Bumi grows so fast!

and so does Langit…

First kick

Selalu ada saat yang pertama.

Pertama kali bertemu, pertama kali jatuh cinta kepada Ayah, dan pertama kali Ade datang ke rahim Bubun…

Tapi bahkan ketika dikonfirmasi oleh dokter bahwa Bubun hamil, Bubun masih belum benar-benar percaya bahwa Ade sudah ada di dalam diri Bubun. Seperti mimpi. Apalagi ketika awal-awal kehamilan, tubuh Bubun belum banyak berubah. Paling hanya rasa mual dan letih saja. Tapi selebihnya, Bubun masih merasa kehadiran Ade belum real.

Takjub rasanya ketika berkunjung ke dokter dan dilakukan USG, terlihat ada bulatan kecil hitam di rahim Bubun. Padahal sebelumnya, rahim Bubun sudah beberapa kali di-USG dan penampakkan di monitor sebagaimana yang selalu ditunjukkan oleh dokter, tak ada benda apapun di sana.

Lebih takjub lagi ketika di USG ketiga, Bubun melihat Ade sudah tidak lagi seukuran kacang dan diam tak bergerak. Anggota tubuh Ade sudah mulai terbentuk. Ada kepala, dua kaki, dua tangan… dan ngomong-ngomong soal tangan, tangan Ade heboh banget geraknya! Perasaan Bubun campur aduk ngeliat itu. Antara seneng dan rada nggak percaya. Bubun sampai curiga, itu jangan-jangan yang ada di monitor itu cuma rekaman video bayi orang lain. Hihihi… Habisnya, seperti nggak masuk akal, perut Bubun masih (relatif) langsing dan Bubun sama sekali nggak ngerasa apa-apa di area perut. Eh, ternyata ada sepasang tangan mungil lagi ‘berenang’ di dalam sana.

Sampai kemudian….

Suatu malam, di saat usia Ade sekitar 17 minggu, Bubun sedang berbaring di tempat tidur. Nungguin Ayah yang belum pulang dari kantor. Ketika itu, Bubun hampir saja jatuh tertidur ketika tiba-tiba…

‘Duk’

“Apa tuh?”

Mata Bubun seketika terbuka. Perasaan aneh mulai menjalar.

Ada sesuatu dengan perut Bubun. Suatu yang baru, yang belum pernah Bubun rasakan sebelumnya. Deskripsi yang paling mendekati kurang lebih seperti ada gelembung air yang pecah.. (eh, tapi kalau itu sih harusnya bunyinya ‘Pop’ ya?) … atau seperti perut yang keroncongan sedang kelaparan, hanya saja tidak bergaung dan sahut-menyahut atau bergetar. Bukan. Bukan getaran yang merambat (eh itu sih definisi bunyi bukan? mesti tanya Ayah nih.. hihi). Mungkin lebih tepatnya kedutan. Kedutan yang muncul berulang.

Jangan-jangan… ini yang disebut orang-orang sebagai ‘first kick’. Buru-buru Bubun kirim pesan singkat ke Ayah.

“Kk, cepat pulang. Ade barusan nendang.” ^^

Sayang sekali, Ayah nggak ngerasain first kick-nya Ade. Sampai sekarang pun, Ayah jarang-jarang bisa ngerasain tendangan Ade. Kalau Ayah nempelin tangan ke perut Bubun pun, Ayah nggak gitu bisa ngerasain. Paling kalau Ayah nempelin telinganya.

Bubun aja yang suka terkaget-kaget dan tiba-tiba ngikik sendiri di kantor karena mendadak ngerasain gerakan Ade yang heboh. Makin ke sini sih, makin sering. Mungkin karena Ade udah makin gede ya.

Kemaren bahkan Bubun ngerasa gerakan baru Ade. Kedutannya lebih kenceng dan berulang dalam waktu singkat. Mungkin Ade cegukan ya? Soalnya di usia 26 minggu sekarang katanya sih Ade udah bisa cegukan dan minum air ketuban.

Baik-baik di sana ya De. Kalau cegukan, minum aja yang banyak. ^^



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s