. Hanya saja, Bubun kurang setuju dengan pendekatannya yang bertentangan dengan keinginan Bubun yang ingin gentlebirth. Jadi, setelah mengutarakan maksud Bubun untuk menjalani persalinan secara waterbirth, dr. Nana berkata bahwa pada usia kehamilan 32 minggu, dia akan melakukan pemeriksaan panggul untuk memastikan  panggul Bubun cukup untuk melahirkan normal dan posisi kepala Ade udah di bawah. udah pernah dengar metode ini dan hasil googling menunjukkan bahwa cek panggul ini cukup traumatis karena tidak nyaman dan sakit bagi kebanyakan orang. Masalahnya, Bubun tahu bahwa tidak semua obgyn menerapkan metode ini. Bubun merasa ini merupakan bentuk intervensi medis yang tidak perlu. Tapi itu sih, pendapat Bubun yang orang awam ya…

Beberapa hari setelahnya, Bubun browsing dan menemukan satu artikel di internet yang mengutip statement dr. Nana yang menyatakan bahwa persalinan cesar itu perlu dilakukan jika ukuran panggul Ibu sempit. Mungkin itu yang menyebabkan beliau merasa perlu melakukan cek panggul. Bubun sendiri berkeyakinan bahwa tubuh Bubun sudah diciptakan sesempurna mungkin oleh Tuhan agar bisa membawa Ade Bumbum ke dunia. Bubun memilih untuk melakukan pelvimetri atau cek panggul ini agar tidak trauma dan bisa tetap tenang serta fokus sampai di hari persalinan nanti.

Semoga aja Ade setuju dengan pilihan Bubun ini. Masalahnya setelah googling, Bubun menemukan bahwa proses pelvimetri ini cukup membuat bulu kuduk merinding.

Picture’s taken from http://www.obfkumj.blogspot.com

Bubun sih tidak masalah jika hal itu memang benar-benar perlu dilakukan demi kesehatan dan keselamatan Ade. Tapi setelah bertanya ke beberapa sumber, Bubun merasa hal itu bukan merupakan kewajiban.


2 Comments on “Last trimester, finally!”

  1. […] si dokter. Karena beliau lebih banyak ngomong dan ngejelasin lebih lama. Bubun nanya soal keharusan cek panggul atau pelvimetri, kata dr. Yusfa prosedur ini biasanya akan dilakukan pada usia kandungan 38 minggu. Tapi kalau […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s