Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Third USG

Balik dari Kendari, agenda penting yang harus dilakukan berikutnya adalah check-up ke dr. Yusfa. Ingin memastikan bahwa Ade baik-baik aja setelah Bubun-nya heboh jalan-jalan ribuan kilometer dalam waktu 1 bulan. Sewaktu ke Kendari itu, Ayah sempet parno banget gara-gara Bubun lupa bawa cygest si obat penguat. Akhirnya nyari obat yang sama di RS sana. Sempet bolak-balik SMS dr. Yusfa dan dr. Santi juga karena Ayah dan Bubun lupa mereknya. Alhasil jelasin penampakannya berdasarkan ingatan. Untung akhirnya ketahuan juga.

Rencananya check-up dilakuin awal Bulan Maret. Pada akhir bulan Februari, Bubun ngerasain sesuatu yang nggak biasanya. Rasa nyeri yang kadang datang di wilayah perut bagian kanan bawah yang kemudian berpindah ke tengah, kadang-kadang ke bagian kiri bawah juga. Bubun yang was-was langsung googling dong. Hasilnya mengarah ke gejala usus buntu. Apalagi pada saat yang sama, beberapa infotainment menyiarkan berita tentang Ramadhania Bakrie (alias Nia Ramadhani sebelum menikah dengan Ardi Bakrie) yang menderita usus buntu dan terpaksa dioperasi pada saat usia kandungan memasuki trimester akhir. Mulai deh Bubun diserang kecemasan dan gelisah. Usia Ade kan masih muda banget. Rasanya masih sangat berisiko kalau Bubun harus menjalani prosdeur medis yang melibatkan obat-obat bius dan antibiotik.

Waktu cerita tentang kecemasan itu ke dr. Yusfa, beliau serta merta tertawa. Bubun dibilangin sotoy dan menyimpulkan sendiri.  kata Beliau, Ibu hamil itu wajar suka ngerasa nyeri di perut karena rahimnya lagi membesar. -___-!

Bubun pun di-USG. Eh, yaaa ampunn… kagetnya! Bubun pikir, Ade masih kayak terakhir USG sebelumnya. Ternyata, segera setelah alat-nya ditempelin di perut Bubun, di layar keliatan ada sebentuk bayi kecil, punya kepala, tangan dua… gerak-gerak heboh. Haa!!! Bubun speechless. Ayah yang lagi duduk langsung lompat, berdiri dan mendekati layar sambil bergumam sesuatu seperti “Eh, udah gerak!!” Ngeliat Ade yang tangannya gerak-gerak cepet itu, suster yang ada di situ bilang “Itu anaknya lagi azan tuh…” Haha! Kata Bubun sih, lebih mirip kayak lagi berenang. Ade di dalam sana emang berenang ya nak?? Ih, lucunyaa… Bubun nggak sabar deh pengen ketemu dan uwel-uwelin pipinyaaa…

Lalu, Bubun pun nanya ke dr. Yusfa:

Bubun: “Dok, bayinya baik-baik aja kan? Ada yang aneh nggak?”

dr. Yusfa: “Ada… ada yang aneh.”

Bubun: “Haa? Apa dok??”

dr. Yusfa: “Ibunya aneh, parnoan!”

Gubrakk!!!

Alhamdulillah ya De… perkembangan Ade bagus. Jadi kekhawatiran Bubun berangsur-angsur hilang. Tapi gelar Ibu parnoan sepertinya akan melekat sampe beberapa waktu ke depan… hmmm atau mungkin sampai entah kapan. Soalnya Ade itu hal yang paling berharga yang Bubun punya sekarang. Doa Bubun untuk Ade, selamanya nggak akan pernah terhenti.


3 Comments on “Third USG”

  1. […] nggak, katanya alat USG itu menggunakan gelombang suara. Takutnya Ade ngerasa bising. Apalagi waktu USG ketiga itu kan, kedua tangan Ade goyang-goyang heboh. Bubun curiganya Ade nutupin telinga karena terlalu […]

  2. […] takjub lagi ketika di USG ketiga, Bubun melihat Ade sudah tidak lagi seukuran kacang dan diam tak bergerak. Anggota tubuh Ade sudah […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s