Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Tak enak badan

21 Mei 2012

Bubun sakit lagi.

Udah sejak seminggu lalu, Bubun kembali pilek dan batuk. Pas hari Selasa malam lalu, Bubun demam. Untungnya nggak separah sebulan sebelumnya, yang sampe bikin Bubun nggak bisa tidur, nggak bisa napas. (Ih, Bubun lebay ah.. kalo nggak bisa napas mah, nggak bisa hidup dong😀 )

23 – 30 April 2012

Pertama kali sakit sejak hamil, Bubun ngerasa bersalah karena gagal jaga badan. Bubun takut sakit itu bisa ngefek ke Ade. Tapi kata Tante Nina sih, Insya Allah nggak berpengaruh. Bubun denger pengalaman temen Bubun juga katanya emang kalau hamil lebih rentan flu. Baca-baca pengalaman ibu hamil lain di forum-forum di internet juga sama. Rata-rata sih, nggak pada minum obat. Meskipun ada list obat yang aman bagi Ibu hamil yang direkomendasikan dokter. Cuma, umumnya lebih memilih mengkonsumsi home remedies, semacam madu, jeruk, air hangat, camomile dan lain-lain.

Karena Bubun percaya pada hal-hal yang bersifat natural, Bubun milih untuk ‘bertarung’ melawan virus flu tanpa bantuan obat-obatan. Hampir tiap hari Bubun minum jeruk hangat dan mengkonsumsi sayur-sayuran segar. Hal ini cukup berhasil di sakit yang pertama dulu. Sampai akhirnya di malam kelima, setelah Bubun maksain pergi ke acara kantor di luar kota (yang kurang mendapat restu dari Ayah karena Bubun lagi kurang fit), Bubun demam tinggi. Sebagai pengobatan, tiap 2 jam sekali Bubun minum air hangat + madu + jeruk nipis. Semalaman nggak berhasil juga. Bubun tetap menggigil dan suhu badan nggak mau turun. Padahal Bubun juga udah berusaha berpikiran positif, mencoba menenangkan pikiran dan visualisasi diri Bubun sehat.

Ayah dan Bubun akhirnya sms dr. Yusfa dan dr. Santi (dokter di klinik kantor Ayah) untuk konsultasi. Oleh mereka Bubun disuruh minum panadol atau Rhinos. Tapi sesudah itu, Ayah bolak-balik ngebujuk Bubun supaya minum sebutir obat itu. Karena Bubun masih enggan. Sembari terbaring tak berdaya, Bubun sempat-sempatnya googling pake HP nyari info dan pengalaman ibu-ibu hamil. Hasilnya malah bikin Bubun makin nggak sudi minum obat itu.

Ketika semua energi yang tersisa udah habis, Bubun udah nggak sanggup lagi bahkan untuk sekedar megang HP. Mata panas berair, kuping panas, kepala pening, hidung nggak berhenti ngeluarin cairan, batuk terus-terusan dan membuat perut Bubun sakit. Ayah kembali ngebujuk Bubun. Kali ini sambil berkata bahwa Ade kayaknya terganggu karena Bubun batuknya nggak berhenti. Bubun pikir, mungkin Ayah ada benarnya juga. Lagian Bubun udah nggak punya kekuatan untuk menolak. Ya sudah, sebutir Rhinoz itu Bubun telan juga.

Besoknya, Ayah memaksa Bubun untuk ke dr. Yusfa biar dikasih pengobatan yang lebih baik. Maklum De, Ayah ini orangnya selain sangat logis juga lebih percaya pada hal-hal medis. Menurut Ayah, Bubun terlalu hippies/new age dan percaya hal-hal tidak berdasar Ih… Ayah, padahal kan Bubun cuma naif ajah (pembelaan)😀

Mungkin karena dulu Ayah ini sempat bercita-cita jadi dokter waktu kecil. Sayangnya (atau untungnya?), waktu ikutan UMPTN, lulusnya di pilihan pertama. So, batal deh Ade punya Ayah seorang dokter. Sementara Bubun punya trauma tersendiri dengan dokter, obat-obatan dan rumah sakit karena sering sakit-sakitan sejak kecil.

Sebenarnya, Bubun ada jadwal untuk check-up rutin di minggu pertama bulan Mei. Tapi karena sakit itu, akhirnya jadwalnya maju deh. Sama dr. Yusfa, Bubun diresepin Vit C, obat batuk dan tambahan Rhinoz. Psstt… Nggak ada yang Bubun minum lagi, kecuali satu butir Rhinoz karena sulit tidur malamnya. Bukannya sok tahu atau mau ngelawan dokter yang lebih berpengalaman ya.. Cuma Bubun percaya dengan isyarat tubuh Bubun. Buktinya, esoknya Bubun udah sehat wal afiat, cuma kadang bersin dan ingusan saja. Lagi pula, Bubun merasa, sebagai pasien kita pun harus memberdayakan diri dengan informasi sebanyak-banyaknya. Tentu saja yang berdasar dan dari sumber yang relevan serta terpercaya. Banyak testimonial dari teman-teman Bubun yang selama masa kehamilan bolak-balik kena batuk dan pilek, terus sama dokternya nggak dikasih obat apa-apa, Alhamdulillah bayinya sehat-sehat saja. Semoga Ade pun begitu.

Balik lagi  ke 21 Mei 2012…

Sejak tanggal 15 Mei lalu, Bubun bertahan nggak minum obat. Syukurlah, menurut Bubun, sakit kali ini bisa ditahan. Meskipun tanggal 16 Mei Bubun terpaksa izin karena nggak sanggup ke kantor. Ada bagusnya juga sih. Bubun jadi bisa libur super panjang. Soalnya tanggal 17 dan 18 itu libur dan cuti bersama. Tanggal 19 dan 20 hari sabtu dan minggu. Jadi, total Bubun istirahat di rumah selama 4 hari. Ya, nggak bisa ngerasain liburan yang seru sih. Tapi seenggaknya, Bubun jadi bisa memulihkan kesehatan sepenuhnya.

Sampai dengan tadi malam, Ayah sih masih ngebujuk biar Bubun mau minum obat. Tapi Bubun cuekin aja. Soalnya Bubun ngerasa cukup fit. Selain tenggorokan gatal, batuk-batuk rutin dan kadang-kadang ingusan. Oh iya, sama ngantuk terus-terusan. Tapi itu sih sebelum pilek juga kayak gitu.

Barusan Ayah ngirim pesan, ngajakin ke dokter sekalian check-up. Bubun nolak juga. Mending sekalian awal bulan aja ya De. Kan nggak ada keluhan berarti. Selama ini sih, Bubun masih ngerasa gerak rutin Ade yang heboh di dalam sana, pada jam-jam tertentu. Utamanya pagi dan malam menjelang tidur atau kalau Bubun lagi ngaji. Kadang-kadang juga menjelang makan siang. Eh tapi itu nggak tahu sih, apa beneran gerakan Ade atau Bubun aja yang perutnya keroncongan. Abis, mirip-mirip gitu rasanya😀



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s